ANALISIS KELEMBAGAAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT POLA PLASMA UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN KEBERLANJUTAN SAWIT RAKYAT DI KECAMATAN PELAIHARI KABUPATEN TANAH LAUT

Risma Najati, Luthfi Luthfi, Muhammad Fauzi

Abstract


Abstrak. Perkebunan kelapa sawit menjadi komoditas unggulan saat ini di Indonesia, hal ini terbukti dengan adanya perkembangan dan pertumbuhan kelapa sawit terus mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apa saja lembaga yang terkait dengan perkebunan kelapa sawit rakyat pola plasma di Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut, mengetahui apa saja peranan yang dimiliki oleh lembaga tersebut, menganalisis berapa besar margin keuntungan yang diperoleh masing-masing lembaga dalam saluran tataniaga, dan mengetahui bagaimana prospek, efisiensi tataniaga, dan keberlanjutan usaha perkebunan sawit rakyat dengan adanya kelembagaan tersebut. Penelitianeini menggunakanrmetode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian analisis deskriptif kualitatif meliputi lembaga dan peranan lembaga yang terkait dalam pelayanan perkebunan kelapa sawit rakyat, serta prospek dan keberlanjutan usaha perkebunan kelapa sawit yang dijelaskan secara deskriptif. Sedangkan analisis kuantitatif dilakukan melalui pendekatan margin tataniaga, farmer’s share, dan rasio keuntungan dan biaya. Lembaga yang terkait dengan perkebunan kelapa sawit antara lain PTPN XIII Pelaihari, KUD Sawit Makmur, Bank, Pemerintah Daerah, Dinas Perkebunan Kabupaten Tanah Laut, BPN Kalimantan Selatan, Pedagang Pengumpul dan Ketua Kelompok Tani. Peran lembaga dalam perkebunan kelapa sawit meliputi akses input, finansial, kelembagaan, lahan, informasi dan teknologi, serta akses pasar. Berdasarkan margin keuntungan disimpulkan bahwa saluran tataniaga I lebih menguntungkan petani dibanding saluran tataniaga II. Perkebunan kelapa sawit memiliki prospek yang bagus karena input yang diperlukan mudah didapatkan, output dan insentif yang diterima memuaskan bagi petani. Berdasarkan efisiensi tataniaga, saluran 1 dinilai lebih efisien karena memiliki margin tataniaga yang lebih rendah, farmer’s share yang lebih tinggi dan memiliki rasio keuntungan terhadap biaya yang lebih besar. Selain itu, usaha perkebunan kelapa sawit rakyat dapat berkelanjutan karena dampak lingkungan yang terjadi masih dapat di tanggulangi.

Kata kunci: kelapa sawit, pola plasma, kelembagaan, efisiensi, keberlanjutan


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.20527/frontbiz.v3i3.1304

Refbacks

  • There are currently no refbacks.