ANALISIS PEMASARAN BAKSO IKAN DI KECAMATAN KUSAN HILIR, KABUPATEN TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN (Studi Kasus Usaha Bakso Ikan KUB Mina Usaha)

Gilang Ahmad Pratama, Taufik Hidayat, Ahmad Yousuf Kurniawan

Abstract


Abstrak. Kabupaten Tanah Bumbu memiliki potensi alam yang tinggi dalam bidang perikanannya. Salah satu hasil olahannya adalah bakso ikan yang menempati posisi ketiga besar, setelah penggaraman dan pengolahan abon. Namun, pemasaran bakso ikan masih belum berkembang dan perlu diteliti. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui saluran pemasaran bakso ikan di KUB Mina Usaha, untuk mengidentifikasi biaya, margin, keuntungan dan share pemasaran bakso ikan. Serta menentukan faktor-faktor dalam pemilihan produk bakso ikan dan mengetahui baik kendala maupun permasalahan dalam pemasaran bakso ikan di KUB Mina Usaha. Responden dalam penelitian ini adalah produsen bakso ikan, tenaga kerja, pedagang dan konsumen. Untuk produsen dan tenaga kerja dipilih secara purposive sampling, pedagang dipilih secara snowball sampling, dan konsumen dipilih menggunakan inccedental sampling. Hasil penelitian menunjukkan saluran pemasaran di KUB  Mina Usaha memiliki dua pola yaitu saluran satu lembaga pemasaran di mana bakso ikan yang berasal dari produsen langsung dijual ke konsumen sedangkan saluran dua lembaga pemasaran yaitu produsen menjual kepada konsumen melalui pedagang pengecer. Total biaya tertinggi antara kelima saluran adalah biaya pada saluran II D lama penyimpanan maksimal dan biaya terkecil terdapat pada saluran ke I lama penyimpanan perhari. Margin total terbesar yaitu pada saluran II D. Sedangkan margin terkecil juga pada saluran I. Keuntungan terbesar terdapat pada saluran II D dan keuntungan terkecil pada saluran I.  Producer share tertinggi terdapat pada saluran pertama yaitu saluran I dan yang terendah pada saluran II D. Faktor-faktor yang menentukan pemilihan bakso adalah informasi label halal, cita rasa, kepuasan membeli dan mengonsumsi, kehigienisan, dan produk tidak mudah rusak. Sedangkan untuk nilai terendah adalah bentuk dan ukuran bakso ikan. Permasalahan yang dihadapi produsen adalah pemasarannya yang masih sempit dan perizinan dalam berdagang, pada pedagang pengecer adalah kurang terkenalnya produk bakso ikan, keterlambatan dalam  pemasokan dan ketersediaan tempat penyimpanan yang rusak dan pada konsumen kurangnya stok bakso ikan.

Kata kunci: saluran pemasaran, biaya pemasaran, margin pemasaran, share pemasaran, bakso ikan


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.20527/frontbiz.v3i3.1294

Refbacks

  • There are currently no refbacks.