TERAPI KOMPRES PANAS TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI KLIEN LANSIA DENGAN NYERI REMATIK

Noorhidayah Noorhidayah, Alfi Yasmina, Eka Santi

Abstract


ABSTRAK

Penyakit rematik merupakan istilah umum untuk inflamasi di daerah persendian, dan mengenai laki-laki maupun wanita dari segala usia. Gejala klinis yang sering adalah rasa nyeri, ngilu, kaku, atau bengkak di sekitar sendi. Pemberian kompres panas dapat mengurangi nyeri rematik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi kompres panas terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien lansia (lanjut usia) dengan nyeri rematik. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 26 orang sampel penderita rematik berjenis kelamin wanita, yang diambil secara total sampling. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Pengambilan data dilakukan dengan mengukur tingkat nyeri sebelum dan sesudah dilakukan pemberian kompres panas. Analisis dengan Wilcoxon Sign Rank test menunjukkan bahwa p = 0,000 (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa secara bermakna terdapat pengaruh pemberian kompres panas terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien lansia dengan nyeri rematik di PSTW Budi Sejahtera Provinsi Kalimantan Selatan.

Kata-kata kunci: kompres panas, nyeri, lanjut usia, rematik

ABSTRACT

Rheumatic disease is a general term for inflammation in the joints, and affects men and women of all ages. The common clinical symptoms are pain, aching, stiffness, or swelling around the joint. Hot compress is able to reduce rheumatic pain. This study was aimed to determine the effect of hot compress treatment on the decrease of pain level in elderly patients with rheumatic pain. The number of samples used in this study were 26 female patients with rheumatic disease, taken with total sampling. This research used a pre-experimental design with one group pretest-posttest design. Data were collected by measuring the level of pain before and after hot compress was given. Analysis with Wilcoxon Sign Rank test showed that p = 0.000 (p < 0.05). It was concluded that there was a significant effect of hot compress administration on the decrease of pain level in elderly patients with rheumatic pain in PSTW Budi Sejahtera, South Kalimantan.

 

Keywords: elderly, hot compress, pain, rheumatic


Full Text:

PDF

References


Anita R. Hubungan senam lansia dengan rasa nyeri penderita artritis rheumatoid (rematik) di Wilayah Kerja Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu 2011; (online) (http/www.linkpdf.com, diakses 10 Maret 2012).

Muttaqin A. Asuhan keperawatan klien dengan gangguan sistem muskuloskeletal. Jakarta: Salemba Medika, 2006.

Purnomo J. Hubungan antara tingkat pengetahua tentang penyakit reumatik dengan sikap lansia dalam mengatasi kekambuhan penyakit reumatik di Posyandu Lansia Kalurahan Karangasem Kecamatan Laweyan Kota Surakarta. Skripsi. Solo: Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta 2010; (online) (http/www.linkpdf.com, diakses 10 Maret 2012).

Asif SM, A Asad, V Poonam, et al. Arthritis database: A composite web interface for anti-arthritic plants. Journal of Medicinal Plants Research 2011; 5(12): 2457-2461.

Muchid A, F Umar, Chusun, dkk. Pharmaceutical care untuk pasien penyakit artritis rematik. Jakarta: Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik Depkes RI, 2006.

Theis KA, CG Helmick, JM Hootman. Arthritis burden and impact are greater among U.S. women than men: intervention opportunities 2007; 16(4): 441-451.

Dinas Kesehatan Banjarbaru. Data 10 pasien terbanyak pada tahun 2011. Banjarbaru: Dinas Kesehatan, 2011.

Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Kalimantan Selatan. Data pasien rematik pada bulan Maret tahun 2012. Banjarbaru: PSTW Budi Sejahtera, 2012.

Bakhriansyah M, A Biworo, A Yasmina. Farmakologi keperawatan PSIK program regular. Banjarbaru: Bagian Farmakologi FK Unlam, 2010.

Potter PA, AG Perry. Buku ajar fundamental keperawatan: konsep, proses, dan praktik edisi 4 volume 2. Jakarta: EGC, 2005.

Istichomah. Pengaruh teknik pemberian kompres terhadap perubahan skala nyeri pada klien kontusio di RSUD Sleman. Yogyakarta 2007; (online) (http/www.linkpdf.com, diakses 10 Maret 2012).

Kusyanti E. Keterampilan dan prosedur laboratorium keperawatan dasar. Jakarta: EGC, 2004.

Handoyo D. Pengaruh pemberian kompres panas terhadap intensitas nyeri pasien pasca bedah sesar dengan spinal anesthesi di rumah sakit PKU muhammadiyah surakarta. Profesi 2008; 03.

Wahyuni NS, S Nurhidayat. Efektifitas pemberian kompres panas terhadap penurunan nyeri plebitis akibat pemasangan intravena line. Fenomena 2008; 5: 114-124.

Smeltzer SC, BG Bare. Buku ajar ilmu keperawatan medikal bedah edisi 8 volume 3. Jakarta: EGC, 2001

Lelo A, DS Hidayat, J Sake. Penggunaan anti-inflamasi non-steroid yang rasional pada penanggulangan nyeri rematik. E-USU Repositor 2004; (online), (http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3478/1/ farmakologi-aznan4.pdf), diakses 10 Maret 2012




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/dk.v1i1.1656

Article Metrics

Abstract view : 1905 times
PDF - 6201 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by :

  

   

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

freehit counter

View Dunia Keperawatan Stats