KAPASITAS PENANGKAPAN IKAN PELAGIS KECIL DI PERAIRAN PANTAI BARAT SULAWESI SELATAN (FISHING CAPACITY OF SMALL PELAGIC FISH IN OF WEST COAST OF SOUTH SULAWESI)

Alfa Nelwan

Abstract


Kapasitas penangkapan adalah ukuran kemampuan yang dikerahkan oleh berbagai jenis unit penangkapan ikan yang tergabung sebagai suatu armada penangkapan ikan untuk memperoleh hasil tangkapan. Penelitian ini menganalisis trend dan kapasitas penangkapan ikan pelagis kecil di perairan pantai barat Sulawesi Selatan. Delapan jenis alat penangkap yang signifikan di Selat Makassar, perairan barat Provinsi Sulawesi Selatan adalah payang, pukat pantai, pukat cincin, jaring insang hanyut, jaring lingkar, jaring insang tetap, bagan perahu dan bagan tancap.  Produksi dari 8 unit penangkapan berdasarkan 6 jenis ikan pelagis kecil, yaitu (1) kembung (Rastrelliger sp), (2) layang (Decapterus sp), (3) lemuru (Sardinella longiceps), (4) selar (Selaroides spp), (5) tembang (Sardinella  fimbriata), (6) teri (Stolephorus spp). Total upaya penangkapan ikan tahunan dari kedelapan jenis unit penangkapan ikan tersebut dihitung untuk kurun waktu selama 20 tahun (1987-2006) dengan menerapkan standardisasi berdasarkan kemampuan setiap jenis unit penangkapan ikan.  Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi trend CPUE dan kapasitas penangkapan ikan pelagis kecil menggunakan metode Peak to Peak Analysis di tiga zona perairan pantai, yaitu perairan laut dangkal  (zona A), perairan bentuk teluk (zona B) dan perairan laut dalam (zona C), Tren CPUE di ketiga zona menunjukkan cenderung menurun dalam kurun waktu 30 tahun, dimana tren menurun CPUE di zona C menunjukkan lebih besar dibandingkan zona lainnya.  Kapasitas penangkapan di zona A, perlu mereduksi jumlah unit penangkapan sebesar 6%, sedangkan di zona B sebesar 5% dan zona C sebesar 11% untuk mencapai produksi optimal.

Fishing capacity can be regarded as a total mobilized capability made by fishing fleet to produce catch. This research analyze trend and fishing capacities of small pelagic fish in off west coast of South Sulawesi. There are 8 significant fishing unit operated in off west coast of South Sulawesi ; these are  payang, beach seine, purse seine, drift gill net, encircling gillnet, fixed gill net, boat liftnet, fixed liftnet.  The fish production data cover 6 types of fish, i.e. Indian mackerel, anchovy, sardines, scads, and trevally caught by 8 types fishing unit. Annual fishing effort and CPUE over a period of 30 years (1977-2006) were calculated after a standardization considering variability in capture capability and fisheries development.  Analysis was conducted for identifyng CPUE trend and fishing capacities of small pelagic fish using Peak to Peak Analysis. The study area was divided into three regions, i.e, around Spermonde Island  (zone A), off Polman and Pinrang district (zone B) and off Majene dan Mamuju district (zone C).  CPUE trend in three water zone showed to decrease for 30 year of period, where decreasing CPUE trend at zone C was higher than other zones.  Fishing capacities in zone A need to be reduced of fishing effort for  6%, whereas in zone B was 5% and zone C was 11%.


Keywords


kapasitas penangkapan, peak to peak analysis, CPUE, ikan pelagis kecil, Selat Makassar, standardisasi,Fishing capacity, peak to peak analysis, CPUE, small pelagic fish, Makassar Strait, standarization

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.20527/fs.v1i2.1184

Article Metrics

Abstract view : 4 times
PDF - 36 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.