Kondisi psikologis dan perilaku makan dalam menentukan status gizi lansia

Gyonneseva Yoskias Wirahana(1*),Gelora Mangalik(2),Yulius Yusak Ranimpi(3)
(1) Program Studi Gizi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga
(2) Program Studi Gizi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga
(3) Fakultas Teologi, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga
(*) Corresponding Author
DOI : 10.20527/ecopsy.2021.02.002

Abstract

Menua bukanlah suatu penyakit, melainkan proses penurunan daya tahan tubuh dalam menghadapi rangsangan dari dalam dan luar tubuh. Perubahan yang dialami lansia terjadi pada ranah fisik dan juga psikis. Dalam hal perubahan status gizi pada lansia lebih disebabkan karena adanya perubahan lingkungan, kondisi faali dan status kesehatan termasuk kondisi psikologis. Pemilihan makanan adalah perilaku yang beragam yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti psikologis, sosial, dan ekonomi. Penelitian ini mencari apakah ada hubungan antara kondisi psikologis, perilaku makanan dan status gizi pada lansia. Metode  penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik analisa korelasional. Data dikumpulkan menggunakan form SQ-FFQ untuk mengetahui perilaku makan lansia, instrumen psikologis Geriatric Depression Scale dan Geriatric Anxiety Scale untuk melihat kondisi psikologis pada lansia, dan perhitungan IMT untuk melihat status gizi pada lansia. Teknik sampling yang digunakan adalah populasi sampling dimana semua populasi lansia dijadikan responden dalam penelitian ini. Penelitian dilakukan di Desa Cikampek Selatan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Hasil perhitungan dengan menggunakan rumus korelasi r kuadran dengan hasil χ²hub = 8,029 < 12,6 pada responden pria dan χ²hub = 6,225 < 15,5 pada wanita yang dapat diartikan bahwa tidak ada hubungan antara status psikologis lansia dengan status gizinya, tetapi status psikologis mereka secara tidak langsung mempengaruhi pemilihan makan, dan juga pemenuhan makannya. Di samping itu, penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang dimiliki oleh responden dalam hal status psikologis, pola makan, dan juga pemenuhan zat gizi baik itu berdasarkan jenis kelamin, dan tempat tinggal.

Keywords


Lansia; faktor psikologis; perilaku makan; status gizi

References


Arisman, M. B. (2009). Gizi dalam daur kehidupan. EGC.

Astawan, M, & Wresdiyati, T. (2004). Diet sehat dengan makanan berserat. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

Avis, N. E. (2003). Depression during the menopausal transition. Psychology of Women Quarterly 27 (2) 91-100. https://doi.org/10.1111/1471-6402.00089

AKG.(2013). Angka Kecukupan Gizi Energi, Protein Yang Dianjurkan Bagi Bangsa Indonesia. Lampiran Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75.

Badan Pusat Statistik Jawa Barat. (2017). Profil lansia Provinsi Jawa Barat 2017. https://jabar.bps.go.id/publication/2018/05/29/09e63178d5ac779bab448180/profil-lansia-provinsi-jawa-barat-2017.html

Beck, M. E. (2011). Ilmu gizi dan diet. Penerbit ANDI.

Dharma, A. (2014). Bentuk Dukungan Keluarga Pada Lansia Etnis Tionghoa Di Kota Bandung. pp. A_19-A_26 (Di

Dewi, S. R. (2014). Keperawatan gerontik. CV Budi Utama.

Fatmah. (2013a). Gizi usia lanjut. Penerbit Erlangga.

Fatmah. (2013b). Masalah gizi usia lanjut: Upaya penelitian & pengembangan dalam memanusiakan lanjut usia penuaan penduduk & pembangunan di Indonesia. Survey Meter.

Fatimah-Muis S, & Puruhita N. (2010). Gizi pada lansia. Dalam: Martono H, & Pranaka K. Buku ajar Boedhi-Darmojo: geriatri (ilmu kesehatan usia lanjut). Balai Penerbit FKUI.

Hutapea, B. (2011). Emotional intelegence dan psychological well-being pada manusia lanjut usia anggota organisasi berbasis keagamaan di Jakarta. INSAN, 13 (02), 64-73.

Indriyani, S., Mabruri, M. I., & Purwanto, E. (2014). Subjective well-being pada lansia ditinjau dari tempat tinggal. Developmental and Clinical Psychology, 3 (1), 66-72. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/dcp/article/view/4450

Irianto, K. (2014). Ilmu kesehatan masyarakat. Alfabet.

Istiany, A., & Rusilanti. (2013). Gizi Terapan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Kasiram, M. (2008). Metodologi penelitian. UIN-Malang Pers.

Kane, R. L., Ouslander, J. G., Abrass, I. B.; & Resnick, B. (2009). Essential of clinical geriatrics, 6th Edition. McGraw Hill.

Kementrian Kesehatan. (2011). Pedoman pelayanan gizi lanjut usia. Dirjen Bina Gizi Kesahatan Ibu dan Anak Kemenkes RI.

Kuntjoro, Z. (2007). Masalah kesehatan jiwa lansia. Epsikologi. http://www.epsikologi.com/epsi/lanjutusia_detail.asp?id=182

Macdonald, A. J. D. (2009). Kesehatan mental pada lanjut usia. ABC Kesehatan Mental. EGC.

Meirina. (2011). Hubungan dukungan keluarga, karakteristik keluarga dan lansia dengan pemenuhan nutrisi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Bogor Selatan (Master’s thesis, Universitas Indonesia, Depok). [Internet] http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20281717-T%20Meirina.pdf

Notoatmodjo. (2002). Metodologi penelitian kesehatan. PT Rineka Citra.

Nugroho. (2008). Keperawatan gerontik. Buku Kedokteran EGC.

Patnani, M. (2012). Kebahagiaan Pada Perempuan. Jurnal psikogenesis 1(1), 58

Proverawati, A. & Wati, E K. (2011). Ilmu gizi untuk perawat dan gizi kesehatan. Yulia Medika.

Rahmawati, A, Herani, I., & Akhrani, L. A. (2013). Makna kebahagiaan pada Jamaah Maiyah, Komunitas Bangwetan Surabaya. Jurnal Mahasiswa Psikologi, 1(2), 1-12. http://jmpsi.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jmpsi/article/view/2.

Ramlah. (2011). Hubungan pelaksanaan tugas kesehatan dan dukungan keluarga dengann lansia di wilayah kerja puskesmas kassi-kassi Makassar. (Master’s thesis, Universitas Indonesia, Depok). https://www.lontar.ui.ac.id

Setyoadi, N., & Ermawati, F. (2011). Perbedaan tingkat kualitas hidup pada lansia wanita di komunitas dan panti. http://unbra.ac.id.

Suardiman, P, S. (2011). Psikologi lanjut usia. Gadjah Mada University Press

Tamher, S., & Noorkasiani. (2012). Kesehatan usia lanjut dengan pendekatan

asuhan keperawatan. Salemba Humanika

Kusuma, M. T. L. P, Wirasto R. T., & Huriyati E. (2010) Status stres psikososial dan hubungannya dengan status gizi siswa SMP Stella Duce 1 Yogyakarta. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 6(3), 138-44. https://jurnal.ugm.ac.id/jgki/article/view/17722

Utami, N. (2019). Validitas dan reliabilitas Geriatric Depression Scale-15 versi Bahasa Indonesia. (Tesis, Tidak Dipublikasikan). Universitas Sumatera Utara.

Wahyuhandini, R., Hartriyani, Y. (2014). Uji validitas dan reliabilitas Food Frequency Questionnaire (FFQ) Dan Food Recall 24 Hours terhadap food record dalam penilaian konsumsi energi, asam folat,kalsium , dan zat besi pada ibu hamil. (Skripsi. Tidak dipublikasikan). Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta

Wirakusumah, E. S. (2000). Tetap Bugar di Usia Lanjut. Trubus Agriwijaya.

Zuraida, S., Dewi, A. P, & Indriati, G. (2014). Deskripsi gaya hidup lansia yang tinggal bersama keluarga dan di PSTW Khusnul Khotimah. Jurnal Online Mahasiswa, 1(2), 1-9. https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMPSIK/article/view/3392


Article Statistic

Abstract view : 604 times
PDF (Bahasa Indonesia) views : 800 times

Dimensions Metrics

Article History

Submited : 18 June 2020
Published : 29 April 2021

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Gyonneseva Yoskias Wirahana, Gelora Mangalik, Yulius Yusak Ranimpi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.