ANALISIS NILAI EKONOMI LANGSUNG SUAKA MARGASATWA PELAIHARI KALIMANTAN SELATAN

Yasinta Nur Shiba, Arfa Agustina Rezekiah, Abdi Fithria

Abstract


Menurunnya keanekaragaman hayati salah satunya disebabkan oleh berkurangnya kawasan berhutan yang kebanyakan disebabkan oleh aktivitas manusia. Salah satu cara untuk melindungi dan mengelola kawasan hutan adalah dengan mengerti dan memahami pentingnya manfaat keberadaan kawasan tersebut. Untuk memudahkan pemahaman masyarakat umum dalam memahami manfaat dan pentingnya keberadaan hutan, salah satu caranya dengan melakukan valuasi ekonomi hutan. Upaya untuk memberi nilai kuantitatif terhadap barang dan jasa yang dihasilkan oleh sumber daya alam dan lingkungan dikenal sebagai valuasi ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai ekonomi langsung yang ada di Suaka Margasatwa Pelaihari. Nilai ekonomi langsung yang diteliti adalah nilai kayu, nilai karbon, dan nilai oksigen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan harga pasar dengan pendekatan alometrik. Hasil penelitian diperoleh nilai kayu sebesar Rp6.991.011.291,- per tahun, nilai karbon sebesar Rp379.053.921,- per tahun, dan nilai oksigen sebesar Rp2.117.993.021,- per tahun. Total nilai ekonomi langsung Suaka Margasatwa Pelaihari diperoleh sebesar Rp9.488.058.736,- per tahun.

Keywords


Valuasi; Konservasi; Karbon; Kayu; Oksigen

Full Text:

PDF

References


Ardiansyah. (2022). Oksigen sebagai Kebutuhan Dasar Manusia. Direktorak Jenderal Pelayanan Kesehatan. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan (kemkes.go.id) diakses tanggal 27 Januari 2024

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan. (2022). Laporan Pelaksanaan Kegiatan Inventarisasi Potensi Kehati Tinggi dan Permasalahan di Suaka Margasatwa Pelaihari Kabupaten Tanah Laut (Sesuai Surat Tugas Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Nomor : ST.5018/K/16/TU/Peg/10/2022 tanggal 21 Oktiber 2022). Kalimantan Selatan

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan. (2022). Rencana Pengelolaan Jangka Panjang Suaka Margasatwa Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan Periode 2020 - 2029. Kalimantan Selatan

Bayu, P., Suminarti, N. E., Sudarso, S. (2014). Perencanaan Hutan Kota di Universitas Brawijaya. Jurnal Produksi Tanaman, 2(5)

Daud, M., Hikmah, & Haerana. (2018). Potensi Produksi Oksigen pada Tegakan Bambu Parring (Gigantochioa atter) di Hutan Rakyat Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros. Jurnal Matoa, 6(12), pp. 27-39

Fauzi, A. (2004). Ekonomi Sumberdaya Alam dan Lingkungan : Teori dan Aplikasi. Gramedia. Jakarta.

Firdaus H. (2013). Nilai Ekonomi Total dan Analisis Multi Stakeholder Hutan Rakyat di Kecamatan Giriwoyo Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah. [Skripsi]. Bogor: Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor

Hermawan, Iwan. (2019). Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif, dan Mixed Methode. Kuningan: Hidayatul Quran Kuningan.

IDXCarbon. 2021. Penetapan Harga Krbon Global Dapat Membiayai sekaligus Mengurangi Emisi Sebesar 12%, Laporan Terbaru dari PxC dan World Economic Forum. Penetapan harga karbon global dapat membiayai sekaligus mengurangi emisi sebesar 12%, laporan terbaru dari PwC dan World Economic Forum (diakses tanggal 10 Mei 2024).

IPCC. (2006). IPCC Guidelines for national Greenhouse Gas Inventories. (E. Simon, B. Leandro, M. Kyoko, N. Todd, and T. Kiyoto, eds.)

Ketterings QM, Coe R, van Noordwjk M, Ambagau Y, dan Palm C. (2001). Reducing Uncertainty in the Use of Allometric Biomass Equations for Predicting Above-Ground Tree Biomass in Mixed Secondary Forest. Ecology and Management 146: 199-209.

Mahendra, F. Wulandari, C. Yuwono, S.B. (2019). Perbandingan Keanekaragaman Mesofauna Tanah Pada Hutan Lindung dan Hutan Konservasi di Lampung Barat.

Marara, A.P.D., Muhsono, F.F. (2024). Analisis Kesesuaian Wisata Pantai dan Valuasi Ekonomi Pantai Tlangoh Kabupaten Bangkalan. Juvenil, Vol. 5 No. 1: 40-46.

Mardiatmoko, G. Pietersz, J.H. Boreel, A. (2014). Ilmu Ukur Kayu dan Inventarisasi Hutan. Ambon: Badan Penerbit Fakultas Pertanian Universitas Pattimura (BPFP – Unpatti)

Muhsoni, F.F. (2017). Potensi Dan Pengelolaan Pulau Gili Labak (Dan Kajian Pulau Di Sumenep). Madura: Utm Press.

Mulyadin MR & Surati.(2018). Nilai Ekonomi Total Hutan Kota PT. Holcim Indonesia TBK di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vo. 15 No. 2, 2018: 93-106.

Nowak, J., Hoehn, R., & Crane, E.D. (2007). Oxygen Production by Urban Trees in the United States. Arboriculture & Urban Forestry. 33(3), pp. 220-226

Pemerintah Indonesia. (2011). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam. Sekretariat Negara. Jakarta.

Putri, O.R., Rezekiah, A.A., Itta, D. (2022). Nilai Ekonomi Langsung Pemanfaatan Lahan di Desa Ulang Kecamatan Loksado. Jurnal Sylva Scienteae, Vol. 05, No. 4: 658-666

Rezekiah, A.A., Fithria, A., Rahmadi, A. (2021). Pemanfaatan Sumberdaya Hutan Oleh Suku Dayak Meratus Kalimantan Selatan. Jurnal Hutan Tropis, 9(2),252-259.

Rezekiah, A.A., Fithria, A., Shiba, Y. N., Ilham, W. (2024). The economic value of Indonesia’s tropical rainforest park (TH2TI) in South Kalimantan. JPK Wallacea, Vol. 13 No. 1 pp. 1-12

[SNI] Standarisasi Nasional Indonesia. (2011). Pengukuran dan penghitungan cadangan karbon – Pengukuran lapangan untuk penaksiran cadangan karbon hutan (ground based forest carbon accounting). BSN, Jakarta, Indonesia.

Salisbury, F.B. & Ross, C.W. (1978). Plant Physiology. Belmont, CA: Wadsworth Publishing Company

Syam’ani, Rezekiah, A.A., Susilawati, Nugroho, Y. (2012). Cadangan Karbon di Atas Permukaan Tanah Pada Berbagai Sistem Penutupan Lahan di Sub-Sub DAS Amandit. Jurnal Hutan Tropis, 13(2): 148-158

Tim Arupa. (2014). Menghitung Cadangan Karbon di Hutan Rakyat. Cetakan Pertama: 2014. ISBN 976-979-96513-8-9. Yogyakarta: Biro Penerbit Arupa

Ulya, N.A., Warsito, S.P., Andayani, W., Gunawan, T. (2015). Nilai Ekonomi Karbon Hutan Rawa Gambut Merang Kepayang, Provinsi Sumatera Selatan (Economic Value of Carbon of Merang Kepayang Peat Swamp Forest, South Sumatera Province). Jurnal Manusia dan Lingkungan, 22(1): 52-58.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v14i1.23998

Article Metrics

Abstract view : 131 times
PDF - 81 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.