MAHALABIU: MEDIA KRITIK SOSIAL MASYARAKAT BANJAR (MAHALABIU: THE MEDIA OF SOCIAL CRITICS OF BANJAR SOCIETY)

Rustam Effendi

Abstract


Mahalabiu: Media Kritik Sosial Masyarakat Banjar. Mahalabiu adalah tradisi lisan yang tumbuh
dan berkembang di tengah-tengah masyarakat Banjar. Mahalabiu berasal dari nama sebuah kota kecil
di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Provinsi Kalimantan Selatan. Dari nama kota itu (Halabiu) dibentuk
sebuah ungkapan mahalabiu yang berarti teka-teki dan atau cerita ringkas yang bernada humor berisi
olok-olok dan kritik sosial. Seseorang yang menuturkan cerita humor atau teka-teki humor yang berisi
kritik dan olok-olokan disebut mahalabiu (melakukan sesuatu perbuatan yang biasa dilakukan oleh
orang Halabiu). Dalam perjalanan waktu selanjutnya, siapapun yang mahalabiu, orang Halabiu
atau bukan orang Halabiu, orang itu dikatakan mahalabiu. Beberapa informan mengatakan bahwa
mahalabiu memang berasal dari kebiasaan orang-orang Halabiu. Adalah satu kenyataan pula bahwa
orang-orang Halabiu lebih piawai mahalabiu dibandingkan dengan orang Banjar yang bukan orang
174
Halabiu. Penyelidikan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk mahalabiu sebagai media
masyarakat Banjar dalam melakukan kritik sosial. Metode yang digunakan dalam penyelidikan ini
adalah metode kualitatif. Dengan metode ini, data diperoleh secara langsung dari informan melalui
observasi dan wawancara mendalam. Informan terdiri dari tiga orang budayawan Banjar dan tiga
orang penggemar mahalabiu. Hasil penyelidikan ini adalah bahwa mahalabiu merupakan media yang
sangat digemari masyarakat Banjar dalam menyampaikan kritik sosial. Ada sebelas macam kritik
sosial yang dapat diketengahkan dalam mahalabiu, yakni kritik terhadap diri sendiri, kritik terhadap
lembaga atau pemerintah, kritik terhadap sesama etnik Banjar, kritik terhadap orang asing, dan kritik
terhadap ustaz, kritik terhadap sanak keluarga, kritik terhadap cara berpikir masyarakat, dan kritik
terhadap perempuan.
Kata-kata kunci: mahalabiu, kritik sosial, cucupatian (teka-teki)


Full Text:

PDF

References


Danandjaja, James. 1986. Folklor Indonesia Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain-lain. Jakarta: Grafiti.

Danandjaja, James. 1991. Folklor Indonesia Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain-lain. Jakarta: Grafiti.

Effendi, Rustam. 2011. Sastra Banjar: Teori dan Interpretasi. Banjarbaru: Scripta Cendikia.

Effendi, Rustam. 2013. Eksistensi Sastra Lisan Mahalabiu (Fungsi dan Makna Budaya).

Litera Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya. Volume 13, Nomor 1, April

Yogyakarta: FBS Universitas Negeri Yogyakarta.

Effendi, Rustam. 2014. Peribahasa Banjar (Menampilkan karakter negatif untuk pendidikan karakter

positif). Jantera Jurnal Kajian Sastra. Volume 3. Nomor 2. Desember 2014. Jakarta: Badan

Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Effendi, Rustam. 2017. Semantic Analysis of River Fauna in Banjarese Proverbs, South Kalimantan,

Indonesia. Mediterranean Journal of Social Sciences. Rome-Italy: MCSER Publishing.

Sudikan, Setya Yuwana. 2015. Metode Penelitian Sastra Lisan. Pustaka Ilalang: Lamongan.

Teeuw. A. 2015. Sastra dan Ilmu Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jbsp.v7i2.4418

Article Metrics

Abstract view : 24 times
PDF - 176 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


INDEXED BY:

                         

 

 

OAI 2.0

 

 

 

Flag Counter

Visitors Statistic