PENGARUH PEMBERIAN TERAPI KOMPRES HANGAT TERHADAP DERAJAT NYERI PASIEN FLEBITIS DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD BANJARBARU

Venni Inneke, Rismia Agustina, Rina Anggraini IS

Abstract


ABSTRAK
Flebitis merupakan inflamasi vena yaitu kemerahan, bengkak, indurasi, dan vena teraba seperti kabel dan nyeri. Pemberian kompres hangat dapat merelaksasikan otot, meningkatkan sirkulasi psikologis, merasa nyaman dan vasodilatasi yang mampu memperbaiki peredaran darah dalamjaringan, penyaluran zat dan bahan makanan ke sel-sel yang dibuang akan di perbaiki sehingga terjadi peningkatan aktivitas sel sehingga akan mengurangi rasa nyeri yang dialami. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian kompres hangat terhadap derajat nyeri pasien dengan flebitis di instalasi rawat inap RSUD Banjarbaru. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah one-grouppretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalahpurposive sampling, dengan jumlah sampel 34 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak (58%) responden mengalami penurunan tingkat nyeri dan hanya (2,94%) sampel yang menyatakan terjadi peningkatan tingkat nyeri setelah perlakuan. Analisis statistik dengan Wilcoxon Signed Rank test menunjukkan p 0,000 sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh bermakna pemberian terapi kompres hangat terhadap derajat nyeri pasien flebitis di Instalasi Rawat Inap RSUD Banjarbaru.

Kata-kata kunci: plebitis, nyeri, kompres hangat.

 

ABSTRACT
Phlebitis is an inflammation of vein that are redness, swelling, induration and palpable venous cord and pain like. Giving a warm compress can relax the muscles, improve psychological circulation, comfortable and vasodilation that can improve blood circulation in the tissue, and the distribution off ood substances to the cells that disposal will be improved resulting in increased cell activity and will reduce the pain. The aimed of this research was to determine the influence of warm compress therapy to the degree of pain in phlebitis patients at RSUD Banjarbaru's installation. This study used a one-group pretest-post test design. The sample technique used purposive sampling, with a sample of 34 people. The results showed that as many (58%) of respondents had decreased levels of pain and only (2.94%) samples that expressed increased levels of pain after treatment. Statistical analyzed by Wilcoxon Signed Rank test showed (p = 0.000) so that we could conclude there was a significant influence of warm compress therapy to the degree of pain in phlebitis patients at RSUD Banjarbaru's installation.

Keywords: phlebitis, pain, warm compres.


Full Text:

PDF

References


KEPUSTAKAAN

Potter, Patricia A. dan Anne Griffin Perry. Buku ajar fundamental keperawatan konsep, proses, dan praktik Volume 2 Edisi 4. Jakarta: EGC, 2005.

Relo J, Ochagavia A, Sabanes E et al. Evaluation of outcome of intravenous catheter-related infection in critically ill patients. American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine 2000; 162: 127-130.

Soifer NE, Borzak S, Ediin BR et al. Prevention of peripheral venous catheter complication with an intravenous therapy team a randomized controlled trial. American Medical Association 1998; 158: 473-130.

Ingram P, Lavery I. Peripheral intravenous therapy: key risks and implications for practice. Nursing Standard. 2005;19(46): 55-64.

Departemen Kesehatan RI. Angka kejadian infeksi nosokomial. Jakarta: Departemen kesehatan RI, 2006.

Fitria, Effendy C, Suseani HP. Tindakan pencegahan phlebitis terhadap pasien yang terpasang infuse di RSU Mokopido Tolitoli. Jurnal Ilmu Keperawatan 2008; 3(2): 166-122.

Uslusoy E, Mete S. Factors Leading To Phlebitis. J Am Acad Nursing Pract 2008; 20(4): 172-180.

Bakhriansyah M dkk. Farmakologi keperawatan PSIK program regular. Banjarbaru: Bagian farmakologi/terapi FK UNLAM, 2009.

Perpustakaan UPN Veteran Jakarta. Pengaruh tekhnik kompres hangat terhadap perubahan nyeri sendi pada pasien asam urat di Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu. UPN Veteran Jakarta 2011 ; (online) http://www.library.upnvj.ac.id/index.php?p=showdetail&id=6705 diakses 12 juni 2012).

Handoyo D. Pengaruh pemberian kompres panas terhadap intensitas nyeri pasien pasca bedah sesar dengan spinal anesthesi di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta. Profesi, 2008; 3(2):6-12.

Wahyuni NS, Nurhidayat S. Efektifitas pemberian kompres panas terhadap penurunan nyeri plebitis akibat pemasangan intravena line. Fenomena, 2008 :5(2); 114-124.

RSUD Banjarbaru. Laporan Surveilansi Infeksi Nosokomial RSUD Banjarbaru. Banjarbaru•. RSUD Banjarbaru 2011.

Sillahi GA. Metodelogi Penelitian dan Studi Kasus. Jakarta: Citra Media, 2000.

Meliala L, Pinzon R. Breakthrough in manajement of pain acute. Dexa Media 2007; 20(4): 151-155.

Brunner and Suddart. Buku ajar ilmu keperawatan medikal bedah. Edisi 8 Vol 2. Jakana: EGC, 2001.

Kozier B. Buku ajar praktik keperawatan klinis edisi 5. Jakarta:EGC, 2009.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/dk.v1i2.3176

Article Metrics

Abstract view : 169 times
PDF - 58 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by :

  

   

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

freehit counter

View Dunia Keperawatan Stats