NILAI EKONOMI MANFAAT LANGSUNG HUTAN MANGROVE PAGATAN BESAR KABUPATEN TANAH LAUT KALIMANTAN SELATAN

Muhammad As’adi, Mochamad Arief Soendjoto, Daniel Itta

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar manfaat langsung hutan mangrove di Desa Pagatan Besar Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai November 2021, penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui pengambilan data dengan petak sampel dan wawancara dengan masyarakat. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data sekunder dikumpulkan antara lain dari buku, jurnal, dan Kantor Desa Pagatan Besar. Data-data yang dikumpulkan dari lapangan dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari kawasan ekosistem hutan mangrove di Desa Pagatan Besar yang mempunyai luas ± 30 ha menemukan bahwa nilai manfaat langsung yang didapatkan oleh masyarakat terdiri atas nilai manfaat ikan, kepiting, katuyung, kayu komersil, pendidikan, penelitian, dan ekowisata. Nilai ekonomi manfaat langsung sebesar Rp1.174.238.329,00 per tahun yang terdiri dari nilai pemanfaatan ikan sebesar Rp6.375.000,00 per tahun, Katuyung sebesar Rp6.500.000,00 per tahun, dan Kepiting sebesar Rp171.600.000,00 per tahun. Nilai Manfaat kayu komersil sebesar Rp33.663.329,00 per tahun, nilai manfaat pendidikan sebesar Rp161.000.000,00 per tahun, penelitian sebesar Rp23.000.000,00 per tahun, dan Ekowisata sebesar Rp772.100.000,00 per tahun. Nilai ekonomi manfaat langsung ini dapat dijadikan acuan atau dasar pembanding bagi masyarakat dan pemerintah dalam menentukan kebijakan pengelolaan dan pemanfaatan hutan mangrove yang ada.

Keywords


nilai ekonomi; Manfaat langsung; Ekowisata; Mangrove

Full Text:

PDF

References


Fauzan, N., Soendjoto, M. A., & Zaini, M. Kepadatan Dan Keragaman Kepiting Di Kawasan Ekowisata Mangrove Pagatan Besar, Kabupaten Tanah Laut, Indonesia. EnviroScienteae, 16(2), 287-295.

Itta, D. 2013. Valuasi Ekonomi Agroforestri Lahan Gambut Eks Transmigrasi Di Kelurahan Kalampangan Kecamatan Sabangau Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah. [Disertasi]. Malang: Program Doktor Ilmu Pertanian, Universitas Brawijaya.

Nilwan, I. Nahib, Y. Suwarno. Dan Cornelia, M.I. 2003. Spesifikasi Teknis Penyusunan Neraca dan Valuasi Ekonomi Sumberdaya Alam Pesisir dan Laut. Pusat Survei Sumberdaya Alam Laut Bakosurtanal.

Riefani, M.K. dan M. Arsyad. 2019. Spesies burung di Kawasan Ekowisata Mangrof Pagatan Besar, Kabupaten Tanah Laut, Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah, 4(1): 192-196.

Soendjoto, M.A. 2003. Hutan mangrove Pegatan Besar: Hikmah dari sebuah musibah. Warta Konservasi Lahan Basah, 11(2): 26-27.

Soendjoto, M.A. dan P. Arifin. 1999. Hutan mangrove Desa Pegatan Besar, Kalimantan Selatan: Vegetasi dan manfaatnya bagi masyarakat. Manusia dan Lingkungan, 6(17): 42-51.

Soendjoto, M. A., Suyanto, S., & Nuryadin, M. R. 2009. Nilai ekonomi Taman Hutan Raya Sultan Adam, Kalimantan Selatan dari air domestik, wisata alam, dan transportasi air. In Prosiding Seminar Nasional dan Pameran Hasil-hasil Penelitian Unram (Vol. 2009, pp. 1020-1032). Lembaga Penelitian Universitas Mataram.

Suparmoko dan Ratnaningsih. 2011. Ekonomika Lingkungan. Yogyakarta: BPFE.

Purwanti, P., Utomo, T., Indrayani, E., & Fatah, M. 2020. PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP PENGELOLAAN WISATA EDUKASI “MANGROVE PANCER CENGKRONG” DI KABUPATEN TRENGGALEK. In Prosiding Seminar Nasional Perikanan dan Kelautan (Vol. 8, No. 1, pp. 98-103).




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v11i1.15987

Article Metrics

Abstract view : 1161 times
PDF - 1134 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.