PENGARUH TEKNIK PENGENDALIAN PENYAKIT BENIH TERHADAP VIABILITAS BENIH TEMBESU (Fagraea fagrans Roxb) Effect of Seed Disease Control Techniques to Seed Viability of Tembesu (Fagraea fagrans Roxb)
Abstract
Salah satu kendala dalam penyediaan benih bermutu yaitu adanya penyakit benih. Patogen dapat menginfeksi baik pada biji pada saat di lapangan maupun pada saat penyimpanan. Serangan patogen benih dapat menyebabkan menurunnya kualitas dan persentase perkecambahan benih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik pengendalian penyakit benih terhadap viabilitas benih tembesu (Fagraea fragrans Roxb).Teknik pengendalian dapat secara fisik seperti direndam dalam air dingin, secara kimia seperti direndam dalam larutan mankozeb 1% atau larutan NaOCl 1 % dan secara biologi seperti direndam dalam larutan cuka kayu 1 % atau larutan sirih 1 %. Rata-rata jumlah berkecambah/0,1 gram pada kontrol, air, larutan NaOCl 1 %, larutan sirih 1 %, larutan cuka kayu 1 %, larutan mankozeb 1 % masing-masing sebesar 1,5; 119,75; 97,75; 133,25; 201,25 dan 152,5.
Kata kunci : : tembesu (Fagraea fagrans), benih, patogen, teknik pengendalian
Full Text:
PDFReferences
Anggraeni, I. S.E. Intari, W. Darwiati. 2006. Hama dan Penyakit Hutan Tanaman. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan.
Asmaliyah, A.Imanullah dan W. Darwiati. 2012. Identifikasi dan Potensi Kerusakan Rayap pada Tanaman Tembesu (Fagraea fragrans) di Kebun Percobaan Way Hanakau, Lampung Utara. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol. 9 No. 4 : 187 – 194.
Barnett, H.L and B.B. Hunter. 1998. Illustrated Genera of Imperfect Fungi. Fourth Edition.The American Phytopathological Society.
Fawole, O.B., Aluko, M. And Olowonihi, T.E. 2010. Effects of A Carbendazim-Mancozeb Fungicidal Mixture on Soil Microbial Populations and Some Enzyme Activities in Soil. Agrosearch Vol. 10, No. 1 dan 2 : 65 -74.
Justice, O.L and L.N. Bass. 2002. Prinsip dan Praktek Penyimpanan Benih. PT Radja Persada. Jakarta.
Nurhayati. 2007. Pertumbuhan Colletotrichum capsici Penyebab Antraknosa Buah Cabai pada Berbagai Media yang Mengandung Ekstrak Tanaman. Jurnal Rafflesia Vol. 9, No. 1 : 32-35.
Suharti, T., Y. Bramasto dan N. Yuniarti. 2012. Identifikasi dan Pengendalian Hama dan Penyakit Benih untuk Mendukung Revegetasi Lahan Bekas Tambang. Prosiding Seminar Hasil-hasil Penelitian : Teknologi Perbenihan Jenis-jenis Potensial untuk Rehabilitasi Lahan Bekas Tambang di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. BPTPTH. Bogor.
Supriyanto, S.M. Amin dan B. Subandi. 2012. Pengaruh Boron dan Perendaman terhadap Perkecambahan Benih Cendana (Santalum album Linn.) Jurnal Silvikultur Tropika, Vol. 03 N0.03 : 182 – 186.
Sutopo, L. 2002. Teknologi Benih. PT Radja Persada. Jakarta.
Widyasari, R. 2006. Pengujian Asam Semut dan Cuka Kayu dalam Pengendalian Tungau (Varroa destructor) pada Lebah Madu (Apis mellifera). Skripsi. Program Studi Budidaya Hutan. Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor.
Zahara, N., M. Ali dan F. Puspita. 2013. Uji Kemampuan Ekstrak Daun Beberapa Jenis Sirih (Piper sp.) untuk Mengendalikan Jamur Patogen Tular Benih Kacang tanah dan Pengaruhnya terhadap Daya Berkecambah Benih. Fakultas Pertanian. Universitas Riau.
Zanzibar M. 2000. Hama dan Penyakit Perbenihan Tanaman Hutan. Balai Litbang Teknologi Perbenihan. Bogor.
DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v2i1.1617
Article Metrics
Abstract view : 1360 timesPDF - 2020 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.






