POTENSI DAN KEARIFAN LOKAL PEMANFAATAN BAMBU DI DESA RUMPIN KECAMATAN RUMPIN KABUPATEN BOGOR

Abdul Rahman Rusli, Dwi Agus Sasongko, Agus Prana Mulia

Abstract


Bambu memegang peranan penting dalam segala aspek kehidupan masyarakat. Bambu dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, kerajinan tangan, bahan makanan, dan digunakan dalam pembuatan obat-obatan. Bambu menjadi salah satu komoditas yang memiliki prospek cukup menjanjikan. Pemanfaatan bambu di daerah pedesaan sangat berkaitan dengan kearifan lokal. Desa Rumpin yang memiliki  luas  639 Ha adalah salah satu desa penghasil bambu  di Kabupaten Bogor. Namun demikian, selama ini belum ada ketersediaan data potensi bambu dan pemanfaatannya sehingga perlu didukung oleh penelitian mengenai hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan kearifan lokal pemanfaatan bambu di Desa Rumpin, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Inventarisasi potensi bambu dihitung dengan intensitas sampling sebesar 5%. Pemanfaatan bambu di Desa Rumpin diidentifikasi menggunakan teknik wawancara mendalam dengan melibatkan beberapa informan kunci. Responden ditentukan dengan teknik snowball sampling. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa dugaan potensi bambu tali sebanyak 133 rumpun/Ha (5.564 batang/Ha), bambu andong sebanyak 19 rumpun/ha (464 batang/Ha), bambu mayan sebanyak 18 rumpun/ha (432 batang/Ha), bambu betung sebanyak 7 rumpun/Ha (186 batang/Ha), bambu hitam sebanyak 4 rumpun (154 batang/Ha), dan bambu atter sebanyak 3 rumpun/Ha (66 batang/Ha). Sedangkan kearifan lokal dalam pemanfaatan bambu yang masih diterapkan berupa (1) Budidaya dan pemanfaatan bambu secara turun temurun; (2) Menghindari pemanfaatan rebung; (3) Larangan menebang bambu berlebihan; (4) Penebangan bambu di atas jam 10.00.


Keywords


Kearifan lokal; Pemanfaatan; Potensi bambu

Full Text:

PDF

References


Alamsyah R, Affandi O, Batubara R .2013. Analisis potensi ketersediaan dan pemasaran bambu belangke (Gigantochloa pruriens Widjaja) di hutan rakyat bambu Desa Timbang Lawan Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat dalam industri dupa bambu.

Ayat R. 1986. Kepribadian Budaya Bangsa (Local Genius). Jakarta: Pustaka Jaya

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2015. Statistik Produksi Kehutanan 2014. Badan Pusat Statistik. Jakarta

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2016. Statistik Produksi Kehutanan 2015. Badan Pusat Statistik. Jakarta

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2017. Statistik Produksi Kehutanan 2016. Badan Pusat Statistik. Jakarta

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2018. Statistik Produksi Kehutanan 2017. Badan Pusat Statistik. Jakarta

Dusco Company. 2021. Inilah Waktu yang Tepat untuk Menebang Bambu. Tersedia pada: https://dusco.co.id/inilah-waktu-yang-tepat-untuk-menebang-bambu/. Akses 20 Agustus 2023

Elviana S, Patahuddin, Asmunandar. 2019. Marrai di Sungai Walanae Desa Barae Kabupaten Soppeng, 1970-2018. PATTINGALLOANG: Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan Vol. 6, No.3, Desember 2019, 96-105

Fatmalasari D, Mulyaningsih TM, Aryanti E. 2019. Jenis-Jenis Bambu Dataran Tinggi di Sempadan Sungai Trengwilis Taman Nasional Gunung Rinjani Lombok. Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. 2019; 16(2):144.

Hakim L, Nakagoshi N, Isagi Y. 2002. Conservation Ecology of Gigantochloa Manggong : an Endemic Bamboo at Java, Indonesia. Journal of International Development and Cooperation. 2002; 9(1):1–16.

Hanafi HR. 2017. Pemanfaatan dan pengelolaan bambu berkelanjutan di Desa Cijedil, Cianjur, Jawa Barat sebagai upaya perwujudan Sustainable Development Goals (SDGs). 2017;3(Lebang 2016):230–5.

Hani A, Fauziyah E, Widyaningsih TS, Devy D, Kuswantoro P. 2018. Potensi dan pola agroforestri yang mendukung kelestarian bambu di Desa Sukaharja Kabupaten Ciamis.

Hill, M. O. (1973). Diversity and Evenness: A Unifying Notation and Its Consequences. Ecology, 54(2), 427–432. https://doi.org/10.2307/1934352

Indriyanto. 2015. Ekologi Hutan. Jakarta: PT Bumi Aksara

Jong Y, Wardenaar E, Tavita GE. 2018. Studi Jenis dan Pemanfaatan Bambu oleh Masyarakat Dusun Perigi Desa Semade Kecamatan Banyuke Hulu Kabupaten Landak. Jurnal Hutan Lestari (2018) Vol. 6 (1): 131 – 136

Kusumadinata A. 2015. Peran komunikasi dalam menjaga kearifan lokal (studi kasus : di Desa Ohoider Tawun, Kabupaten Maluku Tenggara). Vol. 6, Jurnal Sosial Humaniora.

Ly P, Pillot D, Lamballe P, de Neergaard A. 2012. Evaluation of bamboo as an alternative cropping strategy in the northern central upland of Vietnam: Above-ground carbon fixing capacity, accumulation of soil organic carbon, and socio-economic aspects. Agric Ecosyst Environ. 2012 Mar 1; 149:80–90.

Merdeka. 2020. 5 Tips Mengolah Rebung agar Tidak Bau dan Pahit tersedia pada: https://www.merdeka.com/gaya/5-tips-mengolah-rebung-agar-tidak-bau-dan-pahit.html. Akses 20 Agustus 2023

Metropolitan. 2018. Bambu Rumpin Tembus Pasar Internasional. https://www.metropolitan.id/berita-hari-ini/pr-9536873160/bambu-rumpin-tembus-pasar-internasional . Akses 10 Maret 2024

Mustika M, Herawatiningsih R, Latifah S. 2014. Keanekaragaman tumbuhan obat dalam kawasan hutan sekunder areal IUPHHK PT. Kalimantan Satya Kencana Kabupaten Melawi. Jurnal Hutan Lestari. 2014; 2 (2):348–56.

Nadeak, MN. 2009. Deskripsi Budidaya dan Pemanfaatan Bambu di Kelurahan Balumbang Jaya (Kecamatan Bogor Barat) dan Desa Rumpin (Kecamatan Rumpin) Kabupaten Bogor Jawa Barat [Skripsi]. Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Niman EM. 2019. Kearifan lokal dan upaya pelesatarian lingkungan alam. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio. 2019; 11 (1):91–106.

Ningrum E. 2012. Dinamika Masyarakat Tradisional Kampung Naga di Kabupaten Tasikmalaya. MIMBAR, Jurnal Sosial dan Pembangunan. 2012;28(1):47.

Njatrijani R. 2018. Kearifan Lokal Dalam Perspektif Budaya Kota Semarang. Gema Keadilan, Volume 5, Edisi 1.

Nuraina, Ismi, Fahrizal, Prayogo H. 2018. Analisa Komposisi Dan Keanekaragaman Jenis Tegakan Penyusun Hutan Tembawang Jelomuk Di Desa Meta Bersatu Kecamatan Sayan Kabupaten Melawi. Choice Reviews Online. 2007; 45 (02):45-0854-45–0854.

Odum. EP.1993. Dasar-dasar Ekologi. Terjemahan T. Samingan. Edisi Ketiga Pengantar Ekologi.CV. Remadja. Bandung

Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.67/Menhut-II/2006 tentang Kriteria dan Standar Inventarisasi Hutan.

Peraturan Menteri Kehutanan P.21/Menhut-II/2009 tentang Kriteria dan Indikator Penetapan HHBK Unggulan.

Pojok Iklim KLHK. 2021. Bambu Penggerak Ekonomi dan Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup.http://pojokiklim.menlhk.go.id/read/bambu-penggerak-ekonomi-dan-peningkatan-kualitas-lingkungan-hidup. Akses 20 Agustus 2023

Portal Resmi Kabupaten Bogor. 2023. Tersedia pada internet: https://kecamatanrumpin.bogorkab.go.id/desa/21. Akses 28 Agustus 2023

Rijaya IF. 2019. Jenis-jenis Bambu (Bambusoideae) di Pulau Bengkalis, Provinsi Riau, Indonesia. Floribunda. 2019;6(2).

Rini DS., Wulandari FT, Aji IML.2017. Studi jenis dan sebaran bambu di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Senaru. Jurnal Sangkareang Mataram [Internet]. 2017;3 (4):37–41. Available from: https://docplayer.info/109708782-Studijenis-dan-sebaran-bambu-di-kawasan-hutan-dengan-tujuan-khusus-khdtk-senaru.html

Sariagri. 2021. Melihat Kerajinan Berbahan Bambu di Desa Rumpin Bogor. Tersedia pada: https://news.sariagri.id/77953/melihat-kerajinan-berbahan-bambu-di-desa-rumpin-bogor. Akses 20 Agustus 2023

Sopa, M. 2018. Local Wisdom in the Cultural Symbol of Indonesian Traditional House, 524–531. http://doi.org/10.18502/kss.v3i4.1962

USAID. 1996. Performance Monitoring and Evaluation. USAID Center for Development Information and Evaluation. Available from : https://pdf.usaid.gov/pdf_docs/PNABS541.pdf

Widnyana K. 2012. Bambu dengan berbagai manfaatnya. Bumi Lestari Journal of Environment [Internet]. 2012 Nov 1;8 (1):1–10. Available from: https://ojs.unud.ac.id/index.php/blje/article/view/2418




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v12i1.19034

Article Metrics

Abstract view : 905 times
PDF - 726 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.