INDEKS BAHAYA EROSI PADA LAHAN REKLAMASI

Lia Risti Anggraini, Agus Triantoro Agus, Yuniar Siska Novianti, Efendi Eko Mulyono, Yuliyanto Yuliyanto

Abstract


Erosi dapat mengikis top soil yang disebarkan di area lahan reklamasi dan dapat mempengaruhi tanaman yang ditanam diatasnya sehingga berdampak pada penurunan produktivitas tanah pada lahan reklamasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui besar laju erosi pada lahan reklamasi yang kemudian diklasifikasikan ke dalam Indeks Bahya Erosi (IBE). Penelitian ini dilakukan di PT Arutmin Indonesia Tambang Batulicin pada area reklamasi selama 3 bulan.

 Metode Penelitian yang digunakan ada 2 metode yaitu, metode petak yang merupakan metode pengukuran langsung dilakukan di lapangan menggunakan petak yang berukuran 21 m x 2 dan metode USLE (Universal Soil Lose Equation) dengan melakukan pengukuran panjang dan kemiringan lereng, analisis data curah hujan dan pengambilan sampel tanah di lapangan yang kemudian di uji di laboratorium. Petak dibuat sebanyak 3 petak pada area reklamasi yang memiliki kemiringan dan pertumbuhan vegetasi yang berbeda. Pengambilan sampel tanah untuk metode USLE dilakukan di dalam petak dengan sampel tanah tidak terganggu yang diambil dengan mengunakan ring sampel dan sampel tanah terganggu dengan menggunakan hand boring.

Dari hasil penelitian dengan Metode Petak menunjukan bahwa besar laju erosi pada petak 2 sebesar 106,09ton/ha/th, petak 3 sebesar 1691,03 ton/ha/th dan petak 4 sebesar 268,29 ton/ha/th. Besar laju erosi dengan metode USLE pada petak 2 sebesar 45,07 ton/ha/th, petak 3 sebesar 2564 ton/ha/th dan petak 4 sebesar 508,82 ton/ha/th. Pendugaan besar laju erosi berperan penting dalam menentukan klasifikasi Indeks Bahaya Erosi. Klasifikasi IBE yang paling besar terdapat pada petak 3 dan 4 sehingga diperlukan tindakan khusus untuk mengurangi IBE yang akan mendatang dengan melakukan pembuatan bangunan pengendalian erosi  seperti guludan kombinasi teras kredit, teras bangku dan  penanaman covercrop (rumput Brachiara Decumbens dan pohon Samanea Saman).

 

Kata-kata kunci: Erosi, USLE, Petak, Brachiara Decumbens, Topsoil


Keywords


Erosi, USLE, Petak, Brachiara Decumbens, Topsoil

References


Suprapto, Sabtanto Joko. 2007. Tinjauan Reklamasi Lahan Bekas Tambang dan Aspek Konservasi Bahan Galian. Kelompok Program Penelitian Konservasi : Pusar Sumber daya Geologi

Hidayat, Nur et al. 2017. Reclamation Of Former Coal Mine with Planting LCC and biological Agents Trichorderma. Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Irsan, dkk. 2011. Pengendalian lahan bekas tambang batubara ditinjauan dari kewenangan otonomi daerah sumatera. Universitas Sriwijaya

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 1287K/30/MEM/2018 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan Yang Baik.

Suripin. 2001. Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air. Yogyakarta : Andi.

Arsyad. 2010. Konservasi Tanah dan Air. Bogor: Serial Pustaka IPB Press.

Zulkarnain, Iskandar. 2012. Evaluasi Erosi Laborataorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung Melalui Pendekatan Satuan Lahan. Universitas Lampung.

Rusdi dkk, 2013. Evaluasi Degradasi Lahan Diakibatkan Erosi Pada Areal Pertanian Di Kecamatan Lembah Seulah Kabupaten Aceh Besar. Pascasarjana Universitas Syiah Kuala.

Banuwa, Irawan Sukri. 2013. Erosi. Jakarta: Prenamedia Group.

Yamani, ahmad. 2012. The Magnitude of Erosion in the area of coal mine reclamation PT Arutmin Indonesia Kotabaru District. Universitas Lambung Mangkurat

Yamani, ahmad. 2012. The Magnitude of Erosion in the area of coal mine reclamation PT Arutmin Indonesia Kotabaru District. Universitas Lambung Mangkurat

Rusdi dkk, 2013. Evaluasi Degradasi Lahan Diakibatkan Erosi Pada Areal Pertanian Di Kecamatan Lembah Seulah Kabupaten Aceh Besar. Pascasarjana Universitas Syiah Kuala

Barchia, M. Faiz. 2009. Agroekosistem Tanah Mineral Asam. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jg.v5i2.5804

Article Metrics

Abstract view : 94 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 76 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Statictics:


Statcounter:
 

Flagcounter:
Free counters!