KUALITAS ARANG KAYU AKASIA DAUN KECIL (Acacia auriculiformis)

Dewi Alimah, Wiwin Tyas Istikowati, Yusanto Nugroho

Abstract


Akasia daun kecil (Acacia auriculiformis) merupakan jenis kayu yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan arang di Kalimantan Selatan. Kayu ini memiliki potensi kalor dan arang yang sangat menjanjikan karena termasuk biomass dari kayu cepat tumbuh, mudah didapat, dan harganya relatif murah. Di sisi lain pembuatan arang di Kalsel umumnya dilakukan secara konvensional dengan metode timbun. Metode ini cenderung memakan waktu pengarangan lebih lama (1,5-2 bulan), proses tidak terkontrol, dan kualitas arang relatif rendah. Metode karbonisasi dengan memperhitungkan suhu dan durasi pengarangan dapat memperbaiki kualitas arang. Penelitian ini bertujuan menentukan suhu dan durasi pengarangan yang tepat sehingga menghasilkan kualitas arang yang baik. Potongan kayu diarangkan dengan suhu 400, 500, dan 600°C selama 2, 3, dan 4 jam. Kualitas arang dianalisis mengikuti prosedur SNI 01-1683-1989 meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, kadar karbon terikat, dan rendemen serta nilai kalor mengikuti ASTM (1998). Senyawa kimia arang kualitas tertinggi dan terendah diidentifikasi menggunakan Py-GCMS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arang dengan kualitas terbaik dihasilkan dari pengarangan kayu pada suhu 600°C selama 2 jam. Pada setelan ini diperoleh rendemen arang 17,29%; kadar air 1,73%; kadar zat terbang 30,09%; kadar abu 0,87%; kadar karbon terikat 67,32%; dan nilai kalor sebesar 7.944,24%.


Keywords


Karbonisasi, Suhu, Durasi, Kalimantan Selatan

Full Text:

PDF

References


Abidin, Z., Jauhari, A., & Afriza, M. H. (2018). Kajian potensial dan pengembangan pengusahaan arang kayu di Desa Ranggang Luar, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. Jurnah Hutan Tropis, 6(2), 108–115.

Ahmed, A., Hidayat, S., Abu Bakar, M. S., Azad, A. K., Sukri, R. S., & Phusunti, N. (2021). Thermochemical characterisation of Acacia auriculiformis tree parts via proximate, ultimate, TGA, DTG, calorific value and FTIR spectroscopy analyses to evaluate their potential as a biofuel resource. Biofuels, 12(1), 9–20. https://doi.org/10.1080/17597269.2018.1442663

Al-Wabel, M. I., Al-Omran, A., El-Naggar, A. H., Nadeem, M., & Usman, A. R. A. (2013). Pyrolysis temperature induced changes in characteristics and chemical composition of biochar produced from conocarpus wastes. Bioresource Technology, 131, 374–379. https://doi.org/10.1016/j.biortech.2012.12.165

Alpian, Prayitno, T. A., Sutapa, G. J. P., & Budiadi. (2011). Kualitas arang kayu Gelam (Melaleuca cajuputi). Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kayu Tropis, 9(2), 141–152.

Alpian, Prayitno, T. A., Sutapa, J. P. G., & Budiadi. (2010). Kualitas Arang Aktif Kayu Gelam dan Aplikasinya untuk Meningkatkan Kualitas Air. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kayu Tropis, 8(2), 155–168.

Basri, E., & Rulliaty, S. R. (2008). Pengaruh Sifat Fisik Dan Anatomi Terhadap Sifat Pengeringan Enam Jenis Kayu. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 26(3), 253–262. https://doi.org/10.20886/jphh.2008.26.3.253-262

Braadbaart, F., Poole, I., Huisman, H. D. J., & van Os, B. (2012). Fuel, Fire and Heat: An experimental approach to highlight the potential of studying ash and char remains from archaeological contexts. Journal of Archaeological Science, 39(4), 836–847. https://doi.org/10.1016/j.jas.2011.10.009

Darmawan, S., Syafii, W., Wistara, N. J., Maddu, A., & Pari, G. (2015). Kajian struktur arang-pirolisis, arang-hidro dan karbon aktif dari kayu Acacia mangium Willd. menggunakan difraksi sinar-x. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 33(2), 81–92.

Dwiprabowo, H. (2010). Kajian Kebijakan Kayu Bakar Sebagai Sumber Energi di Pedesaan Pulau Jawa. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, 7(1), 1–11. Retrieved from http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JAKK/article/view/266

Efiyanti, L., Wati, S. A., Setiawan, D., Saepuloh, S., & Pari, G. (2020). Sifat Kimia dan Kualitas Arang Lima Jenis Kayu Asal Kalimantan Barat. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 38(1), 45–56. https://doi.org/10.20886/jphh.2020.38.1.45-56

Hastuti, N., Pari, G., Setiawan, D., Mahpudin, & Saepuloh. (2015). Kualitas arang enam jenis kayu asal Jawa Barat sebagai produk destilasi kering. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 33(4), 337–346. https://doi.org/10.20886/jphh.v33i4.934.337-346

Hendrarti, R. L., Nurrohmah, S. H., Susilawati, S., & Budi, S. (2014). Budidaya Acacia auriculiformis untuk Kayu Energi. Bogor: IPB Press. Retrieved from http://www.worldagroforestry.org/treedb/AFTPDFS/Acacia_auriculiformis.PDF

Hudaya, N., & Hartoyo. (1988). Hasil Destilasi Kering Kayu dan Nilai Kalor dari Beberapa Jenis Kayu Hutan Tanaman Industri. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 5(6), 348–352.

Imam, T., & Capareda, S. (2012). Ultrasonic and high-temperature pretreatment, enzymatic hydrolysis and fermentation of lignocellulosic sweet sorghum to bio-ethanol. International Journal of Ambient Energy, 33(3), 152–160. https://doi.org/10.1080/01430750.2012.686195

Jam, D. F., Syamsuwida, D., & Aminah, A. (2016). Pola Pembungaan dan Pembuahan Akor (Acacia auriculiformis) di Parungpanjang - Bogor. Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan, 4(1), 43–52. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.20886/jpth.2016.4.1

Júnior, A. F. D., Pirola, L. P., Takeshita, S., Lana, A. Q., Brito, J. O., & de Andrade, A. M. (2016). Higroscopicity of charcoal produced in different temperatures. Cerne, 22(4), 423–430. https://doi.org/10.1590/01047760201622032175

Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2019). Statistik Kementria Lingkungan Hiudp dan kehutanan. (Pusat Data dan Informasi, Ed.). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Komarayati, S., Gusmailina, & Pari, G. (2011). Produksi Cuka Kayu Hasil Modifikasi Tungku Arang Terpadu. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 29(3), 234–247.

Komarayati, S., & Hendra, D. (1994). Hasil Destilasi Kering dan Nilai Kalor Kayu Nangka (Artocarpus heterophyllus Lemk). Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 12(2), 39–41. https://doi.org/DOI: 10.20886/jphh.1994.12.2.84-88

Lestari, R. Y., Harsono, D., & Rahmi, N. (2018). Karakteristik arang bambu haur (Bambusa vulgaris Schrad) dan Cina (Arundinaria gigantea (Walter) Muhl) dari tempat tumbuh yang berbeda. Jurnal Riset Industri Hasil Hutan, 10(1), 1–10.

Mahdie, M. F. (2010). Briket Arang dari Limbah Arang PT. Citra Prima Utama Banjarbaru. Jurnal Hutan Tropis, 11(29), 1–8.

Marsoem, S. N., & Irawati, D. (2016). Basic properties of Acacia mangium and Acacia auriculiformis as a heating fuel. AIP Conference Proceedings, 1755(July). https://doi.org/10.1063/1.4958551

Naparin, M. (2010). Analisis Alternatif Saluran Distribusi Komoditas Ekspor Arang Kayu di Kalimantan Selatan. Tidak diterbitkan. Universitas Lambung Mangkurat.

Nizar, M., & Nugraha, A. (2020). Analisa Pemanfaatan Briket Limbah Arang Kayu Alaban Di Desa Tapuk Kecamatan Limpasu Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Info Teknik, 21(1), 75–84.

Pandit, I. K. N., & Ramdan, H. (2002). Anatomi kayu: pengantar sifat kayu sebagai bahan baku. Bogor: Yayasan Penerbit Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.

Pari, G., Buchari, & Sulaeman, A. (1996). Pembuatan dan Kualitas Arang Aktif dari Kayu Sengon (Paraserianthes falcataria) Sebagai Bahan Adsorben. Buletin Penelitian Hasil Hutan, 14(7), 274–289.

Pari, G., Santoso, A., Hendra, D., Buchari, Maddu, A., Rachmat, M., … Darmawan, S. (2013). Karakterisasi Struktur Nano Karbon dari Lignosellulosa. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 31(1), 75–91.

Pereira, E. G., Da Silva, J. N., De Oliveira, J. L., & MacHado, C. S. (2012). Sustainable energy: A review of gasification technologies. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 16(7), 4753–4762. https://doi.org/10.1016/j.rser.2012.04.023

Purwanto, D. (2011). Arang dari Limbah Tempurung Kelapa Sawit. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 29(1), 57–66.

Puspitojati, T., Mile, M. Y., Fauziah, E., & Darusman, D. (2014). Hutan Rakyat : Sumbangsih Masyarakat Pedesaan Untuk Hutan Tanaman. (Bahruni, Ed.). Yogyakarta: PT Kanisius.

Salim, R. (2016). Karakteristik dan mutu arang kayu Jati (Tectona grandis) dengan sistem pengarangan campuran pada metode tungku drum. Jurnal Riset Industri Hasil Hutan, 8(2), 53–64. https://doi.org/10.24111/jrihh.v8i2.2113

Schröder, E., Thomauske, K., Weber, C., Hornung, A., & Tumiatti, V. (2007). Experiments on the generation of activated carbon from biomass. Journal of Analytical and Applied Pyrolysis, 79, 106–111. https://doi.org/10.1016/j.jaap.2006.10.015

Shanavas, A., & Kumar, B. M. (2003). Fuelwood Characteristics of Tree Species in Homegardens of Kerala, India. Agroforestry Systems, 58, 11–24.

Sudradjat, R., Anggorowati, A., & Setiawan, D. (2005). Pembuatan Arang Aktif dari Kayu Jarak Pagar (Jatropha curcas L.). Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 23(4), 299–315. https://doi.org/10.20886/jphh.2005.23.4.299-315

Suhaendah, E., & Siarudin, M. (2019). Intensitas Serangan Hama Kumbang Moncong Pada Agroforestri Akor (Acacia auriculiformis). Jurnal Agroforestri Indonesia, 2(1), 19–25. https://doi.org/10.20886/jai.2019.2.1.19-25

Trugilho, P. F., & Silva, D. A. da. (2001). Influência da temperatura final de carbonização nas características físicas e químicas do carvão vegetal de jatobá ( Himenea courbaril L .). Scientia Agrária, 2(2), 45–53. https://doi.org/10.5380/rsa.v2i1.976

Tsoumis, G. (1968). Wood As Raw Material - Source, Structure, Chemical Composition, Growth, Degradation and Identificatio. Wood As Raw Material.

Yang, X., Kang, K., Qiu, L., Zhao, L., & Sun, R. (2020). Effects of carbonization conditions on the yield and fixed carbon content of biochar from pruned apple tree branches. Renewable Energy, 146, 1691–1699. https://doi.org/10.1016/j.renene.2019.07.148

Zhang, W. B., Li, W. Z., & Zheng, B. S. (2012). Comparative analysis on chemical composition and charcoal characterization of two Miscanthus species. In Advanced Materials Research. https://doi.org/10.4028/www.scientific.net/AMR.415-417.1265




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v11i2.16769

Article Metrics

Abstract view : 2342 times
PDF - 1156 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.