KAJIAN RUANG TERBUKA HIJAU DALAM RANGKA PEMBENTUKAN HUTAN KOTA DI BANJARBARU

Muhammad Ruslan, Basuki Rahmad

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah menganalisis luas dan sebaran ruang terbuka hijau di Kota Banjarbaru berdasarkan kondisi tutupan lahan, luas kawasan, jumlah penduduk, dan karbon dioksida yang dihasilkan; membuat simulasi kebutuhan ruang terbuka hijau sampai tahun 2030. Berdasarkan hasil analisis penutupan lahan, perkiraan luas ruang terbuka hijau di Kota Banjarbaru mencapai 26.577,54 hektar atau sekitar 71,56 persen dari total luas Kota Banjarbaru (37.138 hektar) dan sisanya merupakan areal yang tidak bervegetasi seluas 10.560,47 hektar atau sekitar 28,44 persen. Berdasarkan Existing Condition tutupan lahan pada tahun 2010, di Kota Banjarbaru tidak perlu dilakukan penambahan Ruang Terbuka Hijau karena masih sesuai dan tercukupi. Sedangkan untuk rekomendasi luas penambahan RTH untuk Kecamatan Banjarbaru Utara pada tahun 2020 seluas 3,74 hektar.  Untuk tahun 2030 Kecamatan Banjarbaru Selatan seluas 104.05 hektar, Kecamatan Banjarbaru Utara seluas 331,20 hektar dan Kecamatan Liang Anggang seluas 138,24 hektar, sedangkan Kecamatan Cempaka dan Kecamatan Landasan Ulin belum perlu melakukan penambahan RTH. Tanaman Trembesi/Ki Hujan (Samanea saman), Angsana (Pterocarpus indicus) dan Tanjung (Mimusops elengi ) di rekomendasikan untuk dijadikan tanaman Ruang Terbuka Hijau.

Kata Kunci : Ruang Terbuka Hijau, Emisi COdan Serapan CO2


Full Text:

PDF

References


Anonim. 2002. Integrasi Teknik Interpretasi Visual Citra Landsat 7 ETM+Dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis Untuk Pemetaan Tutupan Lahan. Forest Watch Indonesia, Dept. GIS.

Aronoff, S. 1989. Geographic Information System: A Management Perspective. Ottawa, Canada: WDL Publications.

Barus, B., dan Wiradisastra U.S. 2000. Sistem Informasi Geografi Sarana Manajemen Sumberdaya. Laboratorium Penginderaan Jauh dan Kartografi, Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Badan Pusat Statistik Kota Banjarbaru. 2010. Banjarbaru Dalam Angka. Badan

Pusat Statistik Kota Banjarbaru.

Budihardjo, E. 1993. Kota Berwawasan Lingkungan. Penerbit Alumni. Bandung.

Burrough, P.A. and R.A. McDonnel. 1986. Principles of GIS for Land Resources Assesment. Clarendon Press. London.

Dahlan, E.N. 1992. Hutan Kota Untuk Pengelolaan dan Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup. Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia. Bogor.

Dahlan, E.N. 2004. Membangun Kota Kebun (Garden City) Bernuansa Hutan Kota. IPB Press.

Dahlan, E.N. 2010. http:// ncca19. wordpress. Com / 2010 / 02 / 27 / data – daya – serap – pohon – terhadap -karbondioksida.

Davis, B.E. 1996. GIS: A Visual Approach. OnWord Press. United States. Djaiz, E.D., dan H. Novian. 2000. Sebaran hutan kota Kodya Bogor berdasarkan data Landsat-TM. Warta Lapan 30: 32-41.

Djaiz, E.D., dan H. Novian. 2000. Sebaran hutan kota Kodya Bogor berdasarkan

data Landsat-TM. Warta Lapan 30: 32-41.

Djunaedi, A. 2001. Alternatif Model Penerapan Perencanaan Strategis dalam Penataan Ruang Kota Di Indonesia. Pusat Penelitian Pengembangan Wilayah dan Kota Institut Teknologi Bandung.

Fandeli, C. 2004. Perhutanan Kota. Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Jogjakarta.

Forest Service Publications. 2003.a. Trees increase economic stability. 2003. http://www.dnr.state.md.us/forests/publications/urban7.html. (10 Mei 2012).

Forest Service Publications. 2003.b. Trees modify local climate. 2003. http://www.dnr.state.md.us/forests/publications/urban6.html. (10 Mei 2012).

Forest Service Publications. 2003.c. Trees reduce noise pollution and create wildlife and plant diversity. 2003. http://www.dnr.state.md.us/forests/ publications/urban8.html. (10 Mei 2012).

Forest Service Publications. 2003.d. Trees save energy. http://www.dnr.state.md.us/forests/publications/urban5.html. (10 Mei 2012).

Gusmailina. 1996. Peranan beberapa jenis tanaman hutan kota dalam pengurangan dampak emisi logam berat di udara. Buletin Penelitian Hasil Hutan 14(2): 14-21.

IPCC. 1995. Greenhouse gas inventory reference manual. IPCC WGI Technical Support Unit, Hardley Center, Meteorology Office, London Road, Braknell, RG 122 NY, United Kongdom.

Irwan, Z.D. 1992. Neraca energi dalam hutan kota. Trisakti 8: 56-70.

Irwan, Z.D. 1997. Tantangan Lingkungan dan Lansekap Hutan Kota. Pustaka CIDESINDO. Jakarta.

Iverson, L.R, S. Brown, A. Grainger, A. Prasad, and D. Liu. 1993. Carbon sequestration in tropical Asia: an assessment of technically suitable forest lands using geographic information systems analysis. Climate Research 3 : 23-38.

Jaya, I.N.S. 2002. Penginderaan Jauh Satelit Untuk Kehutanan. Laboratorium Inventarisasi Hutan Jurusan Manajemen Hutan Fakultas Kehutanan IPB.

Jaya, I.N.S. 2005. Analisis Citra Digital. Perspektif Penginderaan Jauh Untuk Bogor.

Keraf, A.S. 2002. Etika Lingkungan. Buku Kompas. Jakarta.

Kusmana, C., K. Abe, and A. Watanabe. 1992. An estimation of aboveground tree biomass of mangrove forest in east sumatra, Indonesia. Tropic 1(4): 243-257.

Murai, S. 1996. Remote Sensing Note. Japan Association on Remote Sensing.

PP Republik Indonesia No. 41. 1999. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 41 Tahun 1999 Tentang:Pengendalian Pencemaran Udara

PP Republik Indonesia No. 63. 2002. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 63 Tahun 2002 Tentang Hutan Kota.

Ryadi, S. 1982. Pencemaran Udara. Usaha Nasional. Surabaya. Sastrawijaya, A.T. 2000. Pencemaran Lingkungan. Rineka Cipta. Jakarta.

Rustam Hakim. 2000. Analisis Kebijakan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Kota DKI Jakarta. Tesis Institut Teknologi bandung. Jakarta.

Sastrawijaya, A.T. 2000. Pencemaran Lingkungan. Rineka Cipta. Jakarta.

Simonds J.O. 1983. Landscape Architecture. New York: Mc Graw-Hill Co.

Simpson, J.R., and E.G. McPherson. 1999. Carbon Dioxide Reduction Through Urban Forestry-Guidelines for Professional and Volunteer Tree Planters. Gen. Tech. Rep. PSW-GTR-171. Albany, CA: Pacific Southwest Research Station, Forest Service, U.S. Departmen of Agriculture.

Sugiyono, A. 1998. Strategi penggunaan energi di sektor transportasi. Majalah BPP Teknologi 85: 34-40.

Tjokroamidjojo, B. 1995. Perencanaan Pembangunan. Toko Gunung Agung. Jakarta.

Tyrväinen, L. 1998. The economic value of urban forest amenities: an application of the contingent valuation method. Landscape and Urban Planning 43:105-118.

Undang-Undang Republik Indonesia No. 26. 2007. Undang-Undang Nomor 64 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang.

Urban Forest Research. 2002. Managing stormwater runoff with trees. Center for Urban Forest Research Pacific Southwest Research Station, USDA Forest Service.

WBCSD GHG Protocol. 2001. Guideline for Stationary Fuel Combustion. http://www.ghgprotocol.org. (10 Mei 2012).

Yakin, A. 1997. Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan. Teori dan Kebijaksanaan Pembangunan Berkelanjutan. Akademika Presindo. Jakarta.

Yunus, H.S. 2002. Struktur Tata Ruang Kota. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v13i1.1497

Article Metrics

Abstract view : 217 times
PDF - 202 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Hutan Tropis Indexed by :

    

 

Jurnal Hutan Tropis is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License