Penyelesaian Sengketa Masyarakat Bantaran Sungai Di Kota Banjarmasin Dalam Perspektif Sosio-Legal

Syahrida Syahrida, Rahmida Erliyani, Diana Rahmawati, Arisandy Mursalin, Eko Taufikur Rahman, Putri Ramadhaniah, Gusti Alya Fathia Farah

Abstract


Penelitian ini mengkaji dimensi sosial-hukum pluralisme hukum dengan menganalisis interaksi antara hukum adat, norma-norma Islam, dan budaya hukum Masyarakat di bantaran sungai  Banjarmasin, Indonesia. Sebagai masyarakat mayoritas Muslim dengan tradisi adat yang kuat, Banjarmasin menawarkan studi kasus yang menarik untuk memahami bagaimana sistem hukum plural beroperasi di pemukiman tepi sungai di Kota Banjaramsin meliputi 5 kecamatan yang ada di Kota Banjarmasin. Dengan menggunakan penelitian lapangan etnografis, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumen, studi ini meneliti bagaimana penyelesaian sengketa berbasis komunitas berfungsi di luar kerangka hukum formal. Dalam perspektif sosio legal riset ini menunjukkan temuan bahwa sengketa yang ada pada masyarakat di bantaran sungai di Kota Banjarmasin, melibatkan hubungan keluarga, kepemilikan tanah, dan konflik antar warga (tetangga) sering diselesaikan melalui model penyelesaian sengketa secara mediasi berbasis hukum adat yang diwarnai dengan prinsip-prinsip etika Islam. Proses ini menekankan rekonsiliasi, tanggung jawab kolektif, dan pelestarian harmoni sosial daripada hasil hukuman atau sanksi. Koeksistensi antara hukum negara, norma adat, dan nilai-nilai Islam mencerminkan budaya hukum yang dinamis yang beradaptasi dengan tantangan kontemporer sambil mempertahankan dasar-dasar tradisionalnya. Penelitian ini berkontribusi pada kajian sosio-legal dengan memberikan wawasan empiris tentang kekuatan sistem hukum plural dan signifikansinya bagi akses ke keadilan di masyarakat mayoritas Muslim. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya mengintegrasikan mekanisme penyelesaian sengketa yang berakar pada budaya ke dalam kerangka hukum formal untuk mengembangkan model keadilan yang inklusif dan responsif

Full Text:

PDF

References


Benton, L. (2002). Law and colonial cultures: Legal regimes in world history, 1400–1900. Cambridge University Press.

Benda-Beckmann, F. von, & Benda-Beckmann, K. von. (2006). The dynamics of change and continuity in plural legal orders. Journal of Legal Pluralism and Unofficial Law, 38(53–54), 1–44. https://doi.org/10.1080/07329113.2006.10756597

Ewick, P., & Silbey, S. S. (1998). The common place of law: Stories from everyday life. University of Chicago Press.

Friedman, L. M. (1975). The legal system: A social science perspective. Russell Sage Foundation.

Griffiths, J. (1986). What is legal pluralism? Journal of Legal Pluralism and Unofficial Law, 18(24), 1–55. https://doi.org/10.1080/07329113.1986.10756387

Hooker, M. B. (1978). Adat law in modern Indonesia. Oxford University Press.

Hooker, M. B. (1984). Islamic law in South-East Asia. Oxford University Press.

Lev, D. S. (1972). Islamic courts in Indonesia: A study in the political bases of legal institutions. University of California Press.

Merry, S. E. (1988). Legal pluralism. Law & Society Review, 22(5), 869–896. https://doi.org/10.2307/3053638

Murdan, Murdan dan Soi, Andi Bahri. “The Phenomenon of Legal Exception in Indonesian Legal Pluralism”. Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum, Juli 2025. 250-265. https://doi.org/10.35905/diktum.v23i2.13130

Moore, S. F. (1973). Law and social change: The semi-autonomous social field as an appropriate subject of study. Law & Society Review, 7(4), 719–746. https://doi.org/10.2307/3052967

Soepomo. (1982). Bab-bab Tentang Hukum Adat. Pradnya Paramita.

Trubek, D. M., & Galanter, M. (1974). Scholars in self-estrangement: Some reflections on the crisis in law and development studies in the United States. Wisconsin Law Review, 1974(4), 1062–1102.

von Benda-Beckmann, F. (2002). Who’s afraid of legal pluralism? Journal of Legal Pluralism and Unofficial Law, 34(47), 37–82. https://doi.org/10.1080/07329113.2002.10756563

Zainuddin, A. (2004). Hukum Islam dalam sistem hukum nasional di Indonesia. RajaGrafindo Persada




DOI: http://dx.doi.org/10.32801/damai.v10i2.24778

Article Metrics

Abstract view : 225 times
PDF - 111 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Syahrida Syahrida, Rahmida Erliyani, Diana Rahmawati, Arisandy Mursalin, Eko Taufikur Rahman, Putri Ramadhaniah, Gusti Alya Fathia Farah

ABSTRACTED & INDEXED BY:

1. DIMENSIONS

2. INDEX COPERNICUS INTERNATIONAL WORLD OF JOURNALS

3. GARUDA

4. GOOGLE SCHOLAR

  

 

The work published in Badamai Law Journal is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.

Creative Commons License

StatCounter Resume

 

Flag Counter