PENGARUH FAKTOR AKSESIBILITAS WILAYAH DAN PROGRAM KERJA KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN TERHADAP TINGKAT KETERTARIKAN MASYARAKAT PADA PENGELOLAAN BISNIS MINYAK ATSIRI DI KPH PESAWARAN

Arie Mahyuddin, Slamet Budi Yuwono, Samsul Bakri, Indra Gumay Febryanto, Christine Wulandari, Hari Kaskoyo

Abstract


Minyak atsiri merupakan komoditas ekspor non-migas yang diperlukan di berbagai bidang industri. Namun, masih banyak masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan penghasil minyak atsiri, hidup di bawah garis kemiskinan. Permasalahan tersebut tidak terlepas dari pengelolaan dan pemanfaatan hutan sehingga Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) mempunyai peranan dalam pembangunan kehutanan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh aksesibilitas wilayah dan program kerja KPH terhadap tingkat ketertarikan masyarakat dalam pengelolaan  bisnis minyak atsiri di KPH  Pesawaran. Teknik yang digunakan adalah teknik probability sampling dengan variabel respon (dependen) tingkat ketertarikan yaitu sangat tertarik, tertarik, dan tidak tertarik. Variabel perjelas (independen) berupa aksesibilitas wilayah dan program kerja KPH yang diuji dengan model regresi logistik ordinal. Hasil wawancara diolah secara deskriptif dan hipotesis diuji menggunakan uji multikolinearitas, uji rasio likelihood, uji wald, dan uji kesesuaian model. Hasil menunjukkan bahwa aspek aksesibilitas memiliki peran signifikan dalam membentuk minat masyarakat terhadap pengelolaan bisnis minyak atsiri. Semakin dekat jarak rumah dengan kebun dan desa, serta semakin baik ketersediaan pasar, maka minat masyarakat semakin tinggi. Jarak tempuh yang jauh ke kecamatan dan adanya hambatan transportasi dapat memberikan pengaruh negatif minat masyarakat. Faktor-faktor lain seperti program pemanfaatan hasil hutan, sosialisasi, bantuan alat produksi, dan penanaman memiliki pengaruh yang lebih signifikan karena sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.


Keywords


Minyak atsiri; Kesatuan Pengelolaan Hutan; Aksesibilitas

Full Text:

PDF

References


Analia, D., Hafizah, D., & Yusmarni, Y. 2015. Pengabdian pada Masyarakat Pengolahan (Penyulingan) Pala Menjadi Minyak Atsiri di Kabupaten Agam. Prosiding SNaPP: Sosial, Ekonomi dan Humaniora, 5(1): 495-500.

Azka, S.B., Husna, N.A., Lestari, A.D., Prayoga, P.N., Putri, D.A., Yusuf, F.H., Pambudi, A.P. Ghazali, M.G. & Rahman, A.F.N. 2023. Peningkatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani Desa Wonosari Melalui Pelatihan Produk Olahan TOGA. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 4(4): 4440-4446.

Cahyono, B., & Adhiatma, A. 2023. Peran Modal Sosial Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Petani Tembakau di Kabupaten Wonosobo. In Conference In Business, Accounting, And Management (CBAM), 1(1): 131-144.

Consuelo, G.S., Jesus, A.O., Twila, G.P., Bella, R.P., & GU, G. 2007. Research Methods. Quezon City: Rex Printing Company.

Hastanti, B. W., Kuswandi, R., & Noya, J. 2018. Development Strategy of Masoi (Cryptocarya massoia (Oken) Kosterm.) as Non-Timber Forest Products in Teluk Bintuni, West Papua with SWOT Analysis. Jurnal Wasian, 5(1): 43-56.

Kementerian Perindustrian Republik Indonesaia. 2022. Ada Potensi Cuan Besar di Minyak Atsiri, Kemenperin Optimalkan Hilirisasi. Jakarta: Direktorat Jenderal Industri Agro.

Maryam, S., Prajaputra, V., Isnaini, N., Lubis, M.R U A., Aqil, A., Tamaara, R.E.P., Haryati, F., Bilqis, S.S., & Ariza, M. 2023. Pelatihan Fraksinasi Minyak Nilam Aceh sebagai Antibakteri pada Pembuatan Pembersih Lantai. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 7(4): 2462-2468.

Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan Kementerian Kehutanan. Data dan Informasi Kesatuan Pengelolaan Hutan Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan. 2012. Jakarta: Mugiono.

Persada, A., Makmur, T., & Sofyan, S. 2019. Identifikasi Faktor Penghambat Usahatani Nilam di Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 4(4): 151-160.

Pusat Statistik Pesawaran. 2017. Pesawaran Dalam Angka. Lampung:

Puspasari, E., Wulandari, C., Darmawan, A., & Banuwa, I.S. 2017. Aspek Sosial Ekonomi pada Sistem Agroforestri di Areal Kerja Hutan Kemasyarakatan (HKm) Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung. Jurnal Sylva Lestari, 5(3): 95-103.

Seprama, R., & Tanjung, H.B. 2023. Dinamika Lembaga Penyuluhan dan Adaptasi Penyuluh dalam Memberikan Pelayanan Inovasi Teknologi Kepada Petani. Jurnal Niara, 16(2): 324-332.

Waskitho, N.T. 2022. Pemberdayaan Masyarakat Sekitar KHDTK UMM dalam Konservasi Kawasan Hutan Melalui Sistem Agroforestri. BUDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2): 333-338.

Wulandari, C., Bakri, S., Riniarti, M., & Putra, H.J. 2022. Peranan Variabel Demografis, Pemilikan Aset, dan Aksesibilitas terhadap Lahan pada Kesetujuan Perambah pada Rencana Pengembangan Hutan Kemasyarakatan: Studi di KPH Selagai Lingga Lampung Tengah. Jurnal Hutan Tropis, 10(2): 114123.

Yuwono, S.B., & Hilmanto, R. 2015. Pengelolaan Hutan Rakyat oleh Kelompok Pemilik Hutan Rakyat di Desa Bandar dalam Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Sylva Lestari, 3(2): 99-112.

Yuwono, S.B., Wandira, Y.A., Kaskoyo, H., & Febryano, I.G. 2020. Implementasi Kemitraan Kehutanan di Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Way Terusan. Jurnal Hutan Tropis, 8(3): 244250.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v12i2.19753

Article Metrics

Abstract view : 492 times
PDF - 535 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.