HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN KADER DENGAN PELAKSANAAN POSYANDU PADA WILAYAH KERJA PUSKESMAS DI KOTA BANJARBARU

Bambang Setia Budi, Syamsul Arifin, Budi Setiawan

Abstract


ABSTRAK

Derajat kesehatan masyarakat di Indonesia masih rendah. Derajat kesehatan masyarakat dapat ditentukan oleh beberapa indikator, diantaranya adalah Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Faktor yang mempengaruhi naik-turunnya AKI dan AKB, diantaranya belum dimanfaatkannya sarana pelayanan kesehatan seperti posyandu secara optimal oleh masyarakat. Pelaksanaan posyandu berjalan dengan baik apabilamemiliki kader yang melaksanakan tugasnya secara optimal yang dibekali dengan tingkat pendidikan yang baikpula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan kader dengan pelaksanaan Posyandu pada wilayah kerja Puskesmas di Kota Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan rancanganobservasional analitik dengan metode pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 50Posyandu yangberada pada wilayah kerja delapan Puskesmas di Kota Banjarbaru. Pengambilan sampel penelitian dilakakan dengan teknik proportionale stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pendidikan kader posyandu pada wilayah kerja Puskesmas di Kota Banjarbaru : tingkat pendidikan SMA PT / sederajat sebanyak 67,3% dan SD - SMP / sederajat sebanyak 32,7%.Pelaksanaan Posyandu pada wilayah kerja Puskesmas di Kota Banjarbaru : baik sebanyak 66%, cukup 34% dan tidak ada yang kurang. Hasil uji chi square menunjukkan bahwap-value 0.001 (p 0,05). Kesimpulan terdapat hubungan yang bermaknaantara tingkat pendidikan kader dan pelaksanaan Posyandu pada wilayah kerja puskesmas di Kota Banjarbaru.

 

Kata-kata kunci: Posyandu, kader, tingkat pendidikan, pelaksanaan Posyandu

ABSTRACT

Standard of public health in Indonesia is still low. Standard of public health cm be determined by severd indicators, including the Maternal Mortality Rate (MidR) and Infant Mortality Rate (IIVR). Factors affecting the rise andfal! of MMR and IMR, including health care facilities have not been exploited as posyandu optimally bythe public. Posyandu run well when it has cadres who perform their duties optimally equipped with a good levelof education as well. This study aims to determine the relationship of level education cadres with the implementation of Posyandu in the Health Center Areas in Banjarbaru City. This study uses observation analytic design with cross sectional method. The samples used by 50 Posyandu is located in the working are Banjarbaru eight Health Centers in the city. Sampling was done by using stratified random sampling proporfionde. Thc results showed level education cadres af the Health Center Areas in Banjarbaru City : leveleducation of second middle school until univercity as much as 67.3 % and level education of elementary school until first middle school as much as 32.7 %. Implementation of integrated health at the Health Center Area inBanjarbaru Citv : as much as 66 % good , 34 % fairly and nothing less. Chi square test results showed that the p- value 0.002 (p 0, 05). Conclusion that there is a significant relationship between the level of education an the implementation of Posyandu in the Health Center Areas in Banjarbaru City.

 

Keywords: Posyandu, cadres, level of education, the implementation of the Posyandu.

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA :

Depkes RI. Buku saku gizi. Jakarta:Badan penelitian dan pengembangan kesehatan.2009.

Widiastuti, I Gusti AAM. Pemanfaatan pelayanan Posyandu di kota Denpasar, program magister kebijakan dan manajemen pelayanan kesehatan. Yogyakarta : Jurnal Universitas Gajah Mada. 2006.

Depkes RI. Pedoman umum pengelolaan posyandu. Jakarta : Departemen kesehatan dan kelompok kerja operasional Posyandu. 2006.

Arifin S, dkk. Pengembangan posyandu model dan desa siaga di Kalimantan Selatan. Yogyakarta. Genta Press. 2003.

Bangsawan KM. Faktor-faktor yang berhubungan dengan keaktifan kader posyandu di kecamatan Teluk Betung Barat kota Bandar Lampung. Jakarta: Tesis UI. 2010.

Yayasar. Dana Sejahtera Mandiri Revitalisasi Posyandu dan pengembangan posyandu mandiri. Jakarta. 2005.

Sembiring N. Posyandu sebagai saran peran serta masyarakat dalam usaha peningkatan kesehatan masyarakat. Bagian kependudukan dan Biostatistik Fakultas Kesehatan Universitas Sumatra Utara. USU Digital Library. 2001.

Patria S. Pedoman pengembangan desa siaga. Jurnal desa siaga. Jakarta. 2007;6:1-40

Sitohang dalam wistin Pratiwi Kahfi. Gambaran pelaksanaan 5 meja di Posyandu balita wilayah kerja puskesmas Kasihan II Bantul. Yogyakarta:Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran dan IlmuKesehatan Universitas MuhammadiyahYogyakarta, 2010.

Mangkunegara, Anwar Prabu. Manajemensumber daya manusia. BandungRosdakawa, 2005.Depdiknas Undang.undang sistem pendidikan nasional nomor 20. Jakarta.Depdiknas, 2003.

Depkes. RI, Pedoman pcmbinaan kesehatanusia lanjut bagi petugas kesehatam BinaKesehatan Masyarakat Departemet kesehatan, Jakarta: Depkes RI, 2006

Notoatmodjo S. Metodologj penelitiankesehatan. Jakarta Rineka Cipta. 2010




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/dk.v2i1.3372

Article Metrics

Abstract view : 60 times
PDF - 53 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Indexed by :

  

   

 

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

freehit counter

View Dunia Keperawatan Stats