TINGKAT PENDIDIKAN KELUARGA TERHADAP GOLDEN HOUR PASIEN STROKE DI RSUD ULIN BANJARMASIN

Yuniar Rahmina, Abdurahman Wahid, Rismia Agustina

Abstract


ABSTRAK

Rata-rata waktu kedatangan pasien adalah melebihi golden hour (8,9 jam). Tingkat pendidikan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terlambatnya pasien stroke tiba di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan terhadap golden hour pasien stroke di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik secara cross sectional dengan teknik accidental sampling pada 30 keluarga pasien stroke di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian dilakukan sejak November hingga Desember 2016 dengan wawancara. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,773>0,05 artinya H0 diterima, sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan golden hour (p= 0,773). Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan tidak berhubungan dengan golden hour pasien stroke di RSUD Ulin Banjarmasin.

 

Kata-kata kunci : golden hour, stroke, tingkat pendidikan keluarga.

 

ABSTRACT

The average time of arrival of the patient is exceeded golden hour (8.9 hours).The level of education is one factor that leads to delays in stroke patients arrive at the hospital. The aim of this study to determine correlation between education towards golden hour stroke patients in hospitals Ulin Banjarmasin. This study used cross sectional descriptive analytic with accidental sampling technique in 30 families of stroke patients in hospitals Ulin Banjarmasin. The study was conducted from November to Desember, 2016 with the interview. Analyze result obtained the value of significance (2-tailed amounted to 0.773> 0.05 means that H0 is accepted, so there is no significant relationship between the level of education with the golden hour (p = 0.773). This indicates that the level of education is not related to the golden hour of stroke patients in hospitals Ulin Banjarmasin.

 

Keywords : golden hour, stroke, family education level.


Full Text:

PDF

References


KEPUSTAKAAN

Smeltzer & Bare. Keperawatan medikal bedah Brunner and Sudart EGC: Jakarta. (8);3. 2001.

Widi N, S. Perhatikan ini pada penolongan pertama pasien stroke. Republika online, Kamis 3 Oktober 2013; 2013.

Batubara, S, O, Tat, F. Hubungan antara penanganan awal dan kerusakan neurologis pasien stroke di RSUD Kupang. Jurnal Keperawatan Soedirman; 10, 3. 2015.

Lenora M. M., Tamilyn B. Factors associated with hospital arrival time for stroke patients. The Journal of Neuroscience Nursing, (3) 3. 2004.

Herawati. Konsep keperawatan keluarga, Banjarbaru: Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat. 2016.

Hsia, A. W., Amanda, Castle, Jeffrey, J. Wing, et al. Understanding reasons for delay in seeking acute stroke care in an underserved urban population, NIH Public Access, 42(6): 1697–1701. 2011.

Mubarak, W, I. Pengantar keperawatan komunitas. Jogjakarta: Sagung Seto. 2005.

Wahid, A. & Santoso, B. R. Improving prehospital stroke system in Banjarmasin: from where we should begin? Makassar: Seminar Internasional Kegawatdaruratan. 2015.

Wawan, A & Dewi, M. Teori dan pengukuran pengetahuan, sikap dan perilaku manusia. Yogyakarta: Nuha Medika. 2010.

Notoatmodjo. Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. PT Rineka Cipta: Jakarta. 2007.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Diakses dari: sumber daya.ristekdikti.go.id/wp./uu-nomor-20-tahun-2003-tentang-Sisdiknas.pdf

Djali. Psikologi pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. 2008.

Ahmadi, A. Psikologi sosial, Jakarta: Rineka Cipta. 2007.

Gerungan, W. A. Psikologi sosial. Bandung: Refika Aditama. 2009.

Pidarta, M. Landasan kependidikan, stimulus ilmu pendidikan bercorak Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta. 2007.

Puspitawati, H. Pengantar studi keluarga. Bogor: PT Penerbit IPB Press. 2013.

Badan Pusat Statistik. Provinsi Kalimantan Selatan dalam SUSENAS 2011, http: bps.go.id. 2011.

Pinzon, R., Asanti, Lakasmi, Sugianto, Widyo, et al. Awas stroke: pengertian, gejala, tindakan, perawatan & pencegahan. Yogyakarta: Penerbit ANDI. 2010.

Kim, Y. S., Sang-Soon, P, Hee-Joon, B, et al. Stroke awareness decreases prehospital delay after acute ischemic stroke in Korea. BMC Neurology 2011. 11.2. 2011.

AHA/ASA Guideline. Guidelines for the early management of patients with acute ischemic stroke. Journal of The American Heart Association. 2013.

Anderson, J. A. Acute ischemic stroke: the golden hour. Nursing Critical Care. (11). 3. 2016.

Fassbender, K., Ballucani, C., Walter, S, et al. Streamlining of prehospital stroke management: The Golden Hour. Lancet Neurol. 12; 585-96. 2013.

Saver J.L. time is brain–quantified. Stroke. Journal of The American Heart Association. 37:263–266. 2006.

Respati, P. Tatalaksana rTPA intravena pada stroke iskemik akut. Scrib. Diakses dari https://www.scribd.com/document/322662165/Pkb-Stroke-Serial-Rtpa-Dr-dodik diupadate 31 Agustus 2016

Hacke W, Kaste M, Bluhmki E, Brozman M, Dávalos A, Guidetti D, et al. thrombolysis with alteplase 3 to 4.5 hours after acute ischemic stroke. The New England Journal of Medicine. 359(13): 1317-29. 2008.

Siddiqui, M, Shoaib, R, S, Zafar A, et al. Factors delaying hospital arrival of patients with acute stroke. J Pak Med Assoc. 2008.

Rasyid, AFS. Hubungan tingkat pengetahuan stroke dan tingkat pendidikan pada keluarga pasien stroke dengan tindakan keluarga pada penanganan awal stroke akut di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta Januari-Februari 2013. Access april 2, 2016. Institutional repository system.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/dk.v5i1.3644

Article Metrics

Abstract view : 382 times
PDF - 1808 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by :

  

   

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

freehit counter

View Dunia Keperawatan Stats