PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT OLEH KOMUNITAS SUKU ANAK DALAM DI DUSUN DWI KARYA BAKTI KECAMATAN PELEPAT KABUPATEN MUARO BUNGO
Abstract
Pemanfaatan tumbuhan obat oleh masyarakat adat merupakan bagian dari sistem pengetahuan lokal yang menghadapi ancaman erosi akibat perubahan sosial dan degradasi lingkungan, sehingga dokumentasi ilmiah menjadi sangat mendesak. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam pemanfaatan tumbuhan obat oleh komunitas Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Dwi Karya Bakti, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Muaro Bungo, Provinsi Jambi, dengan fokus pada identifikasi spesies, pola pemanfaatan berdasarkan kategori penyakit, serta dimensi sosial dan budaya yang melingkupinya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui wawancara mendalam dan dokumentasi terhadap 20 responden yang dipilih secara sensus, dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian mengidentifikasi 29 spesies tumbuhan obat yang dimanfaatkan untuk 11 kategori penyakit; kategori sakit kepala dan demam memiliki jumlah spesies tertinggi (9 spesies), dengan tumbuhan yang paling banyak digunakan antara lain durian (Durio zibethinus), brotowali (Tinospora sp.), sungkai (Peronema canescens), pasak bumi (Eurycoma longifolia), dan sembung (Blumea balsamifera), yang diolah melalui perebusan dan diminum sebagai ramuan; diikuti oleh kategori luka, bengkak, dan gatal (6 spesies), serta penyakit spesifik seperti maag, penawar racun, dan sakit telinga yang masing-masing hanya ditangani oleh satu spesies tumbuhan. Penelitian ini menawarkan kebaruan melalui pendekatan analisis berbasis kategori penyakit dalam kajian etnobotani komunitas adat terpencil, yang memberikan perspektif baru dalam memahami pola pemanfaatan tumbuhan obat secara adaptif; temuan ini berimplikasi pada pengembangan strategi konservasi hayati, validasi fitokimia tumbuhan prioritas, serta integrasi kearifan lokal ke dalam sistem kesehatan berkelanjutan di Indonesia.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Aspers, P., & Corte, U. (2019). What is qualitative in qualitative research. Qualitative Sociology, 42(1), 139–160.
Aremu, A. O., Luo, B., & Mussarat, S. (2024). Medical ethnobotany. Journal of Ethnobiology and Ethnomedicine, 10–11.
Alfarizi, M. (2022). Pengobatan komplementer alternatif lokal dan potensinya di Indonesia dalam perspektif kesehatan dan ekonomi: Kajian literatur sistematik. Jurnal Kesehatan dan Ekonomi, 2(2), 138–150.
Baldwin, J. R., Pingault, J. B., Schoeler, T., Sallis, H. M., & Munafò, M. R. (2022). Protecting against researcher bias in secondary data analysis: Challenges and potential solutions. European Journal of Epidemiology, 37(1), 1–10. https://doi.org/10.1007/s10654-021-00839-0
Druker-Ibáñez, S., & Cáceres-Jensen, L. (2022). Integration of indigenous and local knowledge into sustainability education: A systematic literature review. Environmental Education Research, 28(8), 1209–1236. https://doi.org/10.1080/13504622.2022.2083081
Ermawati, N., Oktaviani, N., & Abab, M. U. (2022). Edukasi pemanfaatan tanaman obat tradisional dalam rangka self medication di masa pandemi Covid-19 (hlm. 148–156).
Furidha, B. W., & Sidoarjo, U. M. (2023). Comprehension of the descriptive qualitative research method: A critical assessment of the literature. Jurnal Pendidikan, 2.
Fish, R. D., Austen, G. E., Bentley, J. W., Dallimer, M., Fisher, J. C., Irvine, K. N., Bentley, P. R., Nawrath, M., & Davies, Z. G. (2024). Language matters for biodiversity. BioScience, 74(5), 333–339. https://doi.org/10.1093/biosci/biae014
Febriyanti, R. M., Ramadhania, Z. M., Tjitraresmi, A., Indradi, R. B., Maisyarah, I. T., Maundu, P. M., & Muhaimin, M. (2026). A systematic review of ethnobotanical study in Indonesia: Diversity and cultural patterns of medicinal plant use. Journal of Ethnobiology and Ethnomedicine, 22, 42. https://doi.org/10.1186/s13002-026-00879-4
García-del-Amo, D., Mortyn, P. G., & Reyes-García, V. (2021). Including indigenous and local knowledge in climate research: An assessment of the opinion of Spanish climate change researchers. Climatic Change, 160(1), 67–88. https://doi.org/10.1007/s10584-019-02628-x
Hanazaki, N. (2024). Local and traditional knowledge systems, resistance, and socioenvironmental justice. Journal of Ethnobiology and Ethnomedicine, 1–5.
Istikomayanti, Y., Leksono, A. S., Gama, Z. P., & Batoro, J. (2026). Suro porridge tradition, preserving knowledge and value as cultural ecosystem services in Bumiaji Village, East Java, Indonesia. Jurnal Ekosistem, 9(1).
José, J., & Miranda, M. (2021). Medicinal plants and their traditional uses in different locations. World Health Organization.
Khouchlaa, A., et al. (2021). Ethnomedicinal use, phytochemistry, pharmacology, and toxicology of Daphne gnidium: A review. Journal of Ethnopharmacology, 275, 114124. https://doi.org/10.1016/j.jep.2021.114124
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Sage Publications.
Pant, P. (2022). The influence of environmental conditions on secondary metabolites in medicinal plants: A literature review. Chemistry & Biodiversity. https://doi.org/10.1002/cbdv.202100345
Rodrigo, C. (2022). Language extinction triggers the loss of unique medicinal knowledge. Proceedings of the National Academy of Sciences, 15. https://doi.org/10.1073/pnas.2103683118
Sabila, F. I. (2021). A review: The potential of secang (Caesalpinia sappan L.) in rheumatoid arthritis treatment. Jurnal Farmasi, 10(3), 231–245.
Sarib, M., & Rasak, A. (2022). Semi-structured interview: A methodological reflection on the development of a qualitative research instrument in educational studies. IOSR Journal, 12(1), 22–29. https://doi.org/10.9790/7388-1201052229
Sofiyanti, N., Isda, M. N., Rahayu, A., & Agesti, A. (2022). Baccaurea Lour. (Phyllanthaceae Martinov-Malpighiales), underutilized plant from Riau, Indonesia and its phytochemical study. Biodiversitas, 23(2), 937–946. https://doi.org/10.13057/biodiv/d230236
Tahoangako, S. S., & Santosa, D. (2024). Study of the utilization of medicinal plants by traditional healer of the Tolaki Ethnic Tribe, Southeast Sulawesi, Indonesia. Jurnal Etnobotani.
DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v14i2.26038
Article Metrics
Abstract view : 164 timesPDF - 42 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.






