PEMODELAN MATEMATIS METODE ELEMEN HINGGA UNTUK MENGHITUNG SUMBERDAYA BATUBARA DAERAH PONDOK LABU, CEKUNGAN KUTAI, KALIMANTAN TIMUR

Mulyono Dwiantoro, Lilik Eko Widodo, Annisa Annisa

Abstract


Tujuan penelitian yang telah dilakukan adalah menghitung sumberdaya batubara daerah Pondok Labu pada Cekungan Kutai di Kalimantan Timur. Metode pendekatan ilmiah yang digunakan adalah pemodelan matematis metode elemen hingga atau yang dikenal sebagai finite element method (FEM). Metode ini merupakan pendekatan matematis deterministik yang mencakup tiga tahapan pemodelan, yaitu: konseptual, matematika, dan numerik. Proses utama pada metode ini adalah diskritisasi yaitu membagi suatu elemen menjadi elemen-elemen yang lebih kecil untuk mempermudah dalam pengelolaanya sehingga dapat melibatkan atribut-atribut bobot atau nilai yang ingin diteliti di dalam batubara.

Daerah penelitian terletak pada sayap Antiklin Busang yang memiliki arah lapisan antara N33-25oE dengan kedudukan landai antara 12-15o. Material yang diteliti adalah sebuah lapisan tunggal batubara yang diperoleh dari hasil 23 pengeboran eksplorasi dan singkapan yang muncul dipermukaan. Litologi yang dijumpai dari hasil pengeboran yaitu perulangan batupasir dengan batulempung, dan hadirnya lapisan batubara yang memiliki ketebalan bervariasi antara 0,45-1,5 m. Adapun untuk menghitung luas dan volume dengan cara melakukan diskritisasi pada lapisan batubara (roof dan floor) menjadi bagian-bagian yang lebih kecil yang disebut finite element.

Perhitungan sumberdaya batubara dilakukan menggunakan batasan area pengaruh berjarak 200 meter dari titik terluar pemboran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume sumberdaya batubara yang dihitung sebesar 835.843,35 m3.

Kata-kata kunci: metode elemen hingga, sumberdaya batubara, Pondok Labu, Cekungan Kutai  


Full Text:

PDF

References


Annisa dan Mulyono Dwiantoro (2017): Karakteristik Lingkungan Pengendapan Batubara Formasi Haloq dan Formasi Batuayau, Cekungan Kutai Atas: Pendekatan Organik dan Anorganik. Jurnal Geologi Pertambangan Universitas Kutai Kartanegara, Vol.1, No.21.

Badan Standarisasi Nasional – SNI 1997 (1998): Klasifikasi Sumberdaya dan Cadangan Batubara, Amandemen 1- SNI 13-5014 tahun 1998.

C.S. Desai., Sri Jatno Wirjosoedirjo (1998): Dasar – Dasar Metode Elemen Hingga. Penerbit Erlangga Jakarta.

Mulyono Dwiantoro (2007): Perhitungan Sumberdaya Batubara Daerah Pondok Labu Kalimantan Timur Menggunakan Metode Elemen Hingga, Thesis Rekayasa Pertambangan ITB.

GMS 5 (2004): The Tutorial of GMS 5.0, Brigham Young University, Utah USA, 2004.

R.W. van Bemmelen (2013): Mountain building, A study primarily based on Indonesia region of the world’s most active crustal deformations. Springer, 177 hal.

Supriatna S., Sukardi, E. Rustandi (1995): Peta Geologi Lembar Samarinda Kalimantan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.

Widodo, L. E. (2004): Pertimbangan Tentang Prinsip-Prinsip Kalkulus Pada Endapan Batubara Untuk Pengembangan Metode Perhitungan Sumberdaya atau Cadangan Batubara, FIKTM-ITB.

Widodo, L., E., Anaperta, Y. M., Anggayana, K., (2006): Natural Resources Estimation using Finite Element Method - Case Study : Coal Resources Estimation, Proceeding of 9th ISME, Bandung.

Winarni Hadipratomo dan Paulus P. Raharjo (1985): Pengenalan Metoda Elemen Hingga Pada Teknik Sipil, Penerbit Nova Bandung.

Yerri Susatio (2004): Dasar-Dasar Metode Elemen Hingga, Penerbit Andi, Yogyakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jg.v3i2.3903

Article Metrics

Abstract view : 259 times
PDF - 221 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


CONTACT


STATISTICS COUNTER

Statcounter:
 

Flagcounter:
Free counters!