KOMPOSISI JENIS, STRUKTUR TEGAKAN, DAN PRODUKTIVITAS SERASAH HUTAN PENELITIAN DRAMAGA, BOGOR, JAWA BARAT

Retno Ayu Yentiana, Cecep Kusmana, Iwan Hilwan

Abstract


Penelitian komposisi jenis, struktur tegakan dan produktivitas serasah di Hutan Penelitian Dramaga, Bogor, Jawa Barat belum pernah dilakukan sebelumnya. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk menganalisis komposisi spesies, struktur tegakan dan produktivitas serasah, mengingat serasah merupakan komponen penting dalam siklus nutrisi di ekosistem hutan. Penelitian ini dilakukan mulai bulan Januari Tahun 2023 sampai dengan April 2023. Penentuan Stasiun Penelitian Observasi di lapangan ini Penelitian dilakukan pada dua petak pengamatan di Hutan Penelitian Dramaga yaitu petak nomor 21 tegakan (Hopea odorata) dan petak nomor 38 tegakan (Dipterocarpus retusus). Estimasi produktivitas serasah dilakukan dengan menggunakan serasah metode perangkap. Penelitian yang dilakukan pada Plot 21 ditemukan 27 jenis tumbuhan yang terdiri dari 13 jenis keluarga. Sedangkan pada petak 38 terdapat 30 jenis tanaman yang terdiri dari 15 famili. Blok 21 dan 38 mempunyai grafik tren yang membentuk kurva “J” terbalik. Karena jumlah spesies individu pada tahap regenerasi lebih besar daripada jumlahnya spesies individu pada tahap pertumbuhan tiang dan pohon. Dugaan produktivitas serasah di petak 38 lebih besar dibandingkan dengan petak 21, yaitu sebesar 47,67 g/m2/bulan sedangkan dugaan produktivitas serasah di  Petak 21 sebesar 28,37 g/m2/bulan. Komponen serasah yang paling dominan di kedua petak adalah komponen daun, yaitu sekitar 82,33% (petak 21) dan 76,41% (petak 38). Curah hujan dan kecepatan angin rata-rata tidak memiliki pengaruh yang signifikan pada fluktuasi serasah di kedua lokasi.


Keywords


Hutan Penelitian Dramaga; Komposisi jenis; Struktur tegakan; Produktivitas serasah

Full Text:

PDF

References


Baplan (Badan Planologi Kehutanan). 2002. Kebijakan penyusunan MP-RHL. Presentasi oleh Dr. Dwi Sudharto di CIFOR, Bogor, 30 Agustus 2002. Departemen Kehutanan.

Brown SM. 1984. Mangrove litter production and dynamic in Snedaker, C. S and Snedaker, G. J. 1984. The Mangrove Ecosystem: Research Metods. On behalf of The UNESCO/SCOR, Working Group 60 On Mangrove Ecology. Prancis, Eropa. Prancis (FR): UNESCO. Page 231−238.

Bruce EB, Mingliang W, Dehai Z. 2008. Problems of scaling plantation plot diameter distributions to stand level. Journal Forest Science. 54:349-353.

Departemen Kehutanan. 2005. Penyelenggaraan dan Sasaran Kegiatan Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan Tahun 2005. Jakarta: Departemen Kehutanan.

Gustiani A. 2015. Pola penyebaran jenis kapasan kuning (Thespesia lampas Dalz and Gibs) di Savana Bekol Taman Nasional Baluran [skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Kershaw KA. 1964. Quantitative and Dynamic Ecology. London (UK): Edward Arnold Publishing Co. Ltd.

Kusmana C, Susanti S. 2015. Komposisi dan struktur tegakan hutan alam di Hutan Pendidikan Gunung Walat, Sukabumi. Jurnal Silvikultur Tropika. 5(3):210- 217.

Nurrochmat DN, Abdulah L. 2014. Memanfaatkan hutan, mengurangi emosi. Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan 1(1):18-23.

Pradiastoro A. 2004. Kajian tempat tumbuh alami palahlar gunung (Dipterocarpus retusus) di kawasan hutan lindung Gunung Cakrabuana, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat [skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Shunula JP, Whittick A. 1999. Aspect of litter production in mangroves from UngujuIsland, Zanzibar, Tanzania. Estuarine, Coastal and Shelf Science. 49: 51 – 54.

Sovu M, Tigabu P, Savadogo, Oden X. 2010. Enrichment planting in a loggedover tropical mixed deciduous forest of Laos. Journal of Forestry Research. 21(3):273-280.

Wahjono D, Tampubolon AP. 1987. Penelitian dan Percobaan Penanaman Jenis Dipterocarpaceae. Jakarta: Makalah Utama Simposium Hasil Penelitian Silvikultur.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v12i2.19754

Article Metrics

Abstract view : 1618 times
PDF - 1165 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.