ESTIMASI TINGKAT BAHAYA EROSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE USLE DAN ARAHAN KONSERVASI PADA DAS SEMANGKA, LAMPUNG

Tommy Arisandy, Slamet Budi Yuwono, Irwan Sukri Banuwa, Endro Prasetyo Wahono, Dyah Indriana Kusumastuti, Teguh Endaryanto

Abstract


DAS Semangka merupakan salah satu DAS penting yang ada di WS Semangka, penggunaan lahan di DAS Semangka didominasi oleh pertanian lahan kering campuran dan pertanian lahan kering. Potensi pendayagunaan sumberdaya air DAS Semangka cukup tinggi. Namun, saat ini keberadaan sumberdaya air DAS Semangka juga cenderung mengkhawatirkan, yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti misalnya pencemaran, penggundulan hutan, kegiatan pertanian yang mengabaikan kelestarian ekosistem, berubahnya fungsi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis erosi yang terjadi pada DAS Semangka menggunakan metode USLE berbasis SIG pada wilayah DAS Semangka. Hal ini sangat penting untuk dilakukan agar dapat menjadi bahan pertimbangan untuk pengelolaan DAS Semangka. Metode pelaksanaan penelitian dimulai dengan menentukan batas daerah penelitian di DAS Semangka, menentukan curah hujan tiap wilayah pos hujan dan menentukan nilai erosivitasnya (R) dengan analisis polygon thiessen, selanjutnya melakukan pengolahan data SHP peta erodibilitas tanah (K), Kelerengan (LS) dan penggunaan lahan (CP), lalu penghitungan prediksi erosi dengan rumus USLE dan membuat layout peta hasil pendugaan erosi pada DAS Semangka. Hasil penelitian erosi yang terjadi pada DAS Semangka sebesar 129,69 ton/ha/tahun dengan klasifikasi kelas erosi sangat rendah 23,33%, rendah 20,38%, sedang 19,05%, tinggi 34,85% dan sangat tinggi 2,40%. Upaya penurunan erosi dengan menggunakan Skenario 1 dengan luas tutupan hutan pada DAS Semangka sebesar 30% dari luas DAS yaitu 48.354,10 Ha menurunkan erosi sebesar 51%, Skenario 2 yaitu Kawasan hutan memiliki tutupan lahan berhutan seluas 59.652,19 Ha (42 % dari luas DAS), kondisi ini menurunkan erosi yang terjadi pada DAS Semangka sebesar 59% dan Skenario 3 Kawasan tutupan lahan berhutan melakukan penerapan KTA (Konservasi Tanah dan Air) secara mekanik dengan teras bangku pada lahan pertanian dan sawah dengan kelerangan mulai 25% sampai dengan >45% kondisi ini menurunkan erosi sebesar 72%. Upaya perbaikan DAS dengan melakukan Rehabilitasi Hutan dan Lahan.


Keywords


Erosi, USLE, GIS, DAS Semangka.

Full Text:

PDF

References


Andriyani, I., Wahyuningsih, S. danSuryaningtias, S. 2019. Perubahan Tata Guna Lahan di Sub DAS Rembangan-Jember dan Dampaknya Terhadap Laju Erosi. AgriTECH. 39(2): 117-127.

Asdak, C. 2001. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Buku. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. 630 hlm.

Banuwa, I. S. 2013. Erosi. Buku. Edisi pertama. Kencana Prenada Media Grup. Jakarta. 226 hlm.

Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Lampung. 2021. Penyusunan SID (Survei Investigasi & Desain) Pengendalian Banjir WS Semangka. Buku. Dinas PSDA. Lampung. 474 hlm

Eisenberg, J. dan Muvundja, F. A. 2020. Quantification of Erosion in Selected Catchment Areas of the Ruzizi River (DRC) Using the (R) USLE Model. Land, 9(4): 1-18.

Hudi, S. M., Yuwono, S. B., dan Darmawan, A. 2022. Pendugaan erosi DAS Sekampung Hulu guna perencanaan rehabilitasi hutan dan lahan. Prosiding Seminar Nasional SilvikulturKe-Viii. 8(1): 213–219.

Naitkakin, E., Rachman, L. M. dan Hidayat, Y. 2021. Kajian Kondisi Biofosik Lahan Daerah Aliran Sungai di Subdas Ciujung Hulu, Propinsi Banten. Jurnal Hutan Tropis 9(1): 119- 130.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 11 A / PRT / M/ 2006 Tentang Kriteria dan Penetapan Wilayah Sungai.

Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.61/Menhut-II/2014 tentang

Monitoring Dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai.

Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai.

Salim, A.G., I Wayan S. Dharmawan, I.W.S., dan Narendra, B.H. 2019. Pengaruh Perubahan Luas Tutupan Lahan Hutan terhadap Karakteristik Hidrologi DAS Citarum Hulu. Jurnal Ilmu Lingkungan, 17(2): 333-340

Susandi, A., Budi, I. B., Rahesanita, D., Arifin, E.T.N., Satryo, I.F., Ali, M.F., Rahmah, N.N. dan Khahfi, Y.M. 2022. Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis dalam Pemetaan Laju Erosi Menggunakan Metode USLE di Sub DAS Cirasea.JPIG. 7(1):62-78.

Syaf, H., Abadi, M., Hasani, U. O., Basri, A., Arif, L. K., &Gandri, L. 2022. Penilaian Kinerja Pengelolaan Das Poleang di Sulawesi Tenggara Berdasarkan Indikator Kondisi Lahan. Jurnal lImiah Membangun Desa dan Pertanian (JIMDP). 7 (5): 188-199.

Wariunsora, S., Osok, R. M. dan Talakua, S. M. 2020. Pendugaan Erosi Tanah dan Arahan Rehabilitasi Lahan berbasis SIG di DAS Wai Ela Negeri Lima Jazirah Leihitu Pulau Ambon. JurnalBudidayaPertanian. 16 (1): 11–20.

Wischmeier, W.H. dan D.D. Smith. 1978. Predicting Rainfall Erosion Losses. A Guide to Conservation Planning. USDA Hand Book. No. 537




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v11i3.17635

Article Metrics

Abstract view : 725 times
PDF - 767 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.