KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DAYAK TERHADAP TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT DI LAHAN AGROFOREST KABUPATEN BARITO UTARA

Mahrus Aryadi, Abdi Fithria, Susilawati Susilawati, Fatria Fatria

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemanfaatan tumbuhan berkhasiat obat berbasis kearifan lokal pada masyarakat Dayak yang tumbuh di lahan agroforest. Subjek penelitian adalah suku Dayak Bakumpai dan suku Dayak Dusun Tengah yang ada di Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara.  Metode penelitian bersifat kualitatif dengan analisis deskriptif. Pengumpulan data dengan teknik wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian telah menemukan 100 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan obat oleh suku Dayak Bakumpai dan suku Dayak Dusun Tengah.Hampir semua bagian organ tumbuhan dapat digunakan untuk pengobatan, yaitu akar, batang, daun, kulit kayu, pucuk, rimpang, umbi, bunga, buah, dan biji. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah daun, diantaranya sebagai obat kulit, masalah kewanitaan, pencernaan, demam, dan beberapa penyakit keras.

This study aims to identify the utilization of medicinal plants based on local wisdom of Dayak communities that grow on their land agroforests. Subjects were Dayak  Bakumpai tribe and Dayak Dusun Tengah tribe at Teweh Tengah sub-district, Barito Utara District. The research method is qualitative descriptive analysis. Collecting data used  with in-depth interviews and observation techniques. The results have been found 100 species of plants used as medicine by the Dayak  Bakumpai tribe and Dayak Dusun Tengah tribe. Almost all parts of the plant organs can be used for treatment, likes the roots, stems, leaves, bark, shoots, rhizomes, tubers, flowers, fruits, and seeds. Parts of the plant most widely used are the leaves, such as for skin medications, female problems, indigestion, fever, and some intractable diseases

Keywords


Kearifan Lokal; tumbuhan obat; agroforest; Local wisdom; Medicine plant, agroforesty

Full Text:

PDF

References


Anonim. 2001. Rancangan Strategi Konservasi Tumbuhan Obat Indonesia.

Kerjasama Pusat Pengendalian Kerusakan Keanekaragaman Hayati, BAPEDAL dan Fakultas Kehutanan IPB.

Anonim. 2003. Penyakit dan Pengobatannya. Yayasan Pengembangan Tanaman Obat. Bogor. Hal 4 – 9.

Adnan. 2006. Belajar Kepada Rakyat : Pengelolaan Hutan dan Kawasan dengan

Kearifan Lokal. www.blog.com. 6 hal.

Ditjen POM. 2001. Kebijakan Nasional Pengembangan Obat Tradisional.

Departemen Kesehatan RI. Jakarta. 20 hal.

EISAI, 1995. Medical Herbs Index in Indonesia. Jakarta. 453 hlm.

Herny. 2001. Inventarisir Tanaman Obat pada Masyarakat Suku Hei Behulu dan

Suku Moi Kabupaten Jayapura. Irian Jaya.

Inama, 2008., Kajian Etnobotani Masyarakat Suku Marind Sendawi Anim di Taman Nasional Wasur, Merauke, Papua. Skripsi. Dep. KSH. Fak. Kehutanan IPB.

Kartikawati SM. 2004. Pemanfaatan Sumberdaya Tumbuhan oleh Masyarakat Dayak Meratus di Kawasan Hutan Pegunungan Gunung Meratus, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Tesis pada Sekolah Pascasarjana IPB. Bogor. Tidak diterbitkan.

Muharso. 2000. Kebijakan Pemanfaatan Tumbuhan Obat Indonesia. Makalah

Seminar Tumbuhan Obat di Indonesia, Kerjasama Inonesian Research Centre For Indegeneous Knowledge (INRIK), Universitas Pajajaran dan Yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI 26-27 April 2000.

Najamuddin. 2012. Studi Etnobotani Jenis-jenisTumbuhan Obat Pada Masyarakat Dayak Ngaju di Kabupaten Kapuas.

Rugayah, Retnowati,A., Windadri, F.I., Hidayat, A. 2004. Pengumpulan Data Taksonomi dalam Pedoman Pengumpulan Data Keanekaragaman Flora. Pusat Penelitian Biologi LIPI. Bogor




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v2i3.2250

Article Metrics

Abstract view : 379 times
PDF - 2343 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Hutan Tropis Indexed by :

    

 

Jurnal Hutan Tropis is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License