JENIS TUMBUHAN OBAT DAN PEMANFAATANNYA OLEH MASYARAKAT DESA BUMI AGUNG WATES KABUPATEN WAY KANAN, LAMPUNG

Amellita Amellita, Ceng Asmarahman, Indriyanto Indriyanto, Afif Bintoro

Abstract


Masyarakat Desa Bumi Agung Wates sulit mendapatkan akses ke fasilitas kesehatan karena jaraknya yang jauh, sehingga masyarakat memanfaatkan tumbuhan obat untuk mengobati penyakit mereka. Dengan pertimbangan tumbuhan obat mudah didapatkan, minim efek samping, murah, dan mudah ditanam. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis tumbuhan obat dan pemanfaatannya oleh masyarakat di Desa Bumi Agung Wates. Penelitian ini menggunakan metode observasi lapangan dan wawancara kepada masyarakat. Tumbuhan berkhasiat obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Bumi Agung ditemukan sebanyak 31 jenis. Teknik pengolahan yang digunakan masyarakat yakni dengan cara direbus, dihaluskan, diperas, diparut, dan ditumbuk. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah bagian daun, karena mudah untuk didapatkan dan diolah sebagai obat. Penggunaan tumbuhan obat berdasarkan karakteristik responden menurut jenis kelamin didominasi oleh responden perempuan sebanyak 60%, menurut umur didominasi oleh kelas umur 41-60 tahun sebanyak 54%, menurut pendidikan didominasi oleh responden tamatan tingkat Sekolah Dasar (SD) sebanyak 46%, dan menurut pekerjaan didominasi oleh responden petani sebanyak 56%. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan mengenai kandungan zat dan senyawa aktif yang terkandung dalam tumbuhan obat yang ditemukan dan dimanfaatkan di Desa Bumi Agung Wates.


Keywords


Pemanfaatan; Tumbuhan obat; Desa Bumi Agung Wates

Full Text:

PDF

References


Arikunto, S. 2011. Manajemen Penelitian. Jakarta. Rineka Cipta.

Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro). 2019. Tanaman Obat; Warisan Tradisi Nusantara untuk Kesejahteraan Rakyat. Bogor. Balittro.

Gunadi. 2017. Studi tumbuhan obat pada etnis Dayak di Desa Geranting Kecamatan Monterado Kabupaten Bengkayang. Jurnal Hutan Lestari, 5(2): 425–436.

Hariana, A. 2005. Tumbuhan dan Khasiatnya; Seri 2. Jakarta. Penerbit Swadaya.

Harismah, K. dan Chusniatun. 2016. Pemanfaatan daun Salam (Eugenia polyantha) sebagai obat herbal dan rempah penyedap makanan. Jurnal Warta LPM, 19(2): 110–118.

Kinho, J., Arini, D.D.I., Halawane, J., Nurani, L., Halidah, Kafiar, Y., dan Karundeng, M.C. 2011. Tumbuhan Obat Tradisional di Sulawesi Utara Jilid II. Manado. Balai Penelitian Kehutanan.

Lestari, F. dan Susanti, I. 2019. Eksplorasi proses pengolahan tumbuhan obat imunomodulator Suku Anak Dalam Bendar Bengkulu. Jurnal Bioedukasi, 10(2): 179–183.

Mahendra, B. 2006. 13 Jenis Tanaman Obat Ampuh. Jakarta. Penerbit Swadaya.

Noviana, F. 2011. Kajian pengetahuan dan alasan pemilihan obat herbal pada pasien geriatric di RSUD Dr. Sardjito Yogyakarta. Skripsi. Universitas Sanata Dharma.

Nursal, W. dan Wilda, S. 2006. Bioaktivitas ekstrak jahe (Zingiber officinale Roxb.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escheria coli dan Bacillus subtilis. Junal Biogenesis, 2(2): 64–66.

Rukmana, H. 2004. Temu-temuan Apotik Hidup di Pekarangan. Yogyakarta. Penerbit Kanisius.

Sada, J. dan Tanjung, H. 2010. Keragaman tumbuhan obat tradisional di Kampung Nansfori Distrik Supiori Utara, Kabupaten Supiori, Papua. Jurnal Biologi Papua, 2(2): 39–46.

Santoso, H. 2008. Ragam dan Khasiat Tanaman Obat; Sehat Alami dari Halaman Asri. Jakarta. Agro Media Pustaka.

Savitri. 2016. Indonesia Dikenal dengan Kekayaan Alamnya; Tanaman Ajaib Basmi Penyakit dengan TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Depok. Bibit publisher.

Silalahi, M. 2020. Pemanfaatan Citrus aurantifolia sebagai bahan pangan dan obat serta bioaktivitas. Jurnal Ilmiah Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, 17(1): 80–88.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Manajemen. Bandung. Alfabeta.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v11i4.18195

Article Metrics

Abstract view : 642 times
PDF - 978 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.