SUBSTITUSI TEPUNG LABU KUNING (Cucurbits moschata, Durch) TERHADAP KANDUNGAN VITAMIN A DAN DAYA TERIMA PANELIS PADA SOSIS IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

Fu'ad Hasyim Asyngari, Agustiana Agustiana, Hafni Rahmawati

Abstract


 Labu kuning merupakan sayuran yang kaya akan beta karoten sebagai prekursor vitamin A. Labu kuning dapat diolah menjadi tepung, yang kemudian disubstitusikan pada produk sosis ikan untuk meningkatkan nilai gizinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan persentase substitusi tepung labu kuning yang tepat, mempelajari pengaruh substitusi tepung labu kuning terhadap kandungan vitamin A dan daya terima panelis produk sosis ikan nila. Tahapan pertama adalah pembuatan tepung labu kuning dengan pengeringan menggunakan sinar matahari selama 2-3 hari yang dilanjutkan dengan proses penepungan. Selanjutnya tepung labu kuning disubstitusikan pada sosis ikan nila dengan persentase 0%, 10%, 15% dan 20% dari total keseluruhan adonan sosis ikan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosis ikan nila dengan persentase substitusi tepung labu kuning 20% merupakan perlakuan terbaik ditinjau dari kandungan vitamin A. Persentase substitusi tepung labu kuning dapat meningkatkan kandungan vitamin A pada sosis ikan nila. Kandungan vitamin A sosis ikan nila dengan subtitusi tepung labu kuning dengan persentase 0%, 10%, 15% dan 20% berturut-turut yaitu < 0,01 μg/g, 0,9825 μg/g, 1,5025 μg/g dan 1,5375 μg/g. Hasil uji organoleptik menunjukkan daya terima panelis terhadap sosis ikan nila dengan substitusi tepung labu kuning berkisar antara 5 (agak suka) sampai dengan 6,8 (suka).

Pumpkin is vegetable that rich in beta carotene as a precursor of vitamin A. Pumpkin can be processed into flour, which is then substitution on fish sausage products to improve the nutritional value. The purpose of this study was get precise percentage substitution of pumpkin flour, to know the effect of pumpkin flour substitution on the content of vitamin A and the panelist acceptance on tilapia sausage product. The first stage was manufacturing of pumpkin flour with drying using sunlight for 2-3 days, followed by the process of flouring. The next pumpkin flour in substitution on the tilapia sausage with a percentage 0%, 10%, 15% and 20% of the total fish sausage batter. This study uses a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. The results showed that tilapia fish sausage with 20% substitution of pumpkin flour is the best treatment in terms of the vitamins A content. Percentage substitution of pumpkin flour may increase vitamin A content in tilapia fish sausage. The content vitamin A tilapia fish sausage with substitution of pumpkin flour with a percentage of 0%, 10%, 15% and 20% consecutively are <0.01 mg / g, 0.9825 ug / g, 1.5025 ug / g and 1.5375 ug / g. The organoleptic test results showed that panelists acceptance on tilapia fish sausage with substitution of pumpkin flour ranging between 5 (rather like) up to 6,8 (like).


Keywords


Sosis Ikan Nila, Tepung Labu Kuning, Vitamin A dan Daya Terima Panelis,Tilapia Fish Sausage, Pumpkin Flour, Vitamin A and Panelists Acceptance

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.20527/fs.v6i2.2687

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.