SIFAT FISIKO-KIMIA GELATIN KULIT IKAN BELUT DAN LELE PADA KEADAAN SEGAR DAN KERING

Hafni Rahmawati, Yudi Pranoto

Abstract


Pengeringan kulit ikan sebagai bahan baku gelatin berpengaruh terhadap sifat fisiko-kimia. Untuk mengetahui pengaruh pengeringan dilakukan perbandingan kulit ikan dalam kondisi segar dan kering. Selain itu untuk mempelajari sifat fisiko-kimia gelatin hasil ekstrasi ikan air tawar digunakan kulit ikan belut dan lele. Kulit ikan belut dan lele tidak bersisik, berlendir dan berlemak untuk ikan lele, berbeda dengan kulit ikan pada umumnya yang dijadikan gelatin. Tahapan ekstraksi yang dilakukan untuk keseluruhan jenis ikan sama, kecuali penanganan kulit ikan kering yang sebelumnya direndam dalam air selama 4 jam. Kulit ikan direndam kembali dalam 0,05M asam asetat selama 10 jam, kemudian dicuci dan diekstraksi dengan aquadest pada suhu 80OC selama 2 jam, cairan yang didapat difiltrasi. Filtratnya dikeringkan dalam cabinet dryer suhu 55OC selama 48 jam hingga diperoleh lembaran gelatin, kemudian diblender menjadi granula gelatin.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa gelatin kulit ikan kering mempunyai kekentalan setingkat dengan gelatin dari kulit ikan segarnya, kekuatan gel dan titik leleh pun lebih tinggi. Pengeringan kulit ikan berpengaruh pada peningkatan nilai kekeruhan dan warna (L,a, b). Gelatin kulit kering ikan belut adalah yang terbaik dengan kekentalan 6,65 cps, kekuatan gel 206,30 Bloom, dan titik leleh 22,33OC. Namun dari kekeruhan yaitu 1,65 ntu dan warna (L = 41,87, a = 8,90, b = 27,27) yang terbaik dalah gelatin kulit segar ikan belut.

Fish skin was a raw material for gelatin extracted. Fish skin drying was effect to physico-chemical of gelatin. Fresh fish skin and dry fish skin was compare to studied gelatin extracted. Swamp ell skin and catfish skin was compare too. Swamp ell skin doesn’t have scales, with much mucus and a few fat for catfish, it’s different from another fish skin that gelatin extracted usually.

The first stage of the research was raw material preparation (fresh and dry fish skin) soaked in aquadest for 4 hours. Fish skin extracted using 0,05 M acetic acid for 10 hours, washed in water and then extracted using aquadest at 80OC for 2 hours to get gelatin liquid, the liquid was filtrated. Filtrat was dried in cabinet dryer at 55OC for  48 hours to get gelatin layers, and then blended to get gelatin granule. The results were showing viscosity of gelatin from dry fish skin as same as from fresh fish skin, gel strength and melting point of gelatin from dry fish skin was higher than from fresh fish skin. Influence of fish skin drying was increase turbidity and color of gelatin. The best gelatin was ekstracted from dry skin swamp ell with viscosity 6,65 cps, gel strength 206,30 Bloom, melting point 22,33OC. Gelatin from fresh skin swamp ell was the best turbidity 1,65 ntu and color (L = 41,87, a = 8,90, b = 27,27).

 

 

 

 

 


Keywords


kulit ikan segar, kulit ikan kering, belut, lele, gelatin, fisiko-kimia,fresh fish skin, dry fish skin, swamp ell, catfish, gelatin, physico- chemical

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.20527/fs.v2i3.1148

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.