OPTIMASI PENGELOLAAN STOCKROM-STOCKPILE SERTA SIMULASI PENANGANAN TUMPUKAN BATUBARA DI STOCKROM

Rakhman Silvika Maksum, Nurhakim Nurhakim, Riswan Riswan

Abstract


Permasalahan yang sering terjadi pada perusahaan pertambangan ketika produksi batubara mengalami hambatan salah satunya adalah dampaknya tumpukan batubara di stockROM terlalu lama tertimbun dan meninggi. Salah satu opsi penanganan adalah segera mengolah batubara lama yang masih ekonomis dan mencampurnya dengan batubara baru (homogenisasi). Selain itu manajemen terhadap proses produksi dan kontrol kualitas seperti tata ruang, pengelolaan air penjadwalan dan penempatan unit penunjang serta skema penumpukan juga masih belum optimal.

Penelitian dilakukan berdasarkan data aktual produksi pada bulan Januari 2014. Data kemudian diolah dan disimulasikan untuk memberikan opsi manajemen stockpile yang lebih baik. Berdasarkan perbaikan tata ruang dan penumpukan, kapasitas stockROM 841.791,68 m3 dan kapasitas stockpile 261.772,94 m3. Bentuk tumpukan limas terpancung dengan sudut kemiringan tumpukan 30o dan ketinggian 16 m. Drainase berbentuk trapesium dengan dimensi aplikatif: lebar dasar saluran (b) 1 m, lebar permukaan saluran (B) 2 m, Kedalaman saluran (d) 1 m, Kemiringan dinding saluran (α) ±63o. Dimensi sediment pond di stockROM: panjang 30 m, lebar 12,5 m, jumlah kolam 3, kedalaman 3 m (kolam 1 dan 3), 4 m (kolam 2). Sediment pond stockpile: panjang 10 m, lebar 8 m, jumlah kolam 3, kedalaman 3 m (kolam 1 dan 3), 4 m (kolam 2).

Berdasarkan perbaikan penggunaan unit penunjang di area stockROM-stockpile, maka unit yang direkomendasikan untuk produksi lancar dengan target 458.333,33 Ton/bulan: 1 unit dozer Caterpillar D8R di StockROM, 2 unit wheel loader Komatsu WA 500-3 di stockpile dan 2 unit wheel loader Caterpillar 966H di stockroom, 3 unit excavator Komatsu PC 200-8 untuk memuat batubara ke hopper dan 1 unit excavator Komatsu PC 300-8 untuk mengelola drainase dan kolam pengendap serta mengantisipasi genangan dan swabakar. Unit stand by: 2 unit dozer Caterpillar D8R, 3 unit wheel loader Komatsu WA 500-3 dan 1 unit wheel loader Caterpillar 966H. Dengan manajemen penumpukan menggunakan konsep FIFO. Waktu penyelesaian tumpukan batubara warute di stockROM dengan menggunakan opsi realistis adalah 41 hari dan waktu penyelesaian tumpukan batubara warute di stockROM dengan menggunakan opsi terbaik adalah 24 hari

 

Kata-kata kunci: StockROM, Stockpile, Timbunan, Produktivitas, Drainase, Settling Pond


Full Text:

PDF

References


Londong, 2010. Perencanaan Disposal pada PT. Servo Mining Contractor Desa Puncak Harapan, Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Banjarbaru.

Chow, 1996, Hidrolika Saluran Terbuka, Erlangga, Jakarta.

Indonesianto, Y, 2005. Pemindahan Tanah Mekanis, Jurusan Teknik Pertambangan UPN “Veteran”, Yogyakarta.

Muchjidin, 2006. Pengendalian Mutu dalam Industri Batubara, Penerbit ITB, Bandung.

Rencana Kegiatan dan Anggaran Biaya 2014 PT. Antang Gunung Meratus.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jg.v2i1.4206

Article Metrics

Abstract view : 366 times
PDF - 167 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Statictics:


Statcounter:
 

Flagcounter:
Free counters!