PERANAN VARIABEL DEMOGRAFIS, PEMILIKAN ASET, DAN AKSESIBILITAS TERHADAP LAHAN PADA KESETUJUAN PERAMBAH PADA RENCANA PENGEMBANGAN HUTAN KEMASYARAKATAN: STUDI DI KHP SELAGAI LINGGA LAMPUNG TENGAH

Christine Wulandari, Samsul Bakri, Melya Riniarti, Hendika Jaya Putra

Abstract


Tingkat kesetujuan para perambahan penting dipetakan bagi keberhasilan perencanaan pengembangan Hutan Kemasyarakatan (HKm) agar konflik dapat dihindari. Dengan tujuan untuk menetapkan besarnya pengaruh kelompok variabel demografis, kepemilikan asset, dan aksesilitas lahan rambahan terhadap tingkat keseutujan tersebut, dilakukan di KPH Selagai Lingga Register 39 Kabupaten Lampung Tengah. Wawancara semi terstruktur dilakukan terhadap 96 perambah yang ditarik secara acak.  Postulat Ordinal Loglinear Model diterapkan pada level ketelitian 95%.  Variabel respon diskor 1, 2, 3, dan 4, yang menunjukan respon tidak setuju, ragu-ragu, setuju dan sangat setuju. Ada 13 varibel prediktor yang diuji: umur (tahun), jumlah tanggungan (jiwa), pendidikan (lulus SMP versus tidak), pendapatan (Rp juta/tahun), jenis tanaman (kopi versus lainnya), usaha sampingan (punya versus tidak), tempat tinggal (dalam versus luar kawasan), etnis (Jawa versus lainnya), luas garapan (ha), kepemilikan HP (punya versus tidak), kendaraan bermotor (punya versus tidak), jarak lahan ke pemukinan terdekat dan ke akses utama keluar lahan. Optimasi parameter menggunakan Minitab 16. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kesetujuan: [a] akan meningkat secara nyata jika, (i) umurnya 1 tahun lebih tua akan menjadi 1,07 kali semula; (ii) pendapatannya Rp 1 juta lebih besar akan menjadi 1,09 kali semula; (iii) tinggal dalam kawasan 6,94 lebih tinggi dari pada yang di luar Kawasan; dan (iv) punya HP menjadi 4,91 kali dibanding yang tidak punya serta [b] menurun secara nyata jika jumlah tanggungnya lebih banyak 1 jiwa yaitu menjadi hanya 0.32 kali semula. Temuan ini dapat dipedomani untuk rencana pengembangan HKm di KPH lainnya dengan menggunakan variabel yang sama.

Keywords


Perencanaan HKm; Konflik SDH; Register 39; dan Ordinal loglinear

Full Text:

PDF

References


Asra, A. dan A. Prasetyo 2015. Pengambilan Sampel dalam Penelitian Survei. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Badan Pusat Statistika, 2014. Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin, Garis Kemiskinan, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1), dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) Menurut Provinsi 2013-2014. Jakarta.

Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lampung Tengah, 2014. Rehabilitasi Hutan dan Lahan Register 39 Kota Agung Utara Kabupaten Lampung Tengah. Gunung Sugih.

Fathoni, 2010. Strategi Implementasi Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Pedesaan di Indonesia. Jurnal Komunikasi. Volume 20.

Frischmann, B. M. A. Marciano, and G.B. Ramello 2019. Retrospectives Tragedy of the Commons after 50 Years Journal of Economic Perspectives, 33 (4):211-228.

Harahap, S, S. 2019. Hubungan Usia, Tingkat Pendidikan, Kemampuan Bekerja Dan Masa Bekerja Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Menggunakan Metode Pearson Correlation

Kementrian Kehutanan. 2014. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 88 tentang Hutan Kemasyarakatan. Jakarta.

Rahayu,W.M., 2010. Persepsi, Sikap Dan Perilaku Masyarakat Terhadap Kelestarian Hutan (Studi Kasus di Desa Cinagara dan Desa Pasir Buncir Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat). Skripsi. Fakultas Kehutanan IPB. Bogor.

Rusyana, N., K. Murtilaksono, dan O. Rusdiana. 2020. Analisis potensi hutan rakyat dalam mendukung kabupaten kuningan sebagai kabupaten konservasi. Jurnal Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan, 4 (1): 14-30.

Riyadi, R. 2014. Upaya Penyelesaian Konflik Catchtment Area di Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau. Jurnal Penelitian Magistra No.89.

Sagita, M. N, Akhbar, H. Muis. 2019. Partisipasi petani dalam pengelolaan hutan kemasyarakatan di Desa Labuan Toposo Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala. Jurnal Warta Rimba, 7(2): 1-10.

Suharjito, D. 2012. Pengembangan HKm, HTR, HD, dan HR : Belajar dari Pengalaman di Jawa. Makalah Seminar Prospek Pengembangan Hutan Tanaman Rakyat, Konservasi dan Rehabilitasi Hutan. Balai Penelitian Kehutanan Manado. Manado.

Umroni, A. 2010. Pengelolaan Hutan Kolaboratif Menuju Masyarakat Sejahtera (Study Kasus Desa Oenain, Kecamatan Insana Fafinesu, Kabupaten Timor Tengah Utara). Balai Penelitian Kehutanan Kupang. NTT.

Yanti, N.H., Erika Revida., dan Asfriyati. 2012. Pengaruh Budaya Akseptor KB Terhadap Penggunaan Kontrasepsi IUD Di Kecamatan Pantai Labu kabupaten Deli Serdang. Akademi Kebidanan Helvetia. Medan.

Yusoff, R. and R. M. Janor. 2014. Generation of an Interval Metric Scale to Measure Attitude. Sage Open, Malaysia. DOI: 10.1177/2158244013516768.

Xiangzhi, B. V. N. Hoang, P.C. Tsung and P.C. Chen. 2020. A comprehensive model of onsumers’perceptions, attitudesand behavioral intention toward organic tea: evidence from an emerging economy. Sustainability, 12 (10):2-17. doi:10.3390/su12166619




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v10i2.14120

Article Metrics

Abstract view : 540 times
PDF - 405 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.