POTENSI TEGAKAN DI KPHL BATU SERAMPOK, PROVINSI LAMPUNG

Sobirin Sobirin, Irwan Sukri Banuwa, Indra Gumay Febryano, Christine Wulandari, Arif Darmawan, Dian Iswandaru

Abstract


Data and information regarding the potential of forest stands is very important in the preparation of Long-Term Forest Management Plan at Forest Management Unit. The purpose of the study was to analyze the potential of stands in the Protected Forest Management Unit Batu Serampok. Data and information were collected using a stratified systematic sampling with random start inventory method, then vegetation was analyzed to obtain an index of importance. The results showed a diversity of potential stands. The species that predominate in the seedling phase are clove (Syzygium aromaticum), because the commodity is easily grown and liked by the community. The species that has the highest importance in the sapling phase is bayur (Pterospermum sp.), This is because the species is included in the semi-intolerant classification and its distribution is quite easy. In the pole phase, the dominant species are bayur and mango (Mangifera indica). The dominance of bayur has decreased in the pole phase due to changes in environmental conditions, adaptability and the presence of other plants developed by the community. Mango also have a fairly dominant number, as well as other types of Multi Purpose Tree Species (MPTS) plants. Then at the tree level, the dominant species include bayur, jengkol (Archidendron pauciflorum), teak (Tectona grandis), gondang (Ficus variegata), candlenut (Aleurites moluccana) and petai (Parkia speciosa). In this phase there has been a balance between species of wood forest and MPTS. This happened because of the intervention of the HKm group in determining the types of plants to be developed. The preparation of the RPHJP document in Forest Management Unit should pay attention to the types of plants that are dominant and preferred by the community, especially in the planning part of forest land reforestation program.

Keywords


Protected Forest Management Unit; Vegetation Analysis; Important Value Index.

Full Text:

PDF

References


Adiarsa, D. 2018. Efektivitas tata hutan di kawasan Hutan Lindung Gunung Seraya dalam upaya mengakomodir kepentingan religi. Kertha Patrika, 40(1): 24-36.

Almarief, A.Z. 2018. Analisis potensi tegakan hasil inventarisasi hutan KPHP Nunukan Unit IV di Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara. Jurnal Agrifor, 17(1): 19-28.

Ariyanti, E.E. & Mudiana, D. 2018. Vegetasi tumbuhan Blok Hutan Waru-Waru Cagar Alam Pulau Sempu. Media Konservasi. 23(3): 244-252.

Atmoko, T. 2011. Potensi regenerasi dan penyebaran Shorea balangeran (korth.) burck di sumber benih Saka Kajang,Kalimantan Tengah. Jurnal Penelitian Dipterokarpa, 5(2): 21-36.

Atmoko, T., Arifin, Z., & Priyono.(2011). Struktur dan sebaran tegakan Dipterocarpaceae di sumber benih Merapit, Kalimantan. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 8(4): 399-413.

Cahyanto, T., Chairunnisa, D., & Sudjarwo, T. 2014. Analisis vegetasi pohon hutan alam Gunung Manglayang Kabupaten Bandung. Jurnal Istek, 8(2): 145-161.

Destaranti, N., Sulityani, & Yani, E. 2017. Struktur dan vegetasi tumbuhan bawah pada tegakan pinus di RPH Kalirajut dan RPH Baturraden Banyumas. Scripta Biologica, 4(3): 155-160.

Febryano, I. G., Suharjito, D., Darusman, D., Kusmana, C., & Hidayat, A. 2015. Aktor dan relasi kekuasaan dalam pengelolaan mangrove di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, 12(2): 125-141.

Gunawan, W., Basuni, S., Indrawan, A., Prasetyo, L.B., & Soedjito, H. 2011. Analisis komposisi dan struktur vegetasi terhadap upaya restorasi kawasan hutan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 1(2): 93-105.

Hamilton, E. 2012. Non-timber forest products in British Columbia: Policies, practices, opportunities, and recommendations. Journal of Ecosystems and Management,13(2):1-24.

Hastari, B. & Yulianti, R. 2018. Pemanfaatan dan nilai ekonomi hasil hutan bukan kayu di KPHL Kapuas-Kahayan. Jurnal Hutan Tropis, 6(2): 145-153.

Herwono, B. & Ekawati, S. 2014. Operasionalisasi Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH): Langkah Awal Menuju Kemandirian. Jakarta: Kanisius.

Hidayat, S. & Pendit, M.R. 2013. Bayur (Pterospermum javanicum Jungh.) Bahan Minuman Kesehatan Bagi Masyarakat Sesaot, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Makalah disajikan dalam Seminar Nasional Aspek Budaya, Kebijakan dan Filosofi Sains Jamu, Bogor, 2 Oktober. 97-99.

Hidayat, S. 2014. Pola sebaran dan asosiasi bayur (Pterospermum javanicum Jungh.) di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 11(3): 225-237.

Hidayat, Y. 2010. Indeks keanekaragaman jenis pohon di hutan Gunung Karang Banten. Wana Mukti: Forestry Research Journal, 11(1): 1-6.

Ichsan, A.C. & Febryano, I.G. 2015. Penilaian kinerja pembangunan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Rinjani Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jurnal Hutan Tropis, 3(2): 192-198.

Insafitri, 2010. Keanekaragaman, keseragaman, dan dominasi Bivalvia di area buangan lumpur Lapindo Muara Sungai Porong. Jurnal Kelautan. 3(1): 54-59.

Isnaeni, A. & Sugiarto, Y. 2010. Kajian kesesuaian lahan tanaman cengkeh (Eugenia aromatica L.) berdasarkan aspek agroklimat dan kelayakan ekonomi (Studi kasus Provinsi Sulawesi Selatan). Jurnal Agromet, 24(2): 39-47.

Kalima, T. 2010. Status populasi Dipterocarpaceae di Hutan Lindung Capar, Brebes, Jawa Tengah. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 7(4): 341-355.

Kaskoyo, H., Mohammed, A., & Inoue, M. 2017. Impact of community forest program in protection forest on livelihood outcomes: A case study of Lampung Province, Indonesia. Journal of Sustainable Forestry, 36(3). 250-263.

Marpaung, S., Dalimunthe, A., & Utomo, B. 2015. Inventarisasi tanaman MPTS (Multy Purpose Tree Species) di daerah tangkapan air Danau Toba Provinsi Sumatera Utara. Peronema Forestry Science Journal, 4(3): 1-5.

Maryati, T. 2011. preferensi masyarakat terhadap pemilihan jenis pohon dalam pengelolaan hutan berbasis masyarakat: Studi kasus di Desa Paramasan Bawah, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Jurnal Hutan Tropis, 12(31): 123-131.

Mukrimin. 2011. Analisis Potensi Tegakan Hutan Produksi di Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa. Jurnal Hutan dan Masyarakat. Vol. 6, No.1, Mei 2011.

Muzaki, M.S., Mallombasang, S.N., & Sustri. 2017. Komposisi jenis vegetasi hutan pada Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Sivia Patuju Kabupaten Tojo Una-Una Provinsi Sulawesi Tengah. Warta Rimba, 5(1): 43-48.

Naisumu, Y.G., Seran, Y.B., Ledheng, L. 2018. Komposisi dan keanekaragaman jenis pohon di Hutan Lindung Lapeom Kabupaten Timor Tengah Utara. Jurnal Saintek Lahan Kering, 1(2): 4-7.

Nasution, I. & Nuh, M. 2018. Kajian iklim berdasarkan Klasifikasi Oldeman di Kabupaten Langkat. Journal of Islamic Science and Technology, 3(2): 1-19.

Natalia, D., Yuwono, S.B., & Qurniati, R. 2014. Potensi penyerapan karbon pada sistem agroforestri di Desa Pesawaran Indah Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Jurnal Sylva Lestari, 2(1): 11-20.

Nono, Diba, F., & Fahrizal. 2017. Pemanfaatan hasil hutan bukan kayu oleh masyarakat di Desa Labian Ira’ang dan Desa Datah Diaan di Kabupaten Kapuas Hulu. Jurnal Hutan Lestari, 5(1): 76-87.

Odum, E.P. 1975. Ecology second edition. New York: Holt-Saunders International Editions.

Possumah, V.C., Akhbar, & Golar. 2014. Analisis kesesuaian rencana kelola di Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Dampelas Tinombo. Warta Rimba, 2(2): 75-83.

Puspasari, E., Wulandari, C., Darmawan, A., & Banuwa, I.S. 2017. Aspek sosial ekonomi pada sistem agroforestri di areal kerja Hutan Kemasyarakatan (HKm) Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung. Jurnal Sylva Lestari, 5(3): 95-103.

Putra, A.T. 2015. Analisa potensi tegakan hasil inventarisasi hutan di KPHP Model Berau Barat. Jurnal Agrifor, 14(2): 147-160.

Saleha, S. & Ngakan, P.O. 2016. Sebaran dan struktur populasi anakan Diospyros celebica bakh. di bawah pohon induknya. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea, 5(2): 103-111.

Samin, A.N., Chairul, & Mukhtar, E. 2016. Analisis vegetasi tumbuhan pantai pada kawasan wisata Pasir Jambak, Kota Padang. Biocelebes, 10(2): 32-42.

Sanjaya, R., Wulandari, C., & Herwanti, S. 2017. Evaluasi pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm) pada Gabungan Kelompok Tani Rukun Lestari Sejahtera di Desa Sindang Pagar Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Lampung Barat, Jurnal Sylva Lestari. 5(2): 30-42.

Sasminto, R.A., Tunggul, A. & Rahadi, J.B. 2014. Analisis spasial penentuan iklim menurut Klasifikasi Schmidt-Ferguson dan Oldeman di Kabupaten Ponorogo. Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 1(1): 51-56.

Septiawan, W., Indriyanto, & Duryat. 2017. Jenis tanaman, kerapatan, dan stratifikasi tajuk pada Hutan Kemasyarakatan Kelompok Tani Rukun Makmur 1 di Register 30 Gunung Tanggamus, Lampung. Jurnal Sylva Lestari, 5(2): 88-101.

Setiawan, H. 2016. Analisis Vegetasi Kawasan Hutan Adat Lindu untuk Penilaian Kesehatan Hutan Daerah Penyangga. Makalah disajikan dalam Seminar Nasional from Basic Science to Comprehensive Education, Makasar, 26 Agustus. 47-53.

Setiawan, O. & Narendra, B.H. 2012. Ecology of a medicinal tree,Strychnos ligustrina bl. in Dompu District, West Nusa Tenggara Province. Journal of Forestry Research, 9(1): 1-9.

Sinery, A.S. & Mahmud. 2014. Fungsi kawasan dan strategi pengelolaan Hutan Lindung Wosi Rendani Kabupaten Manokwari. Jurnal Agrifor, 13(2): 131-140.

Siregar, M., Helmanto, H., & Rakhmawati, S.U. 2019. Vegetation analysis of tree communities at some forest patches in North Sulawesi, Indonesia. Biodiversitas, 20(3): 643-655.

Sulistianingrum, R., & Wachjar, A. 2015. Pertumbuhan tanaman cengkih (Syzygium aromaticum (l.) merr perr) belum menghasilkan pada berbagai dosis pupuk organik dan intensitas naungan. Buletin Agrohorti, 3(1): 87-94.

Suparman, Nurhasanah, & Papuangan, N. 2017. Pemetaan Populasi dan Tipe Varietas Lokal Tanaman Cengkeh (Syzygium Aromaticum L.) di Kecamatan Pulau Ternate. Makalah disajikan dalam Seminar Nasional Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Pontianak, 23-24 Mei. 239-244.

Suryandari, E.Y. & Sylviani. 2012. Kajian implementasi kebijakan organisasi Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di daerah (Studi kasus KPH Banjar, Kalimantan Selatan dan KPH Lalan Mangsang Mendis, Sumatera Selatan). Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, 9(2): 114-130.

Susanto, S.A. 2019. Sebaran ukuran diameter pohon untuk menentukan umur dan regenerasi hutan di lahan bera Womnowi, Manokwari. Biotropika: Journal of Tropical Biology, 7(2): 67-75.

Sylviani, Dwiprabowo, H., & Suryandari, E.Y. 2014. Kajian kebijakan penguasaan lahan dalam kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, 11(1): 54-70.

Taati, L. 2015. Analisis komposisi dan potensi hutan produksi di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dampelas Tinombo Kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala. e-Jurnal Katalogis, 3(11): 203-216.

Tangngareng, T. & Ridha, M. 2016. Pelaksanaan pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Desa Bukit Indah, Bulukumba: Batasan dan kemungkinan. Bhumi, 2(2): 194-208.

Tarin, M.W.K., Nizami, S.M., Jundong, R., Lingyan, C., You, H., Farooq, T.H., Gilani, M.M., Ifthikar, J., Tayyab, M., & Zeng, Y. 2017. Range vegetation analysis of Kherimurat Scrub Forest, Pakistan. International Journal of Development and Sustainability, 6(10): 1319-1333.

Terafani, R., Kariada, N., Martuti, T., & Ngabekti, S. 2019. Keanekaragaman spesies mangrove dan zonasi di Wilayah Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tugu Kota Semarang. Life Science, 8(1): 41-53.

Wanderi, Qurniati, R., & Kaskoyo, H. 2019. Kontribusi tanaman agroforestri terhadap pendapatan dan kesejahteraan petani. Jurnal Sylva Lestari, 7(1): 118-127.

Zulkarnain, Kasim, S., & Hamid, H. 2015. Analisis vegetasi dan visualisasi struktur vegetasi Hutan Kota Baruga, Kota Kendari. Jurnal Hutan Tropis, 3(2): 99-109.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v10i1.13092

Article Metrics

Abstract view : 956 times
PDF - 916 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.