MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN SELF EFFICACY SISWA MENGGUNAKAN MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING PADA MATERI SISTEM KOLOID
Abstract
Abstract. This study aims to improve teacher and students activities, creative thinking ability, self efficacy, and student learning outcomes in Colloid system material using creative problem solving model. The subjects were 36 students of grade XI IPA SMA PGRI 4 Banjarmasin. This classroom action research was conducted in 2 cycles through the stages of planning, action, evaluation and observation, and reflection. The data were collected using observation instruments, creative thinking skills tests, student achievement test, and questionnaires. Analysis of the data used qualitative and quantitative analysis techniques. The results of the cycle I and cycle 2 showed: (1) there was an increase in teacher and student activities from good to very good, (2) students' creative thinking ability increased from moderate to high, (3) self efficacy of students increased from moderate to high, (4) students' learning outcomes on the attitude aspects improved from good (score 71,53) to be very good (score 86.34), the skill aspects improved from good enough to good, and the percentage of students' mastery increased from 52.78% in the first cycle to 83.33% in te second cycle.
Keywords: Creative problem solving, creative thinking ability, self efficacy, colloid system.
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas guru dan aktivitas siswa, kemampuan berpikir kreatif, self efficacy, dan hasil belajar siswa pada materi sistem Koloid menggunakan model pembelajaran creative problem solving. Subjek penelitian adalah 36 orang siswa kelas XI IPA SMA PGRI 4 Banjarmasin. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam 2 siklus melalui tahap-tahap perencanaan, tindakan, evaluasi dan observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan menggunakan instrumen observasi, tes kemampuan berpikir kreatif, tes hasil belajar, dan angket. Analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian siklus I dan siklus 2 menunjukkan: (1) terjadi peningkatan aktivitas guru dan aktivitas siswa dari baik menjadi sangat baik, (2) kemampuan berpikir kreatif siswa meningkat dari sedang menjadi tinggi, (3) self efficacy siswa menigkat dari sedang menjadi tinggi, (4) hasil belajar siswa pada aspek sikap meningkat dari baik (skor 71,53) menjadi sangat baik (skor 86,34), aspek keterampilan meningkat dari cukup baik menjadi baik, dan persentase ketuntasan pengetahuan siswa meningkat dari 52,78% pada siklus I menjadi 83,33% di siklus II.
Kata kunci: creative problem solving, kemampuan berpikir kreatif, self efikasi, sistem koloid.
Full Text:
PDFReferences
Abidin, Y. (2013). Pengembangan Model Penilaian Otentik Dalam Pembelajaran Membaca Pemahaman Di Sekolah Dasar. Pendidikan, 1(1): 5-6.
Amali, F., Komariah, & Umar. (2015). Perbedaan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Antara Pembelajaran Yang Menggunakan model Creative Problem Solving Dengan Konvensional. Antologi, 1(1): 1-10.
Aryani, S. (2015). Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Dan Hasil Belajar Hidrolisis Garam Melalui Model Pembelajaran Creative Problem Solving Pada Siswa Kelas XI Ms-1 SMA Negeri 2 Banjarmasin Tahun Pelajaran 2014/2015. Skripsi Sarjana. Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin. Tidak dipublikasikan.
Aulia, M. R. B. (2015). Peningkatan Kompetensi Siswa Kelas X TGB SMK Negeri 2 Depok Pada Mata Pelajaran Ilmu Ukur Tanah Menggunakan Model Pembelajaran Creative Problem Solving. Yogyakarta: Skripsi. Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta.
Hariawan, komaluddin, & Wahyono. U (2013) Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Fisika Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 4 Palu. Pendidikan Fisika Tadulako. 1(2): 48-54.
Huda, M. (2013). Model–Model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Kisti, H.H., & Aini, N.F.N. (2012). Hubungan Antara Self Efficacy dengan Kreativitas Pada Siswa SMK. Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 1(2): 52-58.
Mahmudi, A. (2010). Pengaruh Pembelajaran dengan Strategi MHM Berbasis Masalah terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif, Kemampuan Pemecahan Masalah, dan Disposisi Matematis, serta Persepsi terhadap Kreativitas. Skripsi Sarjana. Universitas Pendidikan Indonesia. Tidak dipublikasikan.
Masjudin & Hasanah, U. (2013). Penerapan Metode Creative Problem Solving Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Berpikir Kreatif Siswa Kelas X TKJ Pada Mata Pelajaran Matematika Materi Pokok Matriks Di SMK. Ilmiah IKIP Mataram, 1(2): 197-202.
Masraroh, L. (2012). Meningkatkan Self-efficacy Melalui Bimbingan Kelompok Teknik Modeling. Pendidikan, 1(1): 84-120.
Nikmah, H., Wildan, & Muntari. (2015). Implementasi Model Kooperatif Tipe STAD terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa Ditinjau dari Keterampilan Berpikir Kreatif. Tadris IPA Biologi, 8(1): 33-41.
Nur, M. (2014). Berpikir Kreatif. Surabaya: Unesa Press.
Sudjana, N. (2014). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sumiardi. (2014). Penerapan Peta Konsep Sebagai Alat Evaluasi Pemahaman Konsep Dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA Pada Materi Pokok Koloid. Pendidikan, 1(1): 1-9.
Tista, I.R. (2015). Peningkatan kemampuan Berpikir Kritis Matematis dan Self-Efficacy dengan Menggunakan Pendekatan Pembelajaran Creative Problem Solving. Pendidikan, 1(1): 1-2.
Totiana, F. (2012). Efektivitas Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Yang Dilengkapi Media Pembelajaran Laboratorium Virtual Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Materi Pokok Koloid Kelas XI IPA Semester Genap SMA Negeri 1 Karanganyar Tahun Pelajaran 2011/2012. Pendidikan Kimia (JPK), 1(1): 1-8.
Widoyoko, S.E.P. (2014). Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jvk.v32i1.4147
Article Metrics
Abstract view : 1841 timesPDF - 1994 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2017 Vidya Karya
Indexed By

Vidya Karya is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




.png)
.jpg)

