SAMPAH DALAM NOVEL AROMA KARSA KARYA DEWI LESTARI: TINJAUAN EKOLOGI SASTRA

Ahsani Taqwiem Dewi Alfianti

Abstract


Abstract Garbage in the Aroma Karsa Novel by Dewi Lestari: Literature Ecology Review. Literary texts are not autonomous. The world in a literary work is related to the world outside the literary text. Literary ecology tries to look at a literary work from an environmental standpoint. Aroma Karsa is a novel written by Dewi Lestari. It contained the adventures of Jati Wesi as the central figure who tried to solve various kinds of conflicts about her identity, which related to genetic or environmental problems from beginning to the end. This research is qualitative research using an ecocritical approach. This study reveals how environmental problems, especially waste, are depicted in the novel. The results revealed that waste causes many problems such as high waste production that exceeds the capacity of the final landfill, derelict children, the smell of uncontrolled garbage, the circulation of hard drinks and illegal drugs, to unfair competition between lenders that led to murder. These issues are packaged with well written so they can be the foundation of forming a meaningful and robust novel. It is making Aroma Karsa an ecological novel which is an alternative reading to remind people that waste is a severe problem. Key words: novels, ecocriticism, environment, garbage
Abstrak Sampah dalam Novel Aroma Karsa karya Dewi Lestari: Tinjauan Ekologi Sastra. Teks sastra bukanlah sesuatu yang otonom. Dunia di dalam sebuah karya sastra berkaitan dengan dunia di luar teks sastra. Ekologi sastra berusaha melihat sebuah karya sastra dari sudut pandang yang memihak pada lingkungan. Aroma Karsa adalah novel yang ditulis Dewi Lestari. Isinya menceritakan petualangan Jati Wesi sebagai tokoh utama yang berusaha memecahkan berbagai macam konflik mengenai jati dirinya yang sering terkait dengan masalah alam atau lingkungan sejak awal hingga akhir. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan ekokritik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap bagaimana masalah lingkungan khususnya sampah digambarkan di dalam novel. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sampah menyebabkan banyak masalah seperti isu tingginya produksi sampah yang melebihi kapasitas tempat pembuangan sampah akhir, anak-anak terlantar di lingkungan tempat pembuangan sampah, bau sampah yang tidak terkontrol, peredaran minumas keras dan obat-obatan terlarang, hingga persaingan tidak sehat antartengkulak yang berujung pembunuhan. Seluruh isu tersebut dikemas dengan apik hingga mampu menjadi fondasi pembentuk novel yang kuat dan penuh makna. Menjadikan Aroma Karsa sebagai novel ekologis yang menjadi alternatif bacaan untuk mengingatkan masyarakat bahwa sampah adalah masalah serius. Kata-kata kunci: novel, ekokritik, lingkungan, sampah


Full Text:

PDF

References


Baqiroh, N. F. Al B. (2019, Februari 21). Timbulan Sampah Nasional Capai 64 juta ton per Tahun. Diakses dari https://ekonomi.bisnis.com/read/20190221/99/891611/timbulansampah-nasional-capai-64-juta-ton-per-tahun

Carina, J. (2018, Oktober 29). Kondisi Sudah Kritis, TPST Bantargebang Umurnya Tinggal 3 Tahun Lagi. Diakses dari https://megapolitan.kompas.com/read/2018/10/29/08023681/kondisi-sudah-kritis-tpstbantargebang-umurnya-tinggal-3-tahun-lagi?page=all

Darma, B. (2019). Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Kompas Media Nusantara.

Dewi, N. (2018). Vol 15, No 1 (2016). Adabiyyat: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 15(1), 19–37.

Farida, D. N. (2017). Kritik Ekologi Sastra Puisi Perempuan Lereng Gunung Karya Ika Permata Hati Dalam Antologi Puisi Perempuan Di Ujung Senja Melalui Ekofeminisme Susan Griffin. BASINDO : Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, Dan Pembelajarannya, 1(2), 48–52. https://doi.org/10.17977/um007v1i22017p048

Faruk. (2012). Metode Penelitian Sastra Sebuah Penjelajahan Awal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Fiedorczuk, J. (2003). The Problems of Environmental Criticism : An Interview with Lawrence Buell. 7–13.

Garrard, G. (2004). Ecocriticism. New York: Routledge.

Garrard, G. (2012). Teaching Ecocriticism and Green Cultural Studies (1st editio). https://doi.org/10.1057/9780230358393

Hardiningtyas, P. R. (2016). Masalah Tanah dan Krisis Lingkungan di Bali dalam Antologi Puisi Dongeng dari Utara Karya Made Adnyana Ole. ATAVISME, 19(1), 45. https://doi.org/10.24257/atavisme.v19i1.180.45-59Hadiwiyoto, Soewedo. (1983). Penanganan dan pemanfaatan sampah. Jakarta: Yayasan Idayu.

Kaelan. (2005). Metode Penelitian Kualitatif Bidang Filsafat. Yogyakarta: Paradigma.

Noriko, N. (2003, Juni 9). Tinjauan Ekologis Tempat Pemusnahan Akhir Bantar Gebang Bekasi. Diakses dari http://www.rudyct.com/PPS702-ipb/06223/nita_noriko.htm

Permatasari, B. L. A. (2018). Sastra Hijau Dan Pembelajaran Sastra Anak: Alternatif Gerakan Ekologis Dalam Puisi. Haluan Sastra Budaya, 2(2), 187–203.

Ramadhani, Y. (2018, April 23). Semesta Riset Dee Lestari dalam Novel Aroma Karsa. Diakses dari https://tirto.id/semesta-riset-dee-lestari-dalam-novel-aroma-karsa-cJfR

Stanton, R. (2012). Teori Fiksi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sukmawan, S. (2016). Ekokritik Sastra: Menanggap Sasmita Arcadia. Malang: UB Press.

Susanto, D. (2016). Pengantar Kajian Sastra. Yogyakarta: Center for Academic Publishing Service.

Warsono, A. (2018, 23 Oktober). Terus Menggunung, Bau Sampah Bantargebang Sampai 10 Kilometer. Diakses dari https://metro.tempo.co/read/1139056/terus-menggunung-bausampah-bantargebang-sampai-10-kilometer

Widianti, A. W. (2017). Kajian Ekologi Sastra Dalam Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2014 Di Tubuh Tarra Dalam Rahim Pohon. Jurnal Diksatrasia, 1(2), 1-9.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jbsp.v10i1.8392

Article Metrics

Abstract view : 18 times
PDF - 16 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


INDEXED BY:

                                                   

 

 

OAI 2.0

 

 

 

Flag Counter

Visitors Statistic