PERAN EKSTRAKAIR KELAKAI DAN EKSTRAK AIR DAUN PEGAGAN DALAMMEMPERCEPAT PENURUNAN ERITEMA PADA MODEL TIKUS PUTIH YANG MENGALAMI LUKA TERKONTAMINASI

Novi Mustahdiati Nasri, Ichsan Rizany, Eko Suhartono, Rismia Agustina

Abstract


ABSTRAK

Luka terkontaminasi mengalami inflamasi sebagai respon alami yang terjadi pada kerusakan jaringan. Respon ini ditandai dengan adanya eritema yang dapat diturunkan melalui pemberian ekstrak air kelakai dan ektrak air daun pegagan sebagai antiinflamasi, Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek perawatan Iuka terkontaminasi dengan menggunakan eksfrak air kelakai (Stenochlaena palustris) dan ekstrak air. daun pegagan (Centella asiatica L.) dalam mempercepat penurunan eritema pada tikus putih (Rattus norvegicus). Design penelitian ini yaitu eksperimental murni dengan menggunakan post test only control group dan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 54 tikns putih yang dibagi menjadi 3 kelompok, setiap kelompok terdiri atas 18 tikus putih. Eritema dinilai menggunakan program Corel Photo-Paint. Penurunan intensitas eritema pada kelompok kontrol terjadi dalam waktu 7 hari 19 jam 12 menit. Sedangkan penurunan intensitas eritema pada kelompok perlakuan dengan ekstrak air kelakai terjadi dalam waktu 4 hari 6 jam 43 menit, dan kelompok perlakuan dengan ekstrak air daun pegagan terjadi dalam waktu 5 hari 16 jarn 48 menit. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan One Way Anova, dihasilkan nilai (p-value 4,05). Hal ini berarti rerata penurunan eritema pada kelompok perlakuan lebih cepat daripada kelompok kontrol.Dengan demikian, ekstrak air kelakai (Stenochlaena palustris) dan ekstrak air daun pegagan dapat mempercepat penurunan eritema pada tikus putih (Rattus norvegicus) yang mengalami Iuka terkontaminasi.

Kata-kata Kunci: Luka terkontaminasi, ekstrak air kelakai (Stenochlaena palustris), ekstrak air daun pegagan (Centella asiatica L.) eritema

ABSTRACT

Contaminated wounds has inflammation that occurs as a natural response to tissue damage. The response is characterized by erythema that can be reduced using water extract of kelakai(Stenochlaena palustris) and water extract ofpegagan (Centella asiatica L.) leaf as mti-inflammatoo. This research was made to make an evidence about that. This study was a pure experimental that used post lest only control group design with sintple random sampling. The samples were 54 white rats that were divided into 3 groups, every group consisted of 18 rats. Erythema was assessed using the program Corel Photo-Paint. The decline intensity of erythema in the control group occured within 7 days 19 hours 12 minutes. While the decline intensity of erythema in the treated group with water extract of kelakai occurred wi/hin 4 days 6 hours 43 minutes, and in the treated group with water extract ofpegagan 14 occurred within 5 days 16 hours 48 minutes. The data were analyzed using the One Way Annova, and the result ofp-value 0.00 (p-value 0.05). It means 'hat the average of erythema reduction in the treated group was faster than the control group. Thus, the water extract ofkelakai and water extract ofpegagan can accelerate the reduction of erythema on Rattus norvegicus with contaminated wound.

 

Keywords : contaminated wounds, water extract of kelakai (Stenochlaena palustris), water extract of
pegagan (Centella asiatiea L.), ezythema 


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA :

Suhartono E. Bakhriansyah M, Handayani R. Effect of Stenochlaena palustris extract on circulating endothelial cells Marmotacaligata induced fever. Majalah Farmasi Indonesia 2010; 21 :166-70.

Aspan R, Sherley, B, dkk. Serial data ilmiah terkini tumbuhan Obat Pegagan. Jakarta : Direktorat Obat ASLI Indonesia Badan Pengawas Obat dan Makanan RI; 2010.

Maharani DM, Haidah SN, Haiyinah. Studi potensi Kelakai (Stenochlaena palustris(Burm.F) Bedd) sebagai pangan fungsional.Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Indonesia;2006.

Winarto WP. Tanaman Obat Indonesiauntuk pengobat herbal jilid 2. Jakarta: Karyasari Herba Media;2007.

Maureen B. Healing and wound classification. Journal of Community Nursing; Proquest Nursing & Allied Health Search 2006;31:4.

Mansjoer A, dkk. Kapita selekta kedokteran edisi Ill. Jakarta : Media Aesculapius FKU1;2000.

Kozier, B. Fundamental or nursing, conceps, ,process, and practice. edition. Addison Wesley: Publishing Company Inc;2000.

Kalpokas I, Perdigon F, Rivero R, Talmon M, Sartore .1, Vinoles C. Effect of a povidone-iodine intrauterine infusion on progesterone levels and endomefrial steroid receptor expression in mares. Acta Veterinaria Scandinavica 2010;52(66): 1-8.

Yavascan O, Anil M, Kara OD, Bal A, Akcan N, Senturk S, et al. The comparison of exit-site care with normal saline and Povidone-lodine in preventing exit-site infection and peritonitin in children on chronic peritoneal dialysis treatment, Saudi J Kidney Dis Transpl

Walker D. Back to basic choosing the correct wound dressing. American nursing Journal 2000;96.

Somchit .NfN, Sulaiman MR, Zuraini A, Samsuddin L, Somchit N, Israf DA, et al. Antinociceptive and antiinflammatory effects of Centella asiatica. Indian Journal of Pharmacology 2004;36(6):377-80.

Chippada SM ,& Vangalapati M. Antioxidant, an anti-inflammatory and anti. arthritic activity of Centella asiatica extracts. Journal of Chemical, Biological and Physical Sciencesl 2011;(2):260-9.

Chippada SM, Volluri SS, Bammidi SR, Vangalapati M. In vitro anti inflammatory

activity of methanolic extract of Centella asiatica by HRBC membrane stabilisation. Rayasan J. Chem. 2011;4(5):457-60

Anilkumar M. Ethnomedicinal plants as antiinflammatory and analgesic agents. Ethnomedicine: A Source of Complementary Therapeutics 2010:4(2):457-60.

Yulian WU, Anis M, Sumarno. Efek perawatan Iuka terkontaminasi dengan ekstrak bawang putih lanang dalam mempercepat penurunan eritema. Jurnal KedokteranYarsi 2009; 17:021-30.

Maureen B. Ageing and wound care. Joumal of Community Nursing 2010;24(5)

Juniarto V, Prasetyo BM. Aktivitas sedian gel dari ekstrak Iidah buaya (Aloe barbadensis mill) pada persembuhan Iuka menict (Mus Musculus albinizs). J. Il Pert Indon 2006:19-23.

Ussiri EV, Mkony CA, Aziz MR. Sutured and open clean-contaminated laparatomy wounds at muhimbili national hospital : acomparison of complications. ECA Journal of Surgery 2004;9:89-95

Gayafri D. Perkembangan perawatan Iuka : dulu dan kini. Jurnal Keperawatan Indonesia 2005;2:23-4.

Pittella F, Dufra RC, Junior DD, Lopes MTP, Barbosa NR. Antioxidant and cytotoxic activities of Centella asiatica (L)Urb. Int. J. Mol. Sci. 2009;10:3713-21.

Fitriyani A, Winarti L, Muslichah S, Nuri. Uji antiinflamasi ekstrak metanol daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz &Pav ) pada tikus putih. Majalah Obat Tradisional 2011;16(1):34-42.

Yunanto A, Bambang S, Eko S. Peran radikal bebas pada intoksikasi dan patobiologi penyakit. Banjarmasin Pustaka Banua;2009.

Arini S, Nurmawan D, Alfani F, Hertiani T. Daya antioksidan dan kadar flavonoid hasil eksfraksi etanol-air daging buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.). Buletin Penalaran Mahasiswa UGM 2003;10(1):2-6.

Nijveldt R, van Nood E, van Hoorn DEC, Boelens PG, van Norren K, van Leeuwen PAM. Flavonoids: a review of probable mechanisms of action and potential application. Am J Clin Nutr. 2001;74:418-25.

Prameswari DP, Handajani J. Efek berkumur eksfrak pegagan (Centella asiatica (L.) urban) konsentrasi 40% dan 50% terhadap aktivitas spesifik glutathione s-transferase pada saliva penderita gingivitis sedang. Majalah Obat Tradisional 2010;15(3):138-45.

Widodo AD, Tumbelaka AR. Penggunaan steroid dalam tata laksana sepsis analisis kasus berbasis bukti. Sari Pediatri 2011;11(6):387-94.

Wulandari DC, Suryana K, Suwitra K. Pengaruh vitamin C terhadap c-reactiveprotein sebagai petanda inflamasi pada gagal ginjal kronik dengan hemodialisis reguler.J Peny Dalam 2008;9(3):184-93.

Yunanto A, Bambang S, Eko S. Peran radikal bebas pada intoksikasi dan patobiologi penyakit. Banjarmasin: Pustaka Banua; 2009.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/dk.v2i1.3385

Article Metrics

Abstract view : 172 times
PDF - 199 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by :

  

   

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

freehit counter

View Dunia Keperawatan Stats