PENINGKATAN NILAI TAMBAH LIMBAH BONGGOL PISANG MELALUI PEMBUATAN KERUPUK PADA KELOMPOK TANI RUKUT DI LAHAN PASANG SURUT KECAMATAN CERBON

Nina Budiwati, Masyhudah Rosni, Karimal Arum Shafriani, Ana Fauziyatun Nisa, Rifiana Rifiana, Umi Salawati, Ahmad Yousuf Kurniawan, Amiratu Zakiah

Abstract


Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada Kelompok Tani Rukut di Desa Sawahan, Kecamatan Cerbon, Kabupaten Barito Kuala. Analisis situasi menunjukkan bahwa produksi pisang di lahan pasang surut cukup tinggi, namun limbah bonggol pisang belum dimanfaatkan dan sebagian besar dibiarkan membusuk. Hasil survei awal menunjukkan 100% anggota kelompok belum pernah mengolah bonggol pisang menjadi produk pangan dan 92% tidak mengetahui bahwa bonggol pisang dapat dikonsumsi. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan pengetahuan sekaligus peluang peningkatan nilai tambah limbah pertanian. Permasalahan prioritas mitra meliputi rendahnya pengetahuan tentang potensi bonggol pisang, keterbatasan keterampilan pengolahan, belum adanya standar kebersihan dan mutu produk, serta minimnya kemampuan pemasaran. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengolah bonggol pisang menjadi kerupuk, membangun kesadaran pemanfaatan limbah, serta merintis usaha berbasis kelompok untuk menambah pendapatan rumah tangga. Solusi yang ditawarkan berupa penyuluhan, pelatihan teknis pembuatan kerupuk bonggol pisang, pendampingan manajemen produksi dan pemasaran, serta edukasi aspek higienitas dan mutu produk. Target yang diharapkan meliputi peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra, terciptanya produk kerupuk bonggol pisang yang layak jual, terbentuknya sistem produksi sederhana, serta adanya saluran pemasaran offline dan online. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Community Based Participatory Action Research (CBPAR) yang melibatkan mitra secara aktif sejak perencanaan hingga evaluasi. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, riset pasar, pelatihan dan demonstrasi produksi, pendampingan usaha, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan kapasitas mitra. Program ini diharapkan berkelanjutan karena didukung ketersediaan bahan baku yang melimpah dan penguatan kelembagaan kelompok tani.

Keywords


nilai tambah; bonggol pisang; kerupuk; lahan pasang surut

Full Text:

PDF

References


Ak, A. T., & Novitarini, E. (2020). Kajian Usahatani Padi Di Lahan Pasang Surut Dan Penerapan Teknologi Tepat Guna Di Desa Banyuurip Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin. Jurnal AGRIBIS, 13(2), 1502–1513. https://doi.org/10.36085/agribis.v13i2.835

Astuti, T. (2016). Pemanfaatan Limbah Bonggol Pisang Sebagai Bahan Pembuatan Kerupuk. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Auditha, J. V., Budianta, D., & Setiawan, D. (2019). Perubahan Beberapa Sifat Kimia Tanah Lahan Pasang Surut akibat Budidaya Tanaman Jagung ( Zea mays L .). Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2019 “Smart Farming Yang Berwawasan Lingkungan Untuk Kesejahteraan Petani,” Palembang 4-5 September, 101–110.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Barito Kuala. (2022). Kabupaten Barito Kuala Dalam Angka Tahun 2022.

Burns, J. C., Cooke, D. Y., & Schweidler, C. (2011). A Short Guide to Community Based Participatory Action Research. A Community Research Lab Guide, (December 2011).

Hartoni, Ditahardiyani, & Shafriani, K. A. (2023). Penyuluhan Tentang Potensi Lahan Pekarangan Untuk Peningkatan Pendapatan Dan Keragaman Pangan Petani Di Lahan Pasang Surut Desa Sawahan Kabupaten Barito Kuala. Buletin Udayana Mengabdi; Vol 22 No 1 (2023): Buletin Udayana Mengabdi. https://doi.org/10.24843/BUM.2023.v22.i01.p06

Komalasari, N. N. T. (n.d.). Kajian Karakteristik Lawar Bonggol Pisang (Musa sp).

Koswara, S. (2009). Pengolahan Aneka Kerupuk. E-Book Pangan.

Kusumaningtias, R. D., Pita Rengga, W. D., & Suyitno, H. (2010). Pengolahan Limbah Tanaman Pisang (Musaparadisiaca) Menjadi Dendeng Dan Abon Jantung Pisang Sebagai Peluang Wirausaha Baru Bagi Masyarakat Pedesaan. Rekayasa, 8(2).

Meredith, M., Analilia, P. G., Victor, R., & Nina, W. (2012). (2012). Community-Based Participatory Research: A Strategy for Building Healthy Communities and Promoting Health through Policy. https://www.policylink.org/sites/default/files/CBPR.pdf

Nurhayati, A., Suarja, S., Ilma, I., & Fahmi, A. (2023). Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengolahan Bonggol Pisang di Palopo. Takris: Journal of Community Service, 1(2), 49–57.

Putra, A. A. B., Bogoriani, N. W., Diantariani, N. P., & Sumadewi, N. L. U. (2014). Ekstraksi zat warna alam dari bonggol tanaman pisang (Musa paradiasciaca L.) dengan metode maserasi, refluks, dan sokletasi. Jurnal Kimia, 8(1), 113–119.

Ridlo, R., Maryanto, S., & Anugrah, R. M. (2022). Analisis Kandungan Serat Nugget dan Kerupuk Dengan Bahan Dasar Bonggol Pisang Kepok (Musa Paradisiaca Var. Balbisina Colla): Analysis Of Fiber Content Of Nuggets And Crackers With The Basic Ingredients Of Kepok Banana Tuber (Musa Paradisiaca Var. Balbisin. Jurnal Gizi Dan Kesehatan, 14(1), 152–160.

Rohmani, S., & Yugatama, A. (2019). Pemberdayaan masyarakat melalui wirausaha kerupuk bonggol pisang di kabupaten Sukoharjo. Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 103–108.

Saragih, B. (2013). Analisis mutu tepung bonggol pisang dari berbagai varietas dan umur panen yang berbeda. Jurnal Tibbs Teknologi Industri Boga Dan Busana, 9(1), 22–29.

Wicaksono, A. D., & Astuti, P. (2017). Eksperimen Pembuatan Kerupuk dengan Komposit Bonggol Pisang. Food Science and Culinary Education Journal, 6(1), 11–15.

Yuanita, V., & Rahmawati, Y. (2008). Pabrik sorbitol dari bonggol pisang (musa paradisiaca) dengan proses hidrogenasi katalitik. Jurnal Ilmiah Teknik Kimia


Article Metrics

Abstract view : 62 times
PDF - 47 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


AGRO WASAKA: Jurnal Agro Wasaka Abdi is registered with E-ISSN xxxx-xxxx.

Published by Faculty of Agriculture Lambung Mangkurat University

Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Email: [email protected]


Creative Commons License

AGRO WASAKA is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License