STRUKTUR BAHASA NASKAH HUKUM ADAT DAYAK MAANYAN DALAM PENGELOLAAN HUTAN (LANGUAGE STRUCTURE IN THE SCRIPT OF DAYAK MAANYAN CUSTOMARY LAW ON FOREST MANAGEMENT)

Rusma Noortyani

Abstract


Struktur Bahasa Naskah Hukum Adat Dayak Maanyan dalam Pengelolaan Hutan. Adat istiadat
dapat mencerminkan jiwa dan kepribadian suatu masyarakat. Ini berarti adat istiadat itu sangat
dihormati dan benar-benar dijunjung tinggi oleh masyarakat pendukungnya demikian juga dengan
masyarakat Dayak Maanyan. Adat tersebut tercermin dalam kegiatan kepercayaan yang dianut
sebagai komponen utama dalam pengaturan sistem kehidupan bermasyarakat. Berkaitan dengan
hal tersebut penelitian ini dilatarbelakangi oleh pendangan dalam menempatkan pola pikir dan pola
tindak masyarakat adat etnik Dayak dalam memperlakukan dan memanfaatkan alam lingkungannya
berdasarkan norma-norma hukum adat. Metode kualitatif Bogdan dan Biklen yang digunakan dalam
penelitian ini. Hasil penelitian ditemukan pertama, struktur bahasa dan makna naskah hukum adat
Dayak Maayan mengenai pengelolaan hutan, ditemukan 3 macam struktur bahasa, yaitu struktur
bahasa dari segi diethises kalimat, struktur bahasa dari segi gramatikal, dan struktur bahasa dari segi
unsur kalimat. Kedua, struktur bahasa yang lebih dominan ditemukan struktur bahasa dari segi unsur
kalimat yang berjumlah 15 buah, struktur bahasa lain ialah 9 buah struktur bahasa dari segi diathesis
228
kalimat, dan 5 buah struktur bahasa dari segi gramatikal.
Kata-kata kunci: struktur bahasa, naskah hukum adat


Full Text:

PDF

References


Bogdan, Robert C & Biklen, Sari Knopp. 1998. Qualitative Research for Education: An Introduction to

Theory and Methods. Boston: Allyn and Bacon Inc.

Duranti, Alessandro. 1997. Linguistic Anthropology. Cambridge: Cambridge University Press.

Kadarisman, A. Effendi. 2005. Relativitas Bahasa dan Relativitas Budaya. Dalam Linguistik Indonesia

Jurnal Ilmiah Masyarakat Linguistik Indonesia. Vol. 23 (2): 151-170.

Koentjaraningrat.2009. Pengantar Ilmu Antropologi, Edisi Revisi 2009. Jakarta: Rineka Cipta.

Lucky, Rudy. Interview. 2016. “Wawancara tentang kepercayaan masyarakat Dayak Maanyan”. Desa

Warukin.

Magdalena. 2013. Peran Hukum Adat dalam Pengelolaan dan Perlindungan Hutan di Desa Sesaot,

NTB dan Desa Setulang Kaltim. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10 No 2 Juni

hal 110-121.

Miles, M.B. & Huberman, A. Michael. 1984. Analisis Data Kualitatif. Terjemahan oleh Tjejep Rohendi

Rohidi. Jakarta: UI Press.

Mulyoutami, E, R. Rismawan, L, Joshi. 2009. Local Knowledge and Management of Simpukng (forest

gardens) among the Dayak People in Kalimantan, Indonesia. Forest Ecology and Management.

Noortyani, Rusma. 2016. Struktur Narasi Perkawinan Dayak Maanyan. Malang: Media Nusa Creative.

Nurjaya, I Nyoman. 2006. Pengelolaan Sumber Daya Alam dalam Perspektif Antropologi Hukum. Malang:

Universitas Negeri Malang.

Soekanto, Soerjono. 2012. Hukum Adat Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Tim Peneliti Hukum Adat Dayak Maanyan, 2002. Buku Hukum Adat Dayak Maanyan: Paju Epat, Paju

Sapuluh dan Banua Lima. Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Selatan.

Rumbon, 2016. “Wawancara tentang naskah hukum adat Dayak Maanyan”. Desa Warukin.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jbsp.v7i2.4423

Article Metrics

Abstract view : 39 times
PDF - 33 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


INDEXED BY:

                         

 

 

OAI 2.0

 

 

 

Flag Counter

Visitors Statistic