KARAKTERISTIK SARANG BURUNG GOSONG DI SUAKA MARGASATWA PULAU KASA

Edward R. Kesaulya, Lesly Latupapua, Maya Puttileihalat

Abstract


Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik sarang burung gosong pada Kawasan SM. Pulau Kasa. Penelitian dilakukan menggunakan metode survey dan observasi langsung untuk mengetahui karakteristik sarang Analisis data digunakan analisis deskriptif dan disajikan kedalam bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua jenis burung gosong yang menggunakan kawasan SM Pulau Kasa sebagai tempat bersarang yaitu gosong maluku (Eulipoa wallacei) terdapat 2 sarang dan gosong kelam (Megapodius freycinet) sebanyak 12 sarang aktif dan 4 tidak aktif yang tentunya memiliki perbedaan tipe sarang pada kedua jenis burung gosong tersebut. Karakteristik sarang gosong maluku memiliki diameter 70,5 cm dengan kedalaman 55 cm sedangakan gosong kelam memiliki diameter 9,28 m dengan kedalaman 1,11 m dan beberapa komponen dimensi lainnya. Suhu sarang dan kelembapan pada sarang mencapai 30oC dengan 42% kelembapan. pH tanah menunjukan nilai 6 dengan kondisi asam.  Tekstur tanah pada sarang merupakan strutur tanag yang berpasir serta memiliki kandungan organik sebagai penyusun struktur tanah pada sarang burung gosong.

Keywords


Burung gosong; Karakteristik sarang; Gosong maluku; gosong kelam.

Full Text:

PDF

References


Ama Yuningsih, D. (2018). Populasi Dan Karakteristik Gundukan Sarang Burung Gosong Kaki-Merah (Megapodius reinwardt) Di Kawasan Tanjung Pasir Taman Buru Pulau Moyo. Jurnal Fix.

Dekker, R.W. J., Brom. T.G. (1990). Maleo Eggs And The Amount of Yolk in Relation to Different Incubation Strategies in Megapodes. Australian Journal of Zoology.

Gunawan, H. (2000). Strategi Burung Maleo (Macrocephalon maleo Sal. Muller 1846) Dalam Seleksi Habitat Tempat Bertelurnya di Sulawesi. Institute Pertanian Bogor.

Hafsah. (2009). Karakteristik Tanah dan Mikroklimat Habitat Burung Maleo (Macrocephalon maleo) Di Taman Nasional Lore Lindu Sulawesi Tengah. Jurnal Manusia Dan Lingkungan, Vol 16-2.

Heij, C. . & C. F. . R. (2011). Ekologi Megapoda Maluku (Burung Mamoa, Eulipoa wallacei) di Pulau Haruku dan Beberapa Pulau di Maluku. Edisi III.

Hidayat, M. (2018). Analisis Vegetasi Keanekaragaman Tumbuhan di Kawasan Manifestasi Geotermal IE SUUM Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Biotik, 5 No. 2, 114–124.

Indrawati Yudha Asmara. (2017). Karakteristik Fisik Sarang Burung Maleo (Macrocephalon maleo) Di Suaka Margasatwa Pinjan-Tanjung Matop, Sulawesi Tengah.

Jamili. (2015). Studi Karakteristik Mikro-Habitat Burung Maleo (Macrocephalon maleo) Pada Kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) Sulawesi Tenggara. Biowallacea, 2.

Pattiselanno, F., Sonbait, L. Y., & Ikram Karim. (2018). Karakteristik Dan Bahan Penyusun Sarang Megapoda Arfak (Aepyrodius arfakianus) Di Kawasan Cagar Alam Pegunungan Arfak. Jurnal Ilmu Peternakan, Vol 8-No, 40–44.

Sapsuha, Y. (2017). Karakteristik Sarang dan Penetasan Telur Burung Momoa (Eulipoa wallacei) di Galela Kabupaten Halmahera Utara. Agripet, 17.

Sjafany, N. (2006). Study on the Development of Embryo of Moluccan Scrub fowl in Galela Sub district North Halmahera Regency. Institue Pertanian Bogor.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v11i1.15992

Article Metrics

Abstract view : 1142 times
PDF - 1362 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.