BENTUK TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM ACARA MARIO TEGUH GOLDEN WAYS

Johan Arifin

Abstract


Abstract: This research deals with directive speech in the Mario Teguh Golden Ways. This study uses a qualitative approach. That is, data that has been found later identified, analyzed and classified through a qualitative analysis. In line with the approach, the method used is descriptive method. From the results of the study, it is showed that the speech act in Mario Teguh Golden Ways is a directive speech act, which is seen from the number of words used by Mario in giving advice. This can be seen in terms of understanding that researcher found. Directive speech acts (directives) illocutionary aim to produce an effect of an act committed by the addressees; this illocutionary is for example, ordering, commanding, pleading, demanding, and giving advice. Keywords: Discourse, Directives Speech Acts, Mario Teguh Golden Ways 

Abstrak: Penelitian ini berkenaan dengan bentuk tidak tutur direktif dalam acara Mario Teguh Golden Ways. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Artinya, data yang telah ditemukan kemudian diidentifikasi, dianalisis dan diklasifikasikan melalui analisis secara kualitatif. Sejalan dengan pendekatannya, metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur yang banyak terdapat pada acara Mario Teguh Golden Ways adalah tindak tutur direktif yang dapat diamati dari banyaknya kalimat yang digunakan oleh Mario Teguh dalam berbicara memberi saran dan nasihat. Hal ini bisa dilihat dari segi pengertian yang telah peneliti dapatkan. Tindak tutur direktif (directives) ilokusi ini bertujuan menghasilkan suatu efek berupa tindakan yang dilakukan oleh petutur; ilokusi ini misalnya, memesan, memerintah, memohon, menuntut, memberi nasihat.

Kata kunci : Wacana, Tindak Tutur Direktif, Acara Mario Teguh Golden Ways


Full Text:

PDF

References


Arifin, Bustanul dan Abdul Rani. (2000). Prinsip-Prinsip Analisis Wacana. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional.

Chaer, A. (2003). Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta

Hermita, L. (2014). Tindak Tutur Direktif Pedagang Pakaian Dalam Bahasa Mandailing Di Pasar Ujung Gading Kabupaten Pasaman Barat. E-Journal Universitas Negeri Padang

Jumadi. (2010). Wacana Kajian Kekuasaan Berdasarkan Ancangan Etnografi Komunikasi dan Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Prisma.

Leech, Geoffrey. Penerjemah , M.D.D. Oka; pendamping Setyadi Setyapranata. (1993). Prinsip-Prinsip Pragmatik. Jakarta. UI-Press.

Mulyana. (2005). Kajian Wacana. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Prasetyo, A. (2010). “Nglulu Dalam Bahasa Jawa”. Lingua, Jurnal Bahasa dan Sastra, 6(2).

Putri, F.R. (2015). Tindak Tutur Direktif Guru Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia SMA Negeri 15 Padang. Jurnal Kependidikan. 1(2).

Tarigan, H. G.(2009). Pengajaran Wacana. Bandung: Angkasa.

Yule, G. (1998). Pragmatics. Terjemahan oleh Jumadi. 2006. Banjarmasin, Kalimantan Selatan: PBS FKIP Universitas Lambung Mangkurat.

Yusrita, Y. (2001). “Tindak Tutur Maaf di dalam Bahasa Indonesia di Kalangan Penutur Minangkabau”. Journal Ilmiah Masyarakat Linguistik Indonesia.No. 1: 93-103.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jvk.v31i2.3994

Article Metrics

Abstract view : 60 times
PDF - 109 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Vidya Karya

Indexed By:

               

 

 

Creative Commons License

Vidya Karya is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.