KAJIAN POTENSI KETERSEDIAAN SUMBERDAYA AIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI SEBELIMBING
Abstract
ABSTRACT. Kotabaru Regency has an area of 9422.46 km ² and in particular the Island Sea with an area of 208,920.62 ha overall consisting of 71 watershed that empty into the sea of the south with the east Java Sea and Makassar straits. Based on this assessment needs to be done the potential availability of water in the watershed Sebelimbingan Kotabaru District, which can meet the demand for water resources.
The approach used melalaui Measurement of water flow and optimization techniques that are used need to use a linear program, in order to obtain the potential economic value of water resources.
The study results obtained Availability of Water Resources at the time of the study gained an average discharge of 0.133 m3/det Sebelimbingan watershed or 344.736m3/bln Economic Value of Water availability and economic value of water supply watershed Sebelimbingan for domestic needs for 0.312 liters / s worth Rp 898jiwa 3.930.723/thn to population, while for agriculture amounting to 258.96 liters / sec worth of Rp. 816.656.256/thn with total area of 996.00 ha
Keywords : Keywords: Availability of Water Resources, Economic Value, WatershedABSTRAK. Kabupaten Kotabaru yang memiliki wilayah seluas 9.422,46 km² dan secara khusus Pulau Laut dengan luas keseluruhan 208.920,62 ha yang terdiri atas 71 DAS yang bermuara di laut yaitu sebelah selatan dengan laut Jawa dan sebelah timur dengan selat Makassar. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan kajian potensi ketersediaan air di DAS Sebelimbingan Kabupaten Kotabaru, yang dapat memenuhi kebutuhan akan sumberdaya air.Pendekatan yang digunakan melalaui Pengukuran debit air dan teknik optimasi kebutuhan yang digunakan dengan menggunakan program linier, sehingga diperoleh nilai ekonomi potensi sumberdaya air.
Hasil kajian diperoleh Ketersediaan Sumberdaya Air (Debit Air) pada saat dilakukan kajian diperoleh debit air rata-rata DAS Sebelimbingan sebesar 0,133m3/det atau 344.736m3/bln dan Nilai Ekonomi Ketersediaan air nilai ekonomi ketersediaan air DAS Sebelimbingan untuk kebutuhan domestik sebesar 0,312liter/det senilai Rp 3.930.723/thn dengan jumlah penduduk 898jiwa, sedangkan untuk pertanian sebesar 258,96 liter/det senilai Rp. 816.656.256/thn dengan luas lahan 996,00ha.
Kata Kunci: Ketersediaan Sumberdaya Air, Nilai Ekonomi, Daerah Aliran Sungai
Full Text:
PDFReferences
DAFTAR PUSTAKA
Andah, K.2003 . The River Basin as a Basic Unit of Integrated Water Resources Management, J. African Water. Desember :65-81.
Asdak, C. 2002. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Bappeda Kabupaten Kotabaru dan BPS Kabupaten Kotabru. 2008. Kecamatan Pulau Laut Timur dalam Angka 2007/2008. Kotabaru
Bappeda Kabupaten Kotabaru dan Unlam. 2011. Kajian potensi Ketersediaan Air Sembilan DAS di Pulau Laut Kabupaten Kotabaru, Kotabaru.
BP-DAS Barito. 2009. Updating data spasial lahan kritis wilayah kerja BPDAS Barito, Banjarbaru.
Borah. DK. 2011. Hydrologic procedures of storm event watershed models:a comprehensive review and comparison. Infrastructure Management, Woolpert Inc., Chesapeake, VA 23320, USA.
Departemen Kehutanan, 1995. Petunjuk Teknis Pembangunan dan Pengolahan Data Stasiun Pengamat Arus Sungai di Areal Pengusahaan Hutan. Direktorat Rehabilitasi dan Konservasi Tanah. Ditjen Kehutanan, Jakarta.
Departemen Kehutanan. 2001. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 20/Kpts-II/2001 Tentang Pola Umum Dan Standar Serta Kreteria Rehabilitasi Hutan Dan Lahan dan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 52/Kpts-II/2001 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Jakarta
Indarto. 2010. Hidrologi Dasar Teori dan Contoh Aplikasi Model Hidrologi. Bumi Aksara. Jakarta.
Kadir,S. 2006. Analisis Tingkat Kekritisan Pada Sub-Sub DAS Tabalong Sub DAS Negara Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan, J. Anterior Universitas Muhammadiyah Palangka Raya Edisi Khusus 1-5.
Kusuma. Z.. 2007. Pengembangan Daerah Aliran Sungai, Program Pascasarjana, Universitas Brawijaya. Malang.
Linsley, R.K., Kohler, M.A., Paulhus, J.L.H., 1982. Hidrologi for Engineers McGraw-Hill, Inc. New York.
Paembonan, S 1983.Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Pengaruh Hutan. Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Hasanudin. Ujung Pandang.
Ruslan. 1992. Sistem Hidroorologi Hutan Lindung DAS Riam Kanan di Kabupaten Banjar, Kalimanatan Selatan. Disertasi Fakultas Pascasarjana IPB. Bogor.
Soewarno. 1991. Hidrologi (Pengukuran dan Pengolahan Data Aliran Sungai), Penerbit Nova, Bandung
Stothoff, S.A.; D.Or.; D.P., Groeneveld, and S. B., Jones. 1999. The effect of vegetation on infiltration in shallow soil underline by fissure bedrock, J. Hydrology 218 (1999):169-190.
Sukresno dan Harimurtiono. 1996. Jenis-Jenis SPAS. Departemen Kehutanan Badan Penelitian dan Pengembangan Balai Teknologi Pengolahan Daerah Aliran Sungai. Surakarta.
DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v12i32.1584
Article Metrics
Abstract view : 858 timesPDF - 449 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.






