HUBUNGAN ELEVASI SEGMEN ST PADA FASE AKUT ST ELEVATION MYOCARD INFARCT (STLMI) DENGAN MORTALITAS DAN LAMA PERAWATAN

Abdurahman Wahid, Endang Pertiwiwati, Barangkau Barangkau

Abstract


Abstrak

Infark Akut (IMA) tnerupakan suatu kondisi kematian sel jantung yang terjadi karena tersumbatnya aliran darah koroner. Salah satu kunci penting dalam penanganan IMA adalah pengenalan secara dini. Sampai saat ini, Elektrokardiogram (EKG) merupakan alat yang dapat mendeteksi IMA dengan cepat. Penelitian ini merupakan penclitian deskriptif analitik prospektif. Sampel yang digunakan adalah pasien dengan sindrom koroner akut yang masuk melalui UGD dan dirawat di ICCU RSUD Ulin Banjarmasin. Variabel yang diukur adalah besarnya deviasi segmen ST saat masuk ke UGD dan hasil perawatan (mortal / hidup). Sebanyak 31 pasien sindrom koroner akut (24 laki - laki, 7 wanita dijadikan sampel dalam penelitian ini. Usia rata - rata adalah 54,87 tahun dengan elevasi segmen ST rata - rata sebesar 0,258 m Volt. Jumlah pasien yang meninggal selama perawatan sebanyak 8 orang. Lama perawatan tersingkat adalah 2 hari dan terlama 14 hari. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan ada perbedaan rerata elevasi segmen ST yang bermakna antara pasien yang mortal dengan yang bertahan hidup (P value 0.000). Namun, peningkatan elevasi segmen ST tidak berhubungan secara positif dengan lama perawatan pasien (P value 0.51). Ada perbedaan rerata elevasi segmen ST antara pasien yang hidup dengan yang meninggal dunia, namun besarnya elevasi segmen ST tidak berhubungan dengan lama perawatan.

Abstract

Introduction: Acute Myocardial Infarction (AMI) is a necrotic process in myocardial caused by blood flow obstruction in coronary artery. One of the key elements in AMI treatment is early detection. Recently, Electrocardiogram (ECG) is a tool commonly used for AMI diagnosing. Design of the research is descriptive analytic prospective study. Samples of the research are patients with acute coronary syndrornes arrived in emergency department and then treated in intensive care coronary unit at Ulin General Hospital Banjarmasin. Measured variables are segment of recording ECG when arrived at emergency department and outcome of treatment. Thirty one samples involved in this study (male 24, female 7), 8 of them died during treatment. Average age is 54.87 years, average ST elevation is 0.258 m Volt. Minimum length of stay is 2 days and maximum is 14 days. Statistical analysis show that there are different in mean of ST segment elevation between survival and mortal. But, there are no relationship.between elevation of ST segment and length of stay in survival.

 


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA:

Depkes RI (2009). Profil Kesehatan Indonesia 2008. Departemen Kesehatan Republik Indonesia: Jakarta

Crea F., & Liuzzo, G. (2013). Pathogenesis of acute coronary syndromes. Journal of The American College of Cardiology (JACC), 61)1), 1-11. Doi: http://dx.doi.org/10-1016/j.jacc.2012.07.064

Hamm, C. W., Heeschen, C., Falk, E., & Fox, K. A. (2006). the ESC Textbook of Cardiovascular Medicine. Diakses dari https://www.mst.nl/opleidingcardiologie/boeken/esc/1405126957chapter 12.pdf

Zafari, A. M., Reddy, S. V., Jeroudi, A. Nf., & Garas, S. M. (2013). Myocardial Infarction.www.emedicine.meds.cap.e.com

Guyton, A. C., & Hall, J. E. (2006). Electrocardiographic Interpretation of Cardiac Muscle and Coronary Blood Flow Abnormalities: Vectorial Analysis. In Textbook of Medical Physiology (7th ed.). USA: Elsevier Saunders

Leonard, L.S.,(2011). Pathophysiology of Heart Disease 5th ed Baltimore, Lippincott Williams & Wilkins

Morris F, Brady WJ. (2002). ABC of clinical electrocardiography: acute myocardial infarction-Part I. BMJ. 324:831-834.

Aaronson, P. I., & Ward, J. P. (2011). At A Glance: Sistem Kardiovaskular (3rd ed.). Surabaya, Indonesia: Erlangga.

Chan, KF., Ng, cp., Chung, CH. (2006). Prognostic predictive values of the initial electrocardiogram with ST -segment elevation acute myocardial infarction in Chinese patients. Hongkong Journal of Emergency Medicine Vol 13 (2)

Barangkau., Sargowo, D. , Suharsono, T. (2013). Analisis hubungan faktor risiko terhadap lama perawatan kritis dan angka kematian penderita sindrom koroner akut, Jurnal Dunia Keperawatan Vol I edisi 2

Meyrs, J. (2010). ECG Abnormalities: low voltage ECG. Diakses dari http://www.cardiology.org/tools/ecg_abnormalities/LowVK.ht




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/dk.v2i2.3110

Article Metrics

Abstract view : 28 times
PDF - 43 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by :

  

   

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

freehit counter

View Dunia Keperawatan Stats