POTENSI TEGAKAN DI KPHL BATU SERAMPOK, PROVINSI LAMPUNG
Abstract
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Adiarsa, D. 2018. Efektivitas tata hutan di kawasan Hutan Lindung Gunung Seraya dalam upaya mengakomodir kepentingan religi. Kertha Patrika, 40(1): 24-36.
Almarief, A.Z. 2018. Analisis potensi tegakan hasil inventarisasi hutan KPHP Nunukan Unit IV di Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara. Jurnal Agrifor, 17(1): 19-28.
Ariyanti, E.E. & Mudiana, D. 2018. Vegetasi tumbuhan Blok Hutan Waru-Waru Cagar Alam Pulau Sempu. Media Konservasi. 23(3): 244-252.
Atmoko, T. 2011. Potensi regenerasi dan penyebaran Shorea balangeran (korth.) burck di sumber benih Saka Kajang,Kalimantan Tengah. Jurnal Penelitian Dipterokarpa, 5(2): 21-36.
Atmoko, T., Arifin, Z., & Priyono.(2011). Struktur dan sebaran tegakan Dipterocarpaceae di sumber benih Merapit, Kalimantan. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 8(4): 399-413.
Cahyanto, T., Chairunnisa, D., & Sudjarwo, T. 2014. Analisis vegetasi pohon hutan alam Gunung Manglayang Kabupaten Bandung. Jurnal Istek, 8(2): 145-161.
Destaranti, N., Sulityani, & Yani, E. 2017. Struktur dan vegetasi tumbuhan bawah pada tegakan pinus di RPH Kalirajut dan RPH Baturraden Banyumas. Scripta Biologica, 4(3): 155-160.
Febryano, I. G., Suharjito, D., Darusman, D., Kusmana, C., & Hidayat, A. 2015. Aktor dan relasi kekuasaan dalam pengelolaan mangrove di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, 12(2): 125-141.
Gunawan, W., Basuni, S., Indrawan, A., Prasetyo, L.B., & Soedjito, H. 2011. Analisis komposisi dan struktur vegetasi terhadap upaya restorasi kawasan hutan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 1(2): 93-105.
Hamilton, E. 2012. Non-timber forest products in British Columbia: Policies, practices, opportunities, and recommendations. Journal of Ecosystems and Management,13(2):1-24.
Hastari, B. & Yulianti, R. 2018. Pemanfaatan dan nilai ekonomi hasil hutan bukan kayu di KPHL Kapuas-Kahayan. Jurnal Hutan Tropis, 6(2): 145-153.
Herwono, B. & Ekawati, S. 2014. Operasionalisasi Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH): Langkah Awal Menuju Kemandirian. Jakarta: Kanisius.
Hidayat, S. & Pendit, M.R. 2013. Bayur (Pterospermum javanicum Jungh.) Bahan Minuman Kesehatan Bagi Masyarakat Sesaot, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Makalah disajikan dalam Seminar Nasional Aspek Budaya, Kebijakan dan Filosofi Sains Jamu, Bogor, 2 Oktober. 97-99.
Hidayat, S. 2014. Pola sebaran dan asosiasi bayur (Pterospermum javanicum Jungh.) di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 11(3): 225-237.
Hidayat, Y. 2010. Indeks keanekaragaman jenis pohon di hutan Gunung Karang Banten. Wana Mukti: Forestry Research Journal, 11(1): 1-6.
Ichsan, A.C. & Febryano, I.G. 2015. Penilaian kinerja pembangunan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Rinjani Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jurnal Hutan Tropis, 3(2): 192-198.
Insafitri, 2010. Keanekaragaman, keseragaman, dan dominasi Bivalvia di area buangan lumpur Lapindo Muara Sungai Porong. Jurnal Kelautan. 3(1): 54-59.
Isnaeni, A. & Sugiarto, Y. 2010. Kajian kesesuaian lahan tanaman cengkeh (Eugenia aromatica L.) berdasarkan aspek agroklimat dan kelayakan ekonomi (Studi kasus Provinsi Sulawesi Selatan). Jurnal Agromet, 24(2): 39-47.
Kalima, T. 2010. Status populasi Dipterocarpaceae di Hutan Lindung Capar, Brebes, Jawa Tengah. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 7(4): 341-355.
Kaskoyo, H., Mohammed, A., & Inoue, M. 2017. Impact of community forest program in protection forest on livelihood outcomes: A case study of Lampung Province, Indonesia. Journal of Sustainable Forestry, 36(3). 250-263.
Marpaung, S., Dalimunthe, A., & Utomo, B. 2015. Inventarisasi tanaman MPTS (Multy Purpose Tree Species) di daerah tangkapan air Danau Toba Provinsi Sumatera Utara. Peronema Forestry Science Journal, 4(3): 1-5.
Maryati, T. 2011. preferensi masyarakat terhadap pemilihan jenis pohon dalam pengelolaan hutan berbasis masyarakat: Studi kasus di Desa Paramasan Bawah, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Jurnal Hutan Tropis, 12(31): 123-131.
Mukrimin. 2011. Analisis Potensi Tegakan Hutan Produksi di Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa. Jurnal Hutan dan Masyarakat. Vol. 6, No.1, Mei 2011.
Muzaki, M.S., Mallombasang, S.N., & Sustri. 2017. Komposisi jenis vegetasi hutan pada Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Sivia Patuju Kabupaten Tojo Una-Una Provinsi Sulawesi Tengah. Warta Rimba, 5(1): 43-48.
Naisumu, Y.G., Seran, Y.B., Ledheng, L. 2018. Komposisi dan keanekaragaman jenis pohon di Hutan Lindung Lapeom Kabupaten Timor Tengah Utara. Jurnal Saintek Lahan Kering, 1(2): 4-7.
Nasution, I. & Nuh, M. 2018. Kajian iklim berdasarkan Klasifikasi Oldeman di Kabupaten Langkat. Journal of Islamic Science and Technology, 3(2): 1-19.
Natalia, D., Yuwono, S.B., & Qurniati, R. 2014. Potensi penyerapan karbon pada sistem agroforestri di Desa Pesawaran Indah Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Jurnal Sylva Lestari, 2(1): 11-20.
Nono, Diba, F., & Fahrizal. 2017. Pemanfaatan hasil hutan bukan kayu oleh masyarakat di Desa Labian Ira’ang dan Desa Datah Diaan di Kabupaten Kapuas Hulu. Jurnal Hutan Lestari, 5(1): 76-87.
Odum, E.P. 1975. Ecology second edition. New York: Holt-Saunders International Editions.
Possumah, V.C., Akhbar, & Golar. 2014. Analisis kesesuaian rencana kelola di Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Dampelas Tinombo. Warta Rimba, 2(2): 75-83.
Puspasari, E., Wulandari, C., Darmawan, A., & Banuwa, I.S. 2017. Aspek sosial ekonomi pada sistem agroforestri di areal kerja Hutan Kemasyarakatan (HKm) Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung. Jurnal Sylva Lestari, 5(3): 95-103.
Putra, A.T. 2015. Analisa potensi tegakan hasil inventarisasi hutan di KPHP Model Berau Barat. Jurnal Agrifor, 14(2): 147-160.
Saleha, S. & Ngakan, P.O. 2016. Sebaran dan struktur populasi anakan Diospyros celebica bakh. di bawah pohon induknya. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea, 5(2): 103-111.
Samin, A.N., Chairul, & Mukhtar, E. 2016. Analisis vegetasi tumbuhan pantai pada kawasan wisata Pasir Jambak, Kota Padang. Biocelebes, 10(2): 32-42.
Sanjaya, R., Wulandari, C., & Herwanti, S. 2017. Evaluasi pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm) pada Gabungan Kelompok Tani Rukun Lestari Sejahtera di Desa Sindang Pagar Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Lampung Barat, Jurnal Sylva Lestari. 5(2): 30-42.
Sasminto, R.A., Tunggul, A. & Rahadi, J.B. 2014. Analisis spasial penentuan iklim menurut Klasifikasi Schmidt-Ferguson dan Oldeman di Kabupaten Ponorogo. Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 1(1): 51-56.
Septiawan, W., Indriyanto, & Duryat. 2017. Jenis tanaman, kerapatan, dan stratifikasi tajuk pada Hutan Kemasyarakatan Kelompok Tani Rukun Makmur 1 di Register 30 Gunung Tanggamus, Lampung. Jurnal Sylva Lestari, 5(2): 88-101.
Setiawan, H. 2016. Analisis Vegetasi Kawasan Hutan Adat Lindu untuk Penilaian Kesehatan Hutan Daerah Penyangga. Makalah disajikan dalam Seminar Nasional from Basic Science to Comprehensive Education, Makasar, 26 Agustus. 47-53.
Setiawan, O. & Narendra, B.H. 2012. Ecology of a medicinal tree,Strychnos ligustrina bl. in Dompu District, West Nusa Tenggara Province. Journal of Forestry Research, 9(1): 1-9.
Sinery, A.S. & Mahmud. 2014. Fungsi kawasan dan strategi pengelolaan Hutan Lindung Wosi Rendani Kabupaten Manokwari. Jurnal Agrifor, 13(2): 131-140.
Siregar, M., Helmanto, H., & Rakhmawati, S.U. 2019. Vegetation analysis of tree communities at some forest patches in North Sulawesi, Indonesia. Biodiversitas, 20(3): 643-655.
Sulistianingrum, R., & Wachjar, A. 2015. Pertumbuhan tanaman cengkih (Syzygium aromaticum (l.) merr perr) belum menghasilkan pada berbagai dosis pupuk organik dan intensitas naungan. Buletin Agrohorti, 3(1): 87-94.
Suparman, Nurhasanah, & Papuangan, N. 2017. Pemetaan Populasi dan Tipe Varietas Lokal Tanaman Cengkeh (Syzygium Aromaticum L.) di Kecamatan Pulau Ternate. Makalah disajikan dalam Seminar Nasional Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Pontianak, 23-24 Mei. 239-244.
Suryandari, E.Y. & Sylviani. 2012. Kajian implementasi kebijakan organisasi Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di daerah (Studi kasus KPH Banjar, Kalimantan Selatan dan KPH Lalan Mangsang Mendis, Sumatera Selatan). Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, 9(2): 114-130.
Susanto, S.A. 2019. Sebaran ukuran diameter pohon untuk menentukan umur dan regenerasi hutan di lahan bera Womnowi, Manokwari. Biotropika: Journal of Tropical Biology, 7(2): 67-75.
Sylviani, Dwiprabowo, H., & Suryandari, E.Y. 2014. Kajian kebijakan penguasaan lahan dalam kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, 11(1): 54-70.
Taati, L. 2015. Analisis komposisi dan potensi hutan produksi di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dampelas Tinombo Kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala. e-Jurnal Katalogis, 3(11): 203-216.
Tangngareng, T. & Ridha, M. 2016. Pelaksanaan pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Desa Bukit Indah, Bulukumba: Batasan dan kemungkinan. Bhumi, 2(2): 194-208.
Tarin, M.W.K., Nizami, S.M., Jundong, R., Lingyan, C., You, H., Farooq, T.H., Gilani, M.M., Ifthikar, J., Tayyab, M., & Zeng, Y. 2017. Range vegetation analysis of Kherimurat Scrub Forest, Pakistan. International Journal of Development and Sustainability, 6(10): 1319-1333.
Terafani, R., Kariada, N., Martuti, T., & Ngabekti, S. 2019. Keanekaragaman spesies mangrove dan zonasi di Wilayah Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tugu Kota Semarang. Life Science, 8(1): 41-53.
Wanderi, Qurniati, R., & Kaskoyo, H. 2019. Kontribusi tanaman agroforestri terhadap pendapatan dan kesejahteraan petani. Jurnal Sylva Lestari, 7(1): 118-127.
Zulkarnain, Kasim, S., & Hamid, H. 2015. Analisis vegetasi dan visualisasi struktur vegetasi Hutan Kota Baruga, Kota Kendari. Jurnal Hutan Tropis, 3(2): 99-109.
DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v10i1.13092
Article Metrics
Abstract view : 956 timesPDF - 916 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.






