PERSEPSI WISATAWAN DAN MASYARAKAT TERHADAP WISATA ALAM DI AREAL HUTAN PENDIDIKAN UNLAM MANDIANGIN, KALIMANTAN SELATAN Visitor and Resident Perception about nature tourism Development in Mandiangin Education Forest, South Kalimantan
Abstract
Persepsi wisatawan merupakan hal penting dalam kegiatan wisata alam di Hutan Pendidikan Mandiangin. Persepsi masyarakat sekitar areal wisata juga penting diketahui agar pengelolaan Hutan Pendidikan Mandiangin sebagai Hutan Wisata Alam lebih baik dengan melibatkan masyarakat dalam pengelolaannya. Kawasan Hutan Pendidikan Mandiangin berpotensi dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata karena memiliki keindahan pemandangan alam, sesuai persepsi wisatawan yang menyatakan hal tersebut yaitu sebesar 66,6 persen. Sebagian besar pengunjung yaitu 50 persen menyukai aktivitas menikmati pemandangan alam dengan piknik dan bersantai, 13.3 persen berkemah, 6.7 persen berenang dan 30 persen menyukai tantangan dengan melakukan hiking di Hutan pendidikan Mandiangin. Terdapat 56 persen masyarakat yang setuju jika Hutan Pendidikan Mandiangin dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata, karena mereka telah mendapatkan penghasilan dari kegiatan wisata di Hutan Pendidikan Mandiangin dan 44 persen masyarakat yang tidak setuju jika dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata.
Kata Kunci: Persepsi wisatawan, persepsi masyarakat, wisata alam
Full Text:
PDFReferences
Aryadi. M dan H Fauzi. 2011. Selayang Pandang Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam Provinsi Kalimantan Selatan. Eja Publisher.Yogyakarta
Budhiyanti, D., Moestadjab, H., & Setiyawan, A. (2012). Konsep Ecotourism pada Kawasan Wisata Nepa Sampang–Madura. Jurnal Tata Kota dan Daerah, 2(1), pp-75.
Burau of Land Management, 1986, Visual Resource Management, Departement of Interior USA, US Government Printing Office, Washington DC
Fandeli, C., 2002. Perencanaan Kepariwisataan Alam. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Lascurain, 1993. Ekoturisme Sebagai Suatu Gejala yang Menyebar ke Seluruh Dunia. Ekoturisme : Petunjuk untuk Perencana dan Pengelola. The Ecotourism Society.
Luthan, F., 1998. Organizational Behavior, McGraww Hill, International Book Company, Japan.
Hendarto, K.A., 2003. Motivasi Kunjungan dan Probabilitas Pengunjung untuk Datang Kembali Ke Lokasi Ekowisata. Studi Kasus PT. Perhutani Unit I, KPH Banyumas Timur. Kajian Bisnis STIE Widya Wiwaha Yogyakarta No. 29, Mei - Agustus 2003.
Nasution, S., Nasution, M.A., dan Damanik, J. 2005. Persepsi Wisatawan Mancanegara Terhadap Kualitas Objek dan Daya Tarik Wisata (ODTW) Sumatera Utara. Jurnal Studi Pembangunan. Volume 1 No.1 Oktober 2005.
Nisa, K dan Arthani, J., 2011. Kualitas Air dan Persepsi Wisatawan di Kawasan Wisata Alam Pulau Pinus, Kalimantan Selatan. Jurnal Hutan Tropis Volume 12 No 31.
Pendit, N.S. 2003. Ilmu Pariwisata. Sebuah Pengantar Perdana. Jakarta.
Soebiyantoro, U. (2010). Pengaruh Ketersediaan Sarana Prasarana, Sarana Transportasi Terhadap Kepuasan Wisatawan. Jurnal Manajemen Pemasaran, 4(1), pp-16.
Singarimbun Masri, 1989. Metode dan Proses Penelitian Survei. LP3S
Sukarsa, I.I., 1999. Pengantar Pariwisata. Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Indonesia Timur (BKS-PTN-INTIM).
Wardani, A., (2006). Konflik sumberdaya hutan. Studi kasus konflik Taman Hutan Raya Sultan Adam di Mandiangin Kalimantan Selatan. PhD Thesis. Universitas Gadjah Mada.
DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v2i2.1573
Article Metrics
Abstract view : 1973 timesPDF - 1414 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.






