GAMBARAN KARAKTERISTIK LUKA BERDASARKAN SKOR MUNGS DAN ANKLE BRAKHIAL INDEKS (ABI) PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DENGAN ULKUS DIABETIK

Dahlia Dahlia, Noor Diani, Husaini Husaini, Paula Paulina, Makmun Makmun, Efriliana Efriliana, Elyana Fadian, Siti Nurjannah, Winda Permatasari

Abstract


Manajemen ulkus kaki salah satunya adalah dengan memastikan suplai darah yang cukup yang dapat dilihat dari nilai ABI serta perawatan luka lokal (termasuk pengendalian infeksi) yang dapat dilihat dari Skor MUNGS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran nilai ABI dan karakteristik luka berdasarkan instrumen pengkajian luka MUNGS pada pasien diabetes mellitus dengan ulkus diabetik. Metode penelitian ini berupa deskripsi kuantitatif melalui wawancara dengan pedoman. Teknik sampling menggunakan Accidental sampling dan jumlah sampel sebanyak 32 orang pasien Diabetes Mellitus dengsn ulkus diabetik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Skor ABI pada responden Diabetes Mellitus dengan ulkus diabetik yang memiliki skor ringan sebanyak 19 orang (59%) dan skor pengkajian luka (MUNGS) kategori sedang (6-10) sebanyak 17 orang (53%). Semakin tinggi skor MUNGS maka status luka buruk, sebaliknya semakin rendah nilai skor maka kondisi luka semakin baik.

 

 


Keywords


ABI Score; Diabetes Mellitus; Diabetic Ulcer; MUNGS Score

References


IDF, D. A. G. 2015. Update of mortality attributable to diabetes for the IDF Diabetes Atlas: Estimates for the year 2013. Diabetes research and clinical practice, 109(3), 461.

Bilous, R., & Donelly, R. 2014. Buku Pegangan Diabetes. Edisi ke-4. USA: John Willey & Sons Limites. Diterjemahkan oleh Egi Komara Yuda, S. Kp., MM.

Rahmaningsih, B. Y., Nur Hidayat, S. P., Iin Novita, N. M., & PD, S. 2016. Hubungan antara Nilai Ankle Brachial Index dengan Kejadian Diabetic Foot Ulcer pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Dr. Moewardi Surakarta (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Potier L, Rousse R, Labreuche J, Marre M, Cacoub P, Röther J, et al. 2015. Interaction between diabetes and a high ankle-brachial index on mortality risk. European Journal of Preventive Cardiology.; 22(5):615-21.

Xu, et al. 2010. Sensitivity and specificity of The Ankle Brackhial Index to Diagnose peripheral artery disease. VM. 15 (5): 361-69.

Pebrianti, S. dkk. 2018. Gambaran Ankle Brachial Index dan Skor Pengkajian Luka (Skor MUNGS) pada pasien ulkus kaki diabetik di RSUD dr Slamet Garut. Prosiding Seminar Nasional dan Diseminasi Penelitian Kesehatan. Stikes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya.

Suriadi Jais, Tisa Gusmiyah, Supriadi Syafei, Tutur Kardiatun, Hartono Maktal et al. 2016. A reliability study of wound assessment tools for diabetic patients in Indonesia. The Diabetic Foot Journal Volume 19 Nomor 2.

Faisal, Ali. 2015. Evaluasi Spektrum Gelombang USG Doppler dan Kaitannya Dengan Ankle Brakhial Index (ABI) dan Faktor-Faktor Risiko pada Pasien Peripheral Artery Disease (PAD). Universitas Indonesia.

Kannel WB; Mc Gee DL. 1985. Update on some epidemiologic features of intermittent claudication: the Framingham study. J Am Geriatr Soc. 1985: 33 (1): 13-8.

Hirsch AT, Criqui MH, Treat-Jacobson D, Regensteiner JG. 2001. Peripheral arterial disease detection, awarness and treatment in primary care. JAMA.;286(11):1317–24.

Wang J. C., Martin, B. 2012. Aging and artherosclerosis : mechanism, functional consequences and potential therapeutics for cellular senescene. Circulation Research. 111: 245-259.

Ariyanti. 2012. Hubungan Perawatan Kaki Dengan Resiko Ulkus Kaki Diabetes di RS PKU Muhamadiyah Yogyakarta.

Prasetyo, J.B. 2003. Ilmu Penyakit Jantung. Surabaya: Airlangga University.

Rinandyta SA. 2012. Perbedaan Kadar LDL pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Hipertensi dan Tanpa Hipertensi di RSUD Dr. Moewardi. Universitas Muhammadiyah Surakarta

Baumann L. et al. 2010. Self-care beliefs and behaviors di Ugandan adults with type 2 Diabetes. The Diabetes Educator, 36 (2), 293-300.

Kusniawati. 2011. Analisis Faktor yang Berkontribusi terhadap Self Care Diabetes pada Klien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Rumah Sakit Umun Tangerang. FIK.UI.

Rahman A. 2012. Faktor – Faktor Risiko Mayor Aterosklerosis pada Berbagai Penyakit Aterosklerosis di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Diponegoro University;.

Joshua A, Beckman, MD M, Mark A. Creager M, Peter Libby M. 2002. Diabetes and Atherosclerosis Epidemiologi, Pathophysiology, and Management. JAMA.;(287):2570–81.

Simatupang, Maria, dkk. 2013. Hubungan antara penyakit arteri perifer dengan faktor resiko kardiovaskuler pada pasien DM tipe 2. Manado: Jurnal e-clinic (ecl). Volume 1. Nomer 1.

Coffman JD, Eberhardt RT. 2003. Peripheral Arterial Disease, Diagnosis and Treatment. New York: Springer Seienee&Business Media.1-34p.

Suriadi Jais, Tisa Gusmiyah, Supriadi Syafei, Tutur Kardiatun, Hartono Maktal et al. 2016. A reliability study of wound assessment tools for diabetic patients in Indonesia. The Diabetic Foot Journal Volume 19 Nomor




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/dk.v7i2.6426

Article Metrics

Abstract view : 370 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 380 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Indexed by :

  

   

 

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

freehit counter

View Dunia Keperawatan Stats