KOMPOSISI DAN STRUKTUR VEGETASI PADA KAWASAN GAMBUT PASCAKEBAKARAN DI TAMAN NASIONAL BERBAK (TNB) JAMBI TAHUN 1997

Citra Rahmatia, Sri Muryati, Amelia Retno Eka Putri, Dinda Tri Agustina, Hendra Kurniawan, Rio Kurniawan

Abstract


Kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang terdampak kebakaran pada Tahun 1997 yang mengakibatkan rusaknya struktur vegetasi pada lahan gambut. Informasi keanekaragaman vegetasi di kawasan gambut pascakebakaran di Taman Nasional Berbak Sembilang belum diketahui secara lengkap sehingga perlu dilakukan analisis komposisi dan struktur vegetasi pada kawasan gambut pascakebakaran di Taman Nasional Berbak Sembilang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana komposisi dan struktur vegetasi pada kawasan gambut pasca kebakaran di TNBS Tahun 1997. Indeks Nilai Keanekaragaman (H') Shannon-Wiener digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur keanekaragaman spesies, produktivitas, stabilitas, dan pengaruh terhadap ekosistem. Spesies utama yang mendominasi pada tingkat tumbuh semai dengan INP 58,60% adalah Kelat Jambu (Syzygium glaucum), yang dapat mencapai tinggi hingga 20 meter dan memiliki umur panjang. Tumbuhan ini berfungsi sebagai sumber makanan bagi berbagai spesies, seperti burung dan beberapa satwa. Pada tingkat tumbuh pancang didominasi oleh Dadaruan (Cratoxylum cochinchinense) (INP 25,03%), yang memiliki fungsi penting dalam mengendalikan erosi, menyediakan makanan bagi burung. pada tingkat tumbuh tiang didominasi oleh Bengkal  (Neolamarckia cadamba) (INP 26,00%), yang dapat mencapai 15-20 meter. Pada tingkat tumbuh Pohon di dominasi oleh belanti (Sterculia Gilva ) (INP 84,05%).

Keywords


Vegetasi; Hutan Rawa Gambut; Indeks Nilai Penting; Indeks Nilai Keanekaragaman

Full Text:

PDF

References


Arifardian. 2021. Komposisi dan Struktur Vegetasi pada Proses Suksesi di Hutan Rawa Gambut: Studi Kasus Taman Nasional Gunung Palung, Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Ekologi Tropis, 10(2): 123-134.

Astiani, D. (2016). Tropical peatland tree‑species diversity altered by forest degradation. Biodiversitas. Journal of Biological Diversity, 17(1): 102–109.

Chang, C.C & Turner, B L. 2019. Ecological succession in a changing world. Journal of Ecology, 107 (2): 503-509. https://doi.org/10.1111/1365-2745.13132.

Fadmastuti, M., Karuniasa, M., Firmansyah, R., & Majesty, K I. 2011. The Sustainability of an Environmental Policy: A Review of Indonesia Peat Restoration Program. https://doi.org/10.1051/e3sconf/20187402003

Fauziah, N., Rahmawati, D., & Susanti, R. 2022. Dampak Kebakaran Hutan dan Lahan terhadap Keanekaragaman Hayati, Emisi Gas Rumah Kaca, dan Polusi Udara di Indonesia. Jurnal Lingkungan Hidup, 14(1), 75-89.

Harenda, K. M., Lamentowicz, M., Samson, M., & Chojnicki, B. H. (2018). The Role of Peatlands and Their Carbon Storage Function in the Context of Climate Change. In T. Zielinski, I. Sagan, & W. Surosz (Eds.), Interdisciplinary Approaches for Sustainable Development Goals (pp. 169– 187). Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-319- 71788-3_12

Jalil, A., & Yesi, Y. 2019. Upaya Pemulihan Ekosistem Gambut Pasca Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Desa Lukun Kecamatan Tebing Tinggi Timur.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 2017. Status dan Distribusi Ekosistem Gambut di Indonesia. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 2023. Indikasi Luasan Kebakaran. (Diakses pada 22 Mei 2024 pukul 11:48).

Kusmana C. (2017). Metode Survey dan Interprestasi Data Vegetasi. IPB Prees. Bogor.

Kusmana, C. (1997). Metode Survey dan Interpretasi Data Vegetasi. Fakultas Kehutanan IPB.

Leodermilk, J., Smith, P., & Johnson, R. 2022. Impacts of Fire on Peatland Vegetation Composition and Structure: Implications for Ecosystem Stability. Journal of Ecological Research, 18(3), 233-245.

Lubis, I. (2004). Dampak Hilangnya Keanekaragaman Hayati Terhadap Ekosistem: Studi Kasus di Kawasan Hutan Indonesia. Jurnal Ilmu Lingkungan, 5 (1): 55-67.

Mueller-Dombois D & Heinz Ellenberg. (2013). Aims and Methods of Vegetations Ecology. (Kartawinata K & Rochadi A, Trans). LIPI Press & Yayasan Pustaka Obor Indonesia. (Karya asli diterbitkan 1974).

Murdiyarso, D. 2017. Potensi Simpanan Karbon pada Beberapa Tipologi Hutan Rawa Gambut di Kalimantan Tengah. Jurnal Ilmu Kehutanan, 12(2).

Nurhayati, A. D., Hero Saharjo, B., Sundawati, L., Syartinilia, S., & A. Cochrane, M. 2021. Forest and Peatland Fire Dynamics in South Sumatra Province. Forest and Society, 591–603. https://doi.org/10.24259/fs.v5i2.14435.

Osaki, M., & Tsuji, N. 2016. Tropical Peatland Ecosystems. Tokyo: Springer Tokyo

Soerianegara, I., & Indrawan, A. (1988). Ekologi Hutan Indonesia. Laboratorium Ekologi Hutan, Fakultas Kehutanan IPB.

Waliani, N. 2024. Analisis Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia: Kasus Kebakaran 2015 dan 2019. Jurnal Penelitian Lingkungan, 12(1), 25-40.

Wosten, J. H. M., Clymans, E., Page, S. E., Rieley, J. O., & Limin, S. H. 2008. Peat–Water Interactions in Tropical Peatland Ecosystems of Southeast Asia. Catena, 73 (2): 212-224. https://doi.org/10.1016/j.catena.2007.07.010.

Zen, F. M., Hadun, R., & Nurdin, A. S. 2021. Strategy of rehabilitation and development mangrove forest in Tauno village sub-district Oba Tengah of Tidore city. IOP Conf. Ser.: Earth Environ. Sci. 709 012014.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v13i3.23534

Article Metrics

Abstract view : 721 times
PDF - 491 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.