FENOLOGI PEMBUNGAAN TUMBUHAN ENDEMIK Begonia kelimutensis DI TAMAN NASIONAL KELIMUTU KABUPATEN ENDE

Yosephina Payu Wao, Damiana Nofita Birhi, Stefhan Anselmus Lamen Sani

Abstract


Begonia kelimutuensis merupakan tumbuhan endemik pada kawasan Taman Nasional Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Keberadaan tumbuhan ini mengalami ancaman akibat masuknya tumbuhan perintis Macaranga sp. pada habitatnya. Untuk itu dilakukan penelitian ini dengan tujuan mempelajari  fenologi pembungaan Begonia kelimutuensis pada bunga jantan dan betina sebagai upaya konservasi. Penelitian dilakukan di Taman Nasional Kelimutu pada Zona Pemanfaatan  (Arboretum) dengan metode observasi dan deskriptif serta pengukuran terhadap faktor abiotik (suhu udara, intensitas cahaya, suhu tanah dan pH tanah). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa fase perkembangan Begonia kelimutuensis jantan dan betina memiliki durasi hari yang berbeda-beda. Pada bunga jantan, fase kuncup kecil  (11 hari), kuncup besar (16 hari), fase pra-antesis (27 hari) dan fase antesis (20 hari) serta fase post-anthesis (3 hari) . Pada bunga betina, fase kuncup kecil (12 hari) , kuncup besar  (15 hari), fase pra-antesis (19 hari) dan fase antesis (21 hari) serta fase post-anthesis (17 hari). Periode pembungaan pada bunga betina lebih lama dibandingkan pada bunga jantan. Selain itu diketahui rata-rata suhu udara 19.9°C ± 2.6°C, intensitas cahaya 520.6 lux ± 39.6 lux, suhu tanah 14.4°C ± 1.14°C, dan pH tanah 7.4 ±1.01 yang berpengaruh terhadap pembungaan Begonia kelimutuensis.


Keywords


Begonia kelimutuensis; endemik; Fenologi pembungaan; Taman Nasional Kelimutu

Full Text:

PDF

References


Aji, I. M. L., Sutriono, R. Y. 2015. Pengaruh Media Tanam dan Kelas Intensitas Cahaya Terhadap Pertumbuhan Benih Gaharu (Gyrinops versteegii). Media Bina Ilmiah, 9(5), 60-69.

Djurhuus, R. 1985. The effect of photoperiod and temperature on growth and development of Begonia× tuberhybrida ‘Karelsk Jomfru’. Scientia horticulturae, 27(1-2), 123-13.

Farida, D. G. 2018. Fenologi dan karakterisasi morfo-agronomi tanaman bunga matahari (Helianthus annuus L.) pada kawasan tropis (Doctoral dissertation, Universitas Brawijaya).

Hartati, S., & Nisyawati, N. 2020. Morphological and flowering phenology characterization of wild Begonia hooveriana and B. hijauvenia collected at Bogor Botanic Gardens, Indonesia. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 21(8), 3545–3553.

Iryadi, R. & Sutomo, S. 2021. Autecology of Begonia in Several Locations of Flores Island (Autekologi Begonia di Beberapa Lokasi di Pulau Flores). Journal of Forest Science, 15 (1): 4-12.

Lizawati, Budiyathi, I., Gusniwati., Neliyati., & M. Zuhdi. 2013. Fenologi Pertumbuhan Vegetatif dan Generatif Tanaman Duku Varietas Kumpeh pada Berbagai Umur. Bioplantae, 2(1):16-26.

Lucas, P. M., Gonz ́alez-Su ́arez, M., Revilla, E. 2019. Range area matters, and so does spatial configuration: predicting conservation status in vertebrates. Ecography, 42 (6), 1103–1114.

Manes, S., Costello, M. J., Beckett, H., Debnath, A., Devenish-Nelson, E., Grey, K. A., ... & Vale, M. M. 2021. Endemism increases species' climate change risk in areas of global biodiversity importance. Biological Conservation, 257, 109070.

Oskay, D. 2020. Conservation essays and phenology of critically endangered endemic plant Erodium somanum. Celal Bayar University Journal of Science, 16:237-243.

Rustam, E. & Pramono, A. A. 2018. Morfology and development of flowering-fruiting of tembesu (Fragraea fragrans). In Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia (p. 13-19). Surakarta, Indonesia: Masyarakat Biodiversitas Indonesia

Sareh, A. F., Murni, P., & Wicaksana, E. J. 2023. Morphological and phenological characteristics of petunia (Petunia hybrida Vilm.) flowering. Jurnal Biolokus: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi dan Biologi, 6(1):75-87.

Trimanto, T., Pitaloka, D. A., & Metusala, D. 2020. Karakterisasi morfologi dan fenologi pembungaan dua aksesi Kopsia pauciflora Hook. f. bunga putih dan merah muda di Kebun Raya Purwodadi, Jawa Timur. Buletin Plasma Nutfah, 26(2), 77-88.

Vogelezang, J. V. M. 1990. Effect of root-zone and air temperature on flowering, growth and keeping quality of Begonia× hiemalis ‘Toran’. Scientia horticulturae, 44(1-2), 135-147.

Wao, Y. P., Priska, M., & Peni, N. 2023.Struktur Vegetasi Habitat Tumbuhan Endemik Begonia kelimutuensis di Taman Nasional Kelimutu. EduMatSains: Jurnal Pendidikan, Matematika dan Sains, 7(2), 383-393.

Wawo, A.H., Wiriadinata., H., Suryanti, Budiarjo, Achmad Saim, Wardi, Soebiantoro, G. 2010. Potensi Flora dan Fauna Taman Nasional Kelimutu Ende, Flores, NTT. Jakarta:LIPI Press.

Wiriadinata, H., & Wawo, A. H. 2008. Flora Gunung Kelimutu Dan Gunung Kelibara Taman Nasional Kelimutu, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur [Flora of Mt. Kelimutu and Mt. Kelibara Kelimutu National Park, Flores Island, Lesser Sunda Islands]. Berita Biologi, 9(2):185-194.

Wyatt, G. E. & Sazima, M. 2011. “Pollination and reproductive biology of thirteen species of Begonia in the Serra do Mar State Park, São Paulo, Brazil”. Journal of Pollination Ecology, 6(14), 95-107.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v13i4.24389

Article Metrics

Abstract view : 220 times
PDF - 156 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.