LUMATAN DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) TERHADAP LAMA PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DERAJAT II PADA KULIT KELINCI (Cavia cobaya)

Noor Fithriyah, Syamsul Arifin, Eka Santi

Abstract


ABSTRAK

 

Luka bakar merupakan penyebab kematian kedua karena kecelakaan yang bukan disebabkan kendaraan. Kontaminasi pada kulit mati merupakan medium yang baik untuk pertumbuhan kuman dan mempermudah infeksi. Infeksi merupakan penyebab utama komplikasi dan kematian pada pasien luka bakar, karena itu penanganan luka bakar dengan antiseptik topikal dianjurkan. Dalam daun sirih merah memiliki kandungan alkaloid, saponin, tanin dan flavonoid yang memberikan efek antiseptik dua kali lebih tinggi dari daun sirih hijau pada luka bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian lumatan daun sirih merah untuk penyembuhan luka bakar pada kelinci. Perlakuan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu, kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Metode yang digunakan adalah eksperimental murni dengan posttest-only with control design. Data dianalisis menggunakan uji mann-whitney dengan tingkat signifikansi 0,05. Rata-rata lama penyembuhan pada kelompok kontrol adalah 13,68 hari dan sirih merah 9,87 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan lama penyembuhan luka  yang signifikan  antara kelompok kontrol dan sirih merah (p<0,05). Disimpulkan bahwa lumatan daun sirih merah memberikan efek penyembuhan dan mempercepat proses penyembuhan.

 

Kata kunci : daun sirih merah, penyembuhan luka bakar.

 

 

 

ABSTRACT

 

Burns is the second leading cause of death due to an accident that was not caused vehicle. Contamination of dead skin is a good medium for the growth of germs and make infections. Infection is a major cause of complications and death in burn patients, then burns with topical antiseptic is  recommended. Red betel leaf contains alkaloids, saponins, tannins and flavonoids which provide antiseptic effect two times higher than piper betel leaf. This study aimed to determine the effect of red betel leaf towards wound healing time on rabbits skin with second degree burn. Treatment were divided into 2 groups, the treatment group and the control group. This was a true experimental method with posttest-only with control design Data was analyzed by mann-whitney test with significance level 0,05. The average of wound healing time in control group was 13,68 days and in red betel leaf was 9,87 days. The result showed that time of wound healing within control and red betel leaf had significantly difference (p<0,05). It can be concluded that red betel leaf had healing effect and accelerate the healing process.

 

Keywords: burn healing, red betel leaf


Full Text:

PDF

References


Wong DL. Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik Edisi 4. Jakarta: EGC, 2003.

Smeltzer SC. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth. Jakarta : EGC. 2001.

Singer AJ & Alexander BD. Current Management of Acute Cutaneous Wounds. N Engl J Med 2008; 359:1073-46.

Judkin K & Laura C. Managing The Pain of Burn Wounds. Wounds UK, Vol. 6, No. 1, 2010.

Orgill DP. Excision and skin grafting of thermal burns. N Engl J Med 2009;360:893-901.

As’adi MN. Skripsi “Pengaruh Basis Karbomer dan Poloxamer dalam Gel Ekstrak Etanol Buah papaya (Carica papaya) sebagai Penyembuh Luka Bakar pada Kulit Punggung Kelinci”. Surakarta : Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta 2009. Available from URL: http://etd.eprints.ums.ac.id/6157/1/K100050147.pdf, diakses 29 Februari 2012).

DeSanti L. Pathophysiology and Current Management of Burn Injury. Advances in Skin and Wound Care, Vol. 18, No. 6, 2005.

Boateng JS, Kerr HM, Howard NES, Gillian ME. Wound Healing Dressing and Drug Delivery Systems : A Review. Journal of Pharmaceutical Sciences, Vol. 97, No. 8, August 2008.

Atiyeh BS, Michel C, Shady NH, Saad AD. Effect of Silver on Burns Wound Infection Control and Healing : review of the Literature. Burns 33 (2007) 139-148.

Mansjoer A et al. Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga Jilid 2. Jakarta: Media Aesculapius FKUI, 2000.

Sjamsuhidajat R & Jong WD. Luka Bakar. Buku Ajar Ilmu Bedah Edisi 2. Jakarta : EGC, 2004.

Guo S & LA DiPietro. Factors Affecting Wound Healing. J Dent Res 89(3):219-229, 2010.

Monaco JL & WT Lawrence. Acute Wound Healing an Overview. Clin Plastic Surg 30 (2003) 1-12.

Ashton J, Nicky M, Susan B, Vivienne B, Freda B, Carolyn W et al. 2008. Wound Care Guidelines. Bolton Primary Care NHS Trust.

MacKay D & Alan ML. Nutritional Support for Wound Healing. Alternative Medicine Review, Volume 8, Number 4, 2003.

Kumar DS, K Vamshi Sharathnath, P Yogeswaran, A Harani, K Sudhakar, P Sudha et al. A Medicinal potency of Momordica charantia. International Journal of Pharmaceutical Sciences Review and Research. Volume 1, Issue 2, March – April 2010.

Wicaksono BD, Yohana AH, Enos TA, Irawan WK, Dina Y, Aldrin NP et al. Antiproliferative Effect of the Methanol Extract of Piper crocatum Ruiz & Pav Leaves on Human Breast (T47D) Cells In-vitro. Trop J Pharm Res, August 2009; 8(4):345.

Juliantina R, Dewa AC, Bunga N, Titis N, Endrawati TB. Manfaat Sirih Merah (Piper crocatum) sebagai Agen Antibakterial terhadap Bakteri Gram Positif dan Gram Negatif. J Kedokt Kesehatan Ind. 2009;1(1):15-30.

Zubir F, Kusmarinah B, Sandra W, Hanny N, Melva L, Yeva R. Efikasi Sabun Ekstrak Sirih Merah dalam Mengurangi Gejala Keputihan Fisiologis. Maj Kedokt Indon, Volum: 60, Nomor 1, Januari 2010.

Simanjuntak M. Skripsi “Ekstraksi Fraksinasi Komponen Ekstrak Daun Tumbuhan Senduduk (Melastoma malabathricum. L) serta Pengujian Efek Sediaan Krim terhadap Penyembuhan Luka Bakar”. Medan : Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara 2008. Available from URL: http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/14472/1/09E01171.pdf

Wardani LP. Skripsi “Efek Penyembuhan Luka Bakar Gel Ekstrak Etanol Daun Sirih (Piper betle) pada Kulit Punggung Kelinci”. Surakarta : Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta 2009. Available from URL: http://etd.eprints.ums.ac.id/6171/1/K100050174.pdf

L Cuttle & Kimble RM. First Aid Treatment of Burn Injuries. Wound Practice and Research, Volume 18 Number 1, February 2010.

Sumarwoto, Susilowati, Yanning A. Uji Sirih Merah (Piper crocatum) pada Berbagai Intensitas Sinar Matahari dan Media Tanam. Jurnal Pertanian Mapeta Vol 11 No 1 Desember 2008 : 1-8.

Riyanti Y. Skripsi “Pengaruh Jenis Media Tanam terhadap Pertumbuhan Bibit Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz and Pav.)”. Bogor : Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor 2009. Available from URL: http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/3032/A08yri.pdf?sequence=4.

Middleton E, Chithan K, Theoharis CT. The Effect of Plant Flavonoids on Mammalian Cells: Implications for Inflammation, Hearts Disease, and Cancer. Pharmacol Rev 52:673-751, 2000.

MacKay D & Alan ML. Nutritional Support for Wound Healing. Alternative Medicine Review, Volume 8, Number 4, 2003.

Indraswary Recita. Efek Konsentrasi Ekstrak Buah Adas (Foeniculum vulgare Mill.) Topikal pada Epitelisasi Penyembuhan Luka Gingiva Labial Tikus Sprague Dawley in vivo. Sultan Agung Islamic University. Majalah Sultan Agung.

Fitriyani A. Uji Antiinflamasi Ekstrak Metanol Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) pada Tikus Putih. Majalah Obat Tradisional, 16(1), 34-42, 2011.

Wibawati, PA. Skripsi “Pengaruh Ekstrak Daun Sirih Merah terhadap Waktu Kesembuhan Luka Insisi yang Diinfeksi pada Tikus Putih”. Surabaya : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga 2012.

Mu’min A, Azizahwati, Ayu Firmani. Pengaruh Pemberian Infusa Daun Sirih Merah (Piper cf.fragile, Benth) secara Topikal terhadap Penyembuhan Luka Pada Tikus Putih Diabet. Departemen Farmasi FMIPA Universitas Indonesia.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/dk.v1i1.1650

Article Metrics

Abstract view : 1427 times
PDF - 4404 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by :

  

   

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

freehit counter

View Dunia Keperawatan Stats