EVALUASI CARA PENGGUNAAN INJEKSI INSULIN PEN PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI RSUD ULIN BANJARMASIN

Meta Adiwinata Atmaja, Noor Diani, Devi Rahmayanti

Abstract


ABSTRAK

Diabetes mellitus merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan tapi bisa di dikendalikan dengan penggunaan insulin namun, dalam memberikan pengobatan injeksi insulin yang benar adalah benar dosis, benar cara, benar waktu dan benar lokasi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai penggunaan injeksi insulin pen pada penderita diabetes mellitus di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk mendeskripsikan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi. Responden berjumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan accedental sampling. Waktu penelitian bulan Desember 2016-Januari 2017. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner demografi dan format penilaian untuk mengevaluasi cara penggunaan injeksi insulin pen. Hasil penelitian menunjukan data 20 (66,7%) responden sudah tepat dan benar dalam menggunakan injeksi insulin pen dan 10 (33,3%) responden yang belum tepat dan benar dalam menggunakan injeksi insulin pen. Perlu dilakukan program untuk mengevaluasi tentang cara penggunaan injeksi  insuin  pen  sehingga  mampu  mengoptimalkan  penerapan  penggunaan injeksi insulin pen yang baik dan tepat.

Kata-kata kunci: diabetes mellitus, evaluasi insulin, insulin.

ABSTRACT

Diabetes mellitus is one of a disease that can not be cured but can be control with insulin treatment. However, in providing treatment of insulin injections also with right dose, right lane, right time and right location. This study aims to Assessed the use of insulin pen injection on diabetes mellitus patients in hospital Ulin Banjarmasin. This study was used a descriptive method to described the important events that occurred. Respondents were 30 people. The sampling technique used accidental sampling. Study scheduled in December 2016-January 2017. The instruments used were a questionnaire on demographic and format of assessment to evaluate how to use insulin pen injection. The results showed the data of 20 (66.7%) of respondents were corrected and in the proper used of insulin injection pen and 10 (33.3%) of respondents were not precised and corrected in using insulin pen injection. It should be carried out to evaluate the program on how to use Insulin pen injection so as to optimised the use of the application insulin injection pen that is good and right.

 

Keywords : diabetes mellitus, evaluation of insulin, insulin.

Full Text:

PDF

References


KEPUSTAKAAN

World Health Organisation, Diabetes mellitus : report of a WHO study group, Geneva: World Health Organisation; 2006.

International Diabetes Federation, IDF diabetes atlas. 7th ed. International Diabetes Federation; 2015.

Subekti, I, Apa itu diabetes: patofisiologi, gejala dan tanda dalam Soegondo, S., Soewondo, P., Subekti, I. Penatalaksanaan diabetes mellitus terpadu. Jakarta: Balai Penerbit FK UI; 2015.

Soegondo, S. Prinsip penanganan diabetes, insulin dan obat hipoglikemik oral dalam Soegondo, S., Soewondo, P., Subekti, I. Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Terpadu. Jakarta: Balai Penerbit FK UI; 2015.

Soewondo, P., Subekti, I. & Soegondo, S. Penatalaksanaan diabetes mellitus. Edisi 2. Jakarta: Balai Penerbit FK UI; 2015.

Hendrata, M.I. Injection technique workshop on the 19th Jakarta diabetes meeting. Jakarta; 2010

Thahir, M.R. pompa insulin, alat mutakhir untuk penderita diabetes mellitus. Jakarta: Demedia; 2008.

Sudoyo, A. Buku ajar ilmu penyakit dalam. V ed. Jakarta: Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam; 2009.

Malinda, H., Rahmawati.,& Herman, H. Gambaran penggunaan obat antidiabetik pada pengobatan pasien diabetes mellitus tipe II rawat jalan di RSUP dr Wahidin Sudirohusodo Makassar; 2015. Volume 07 (01). Hal 93-102.

Sunjaya, I Nyoman. “Pola konsumsi makanan tradisional bali sebagai faktor risiko diabetes melitus tipe 2 di Tabanan.” Jurnal Skala Husada; 2009. Vol. 6 No.1 hal: 75-81.

Adnan, M., Mulyati, T., Isworo, J. Hubungan indeks massa tubuh (IMT) dengan kadar gula darah penderita diabetes mellitus (DM) tipe 2 rawat jalan di RS Tugu Rejo Semarang; 2011. Volume 2. pp. 18-24

Irawan, Dedi. Prevalensi dan faktor risiko kejadian diabetes melitus Tipe 2 di daerah urban Indonesia (analisa data sekunder riskesdas 2007). Thesis Universitas Indonesia; 2010.

Mc.wright, Bogdan. Panduan bagi penderita diabetes. Jakarta: Prestasi Pustaka; 2008.

Notoatmodjo, S. Ilmu perilaku kesehatan, Jakarta:PT Rineka Cipta; 2010.

Trisnawati, S., Setyorogo, S., Faktor resiko kejadian diabetes mellitus tipe II di puskesmas kecamatan Cengkareng Jakarta Barat Tahun 2012; 2012. Volume 5 (1).

Suyono, S. Patofisiologi diabetes mellitus dalam Soegondo, S., Soewondo, P., Subekti, I. Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Terpadu. Jakarta: Balai Penerbit FK UI; 2015.

Mona, E., Bintanah S., Astuti, R. Hubungan frekuensi pemberian konsultasi gizi dengan kepatuhan diit serta kadar gula darah penderita diabetes mellitus tipe II rawat jalan di RS Tugu Rejo Semarang; 2012. Volume 1

Lestari, D. Faktor-faktor yang mempengaruhi inisiasi insulin pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di rumah sakit umum daerah Kabupaten Kudus. Depok : Universitas Indonesia; 2013.

Samodra, A. Evaluasi cara penggunaan injeksi insulin pen pada pasien diabetes mellitus di RSUD Dr. Moewardi Surakarta, Naskah Publikasi, http://eprints.ums.ac.id/24259/8/NASKAH_PUBLIKASI.pdf; 2013.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/dk.v5i1.3639

Article Metrics

Abstract view : 1118 times
PDF - 4012 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by :

  

   

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

freehit counter

View Dunia Keperawatan Stats