TINGKAT FAKTOR RISIKO STROKE DENGAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP DETEKSI DINI PENYAKIT STROKE

Haris Faisal, Kurnia Rachmawati, Musafaah Musafaah

Abstract


ABSTRAK
Stroke adalah suatu penyakit deficit neurologis akut yang disebabkan oleh banyak faktor risiko (multikausal) dan interaksi antar faktor risiko tersebut dapat meningkatkan risiko untuk terkena stroke dimasa mendatang. Pemahaman akan pencegahan dan pengenalan penyakit stroke akan bermanfaat
untuk meminimalkan dampak serangan stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat faktor risiko stroke dengan pengetahuan masyarakat tentang deteksi dini penyakit stroke. Jenis penelitian adalah analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Responden pada penelitian ini berjumlah 40 orang. Data dianalisis dengan menggunakan analisa statistic korelasi dari Spearman Rank. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat faktor risiko stroke dengan pengetahuan masyarakat terhadap deteksi dini penyakit stroke di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Cempaka (p = 0,66; α = 0,05).

Kata-kata kunci: stroke, faktor risiko stroke, deteksi dini stroke, pengetahuan.

ABSTRACT
Stroke is an acute neurology deficit disease which is caused by many risk faktors(multicausal)and interaction of that risk faktors can increase risk to get stroke in the future. Comprehensive prevention and identification of stroke disease will be useful to reduce the impact of stroke attack. This research
aimed to know the relationship between the level of stroke risk faktors and people knowledge about early detection of stroke disease. This research was analytical with Cross Sectional approach. The respondents of this research was 40 peoples. Analysis data used correlation statistical from Spearman Rank. The outcome showed that there was no relationship between the level of stroke risk faktors and community’s knowledge about early detection of stroke disease in Public Health Center of Cempaka (p = 0,66; α = 0,05).

Keywords: stroke, risk faktor of stroke, early detection of stroke, knowledge.


Full Text:

PDF

References


Sihombing M. Hubungan perilaku merokok, konsumsi makanan/minuman, dan aktivitas fisik dengan penyakit hipertensi pada

responden obes di Indonesia. Majalah Kedokteran Indonesia 2010; 60: 9.

Chobanian AV, Alving BM, Bakris GL,et al. Seventh report of the joint

national committee on prevention, detection, evaluation, and treatment of high blood pressure. 2004; (online),(http://www.nhlbi.nih.gov, diakses 14 April 2014).

Widjaja D. Hipertensi dan stroke dalam simposium penatalaksanaan

hipertensi masa kini. Surabaya: UPF Ilmu Penyakit Saraf Fakultas

Kedokteran Universitas Airlangga, 2004.

Anonim. Pengetahuan sekilas tentang stroke. 2012; (online),

(http://www.yastroki.or.id, diakses 14 April 2014).

Davis CP. Stroke causes. 2010; (online).(http://www.emedicinehealth.com,

diakses 14 April 2014).

Wahyu GG. Stroke hanya menyerang orang tua? Jakarta: Bentang Pustaka, 2009.

Pinzon R. Cara cerdas cegah stroke. 2013; (online),

(http://www.strokebethesda.com, diakses 14 April 2014).

Lutfiyya MN, Huot KL, Amaro ML, et al. State level correlations between high heart attack and stroke symptomology knowledge scores and CVD risk factor and mortality rates. American Heart Association Journals 2013; 5(10).

Bietzk E, Davies R, Flyod A, et al. FAST enough? The UK general

public’s understanding of stroke. Royal College of Physicians 2012;

(5): 410–415.

Lumbantobing, SM. Stroke: bencana peredaran darah di otak. Jakarta: Balai Penerbit FKUI, 2003.

Gofir, A. Manajemen stroke evidence based medicine. Yogyakarta: Pustaka Cendekia Press, 2011.

Price SA, Wilson LM. Patofisiologi konsep klinis proses-proses penyakit edisi 6. Jakarta: EGC, 2006.

Wirasakti, BZ. Korelasi faktor-faktor risiko stroke dengan jenis patofisiologi stroke di RSUD Sleman Yogyakarta. Yogyakarta: FKUI Yogyakarta, 2012.

Basu S, Yoffe P, Hills N, Lustig RH. The relationship of sugar to

population-level diabetes prevalence: an econometric analysis of repeated cross-sectional data. 2012; (online),(http://www.journal.org, diakses 03 Desember 2014).

Anonim. Mengendalikan faktor risikostroke. 2013; (online),

(http://www.strokebethesda.com,diakses25 Maret 2014).

Rexrode KM. Emerging risk faktor in woman. 2009; (online),

(http://www.nhlbi.nih.gov, diakses 24 November 2014).

Wolf PA, Kannel WB. Atrial fibrilation as an independent risk

faktor for stroke: framingham study. Journal of The American Heart

Association. 2004; 22: 938–988.

Ropper AH, Brown RH. Adam and victor’s principles of neurology 8ed. Boston: McGraw-Hill Professional, 2005.

Bambang M, Suharti KS. Pencegahan stroke dan serangan jantung pada usia muda. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2008.

Pearson T. Primer in preventive cardiology. Texas: American Heart

Association, 2006.

Stroke Association. Understanding stroke risk. 2012; (online),

(http://www.strokeassociation.org, diakses 18 April 2014).

Harmsen P, Wilhemsen L, Lappas G, Rosengren A. Long term risk faktors for stroke. American Heart Association Journals. 2006; 37: 1663–1667.

Slark J, Bentley P, Majeed A, et al. Awareness of stroke symptomatology and cardiovascular risk faktors amongst stroke survivors. 2010; (online),(http://www.strokejournal.org, diakses 13 Oktober 2014).

Sundseth A, Faiz KW, Ronning OM, et al. Faktors related to knowledge of stroke symptoms and risk faktors in a Norwegian stroke population. 2014; (online),(http://www.strokejournal.org, diakses 13 Oktober 2014).

Berlinda OR. Hubungan antara hipertensi sebagai faktor risiko stroke

dengan identifikasi penyakit stroke diPanti Werdha Pangesti Lawang

Malang. Malang: PSIK FK Universitas Brawijaya, 2013.

Notoatmodjo S. Promosi kesehatanteori dan aplikasi. Jakarta: Rineka

Cipta, 2005.

Fadhila N. Hubungan pengetahuan,sikap dan perilaku tentang faktor

risiko penyakit serebrovaskular terhadap kejadian stroke iskemik.

; (online),(http://eprints.undip.ac.id, diakses 17 Oktober 2014).

Nastiti D. Gambaran faktor risiko kejadian stroke pada pasien stroke di rawat inap di Rumah Sakit Krakatau Medika tahun 2011. Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2012.

Pinzon R. Mengapa pasien stroke datang terlambat ke rumah sakit?Medicinus 2012: 23(1): 18 – 21.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/dk.v3i2.723

Article Metrics

Abstract view : 226 times
PDF - 751 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Indexed by :

  

   

 

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

freehit counter

View Dunia Keperawatan Stats