KAJIAN PENGEMBANGAN USAHA SIRUP MANGROVE DI DESA MARGASARI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

Susni Herwanti

Abstract


Mangrove syrup is one of the featured product in the Margasari Village. This syrup is made from the flesh pidada famous sour, sweet and fresh. The content of vitamins A, B1, B2 and C is high enough so it is good for health. Although it tastes good and useful enough, but the mangrove syrup has not been widely known, especially in the province of Lampung. Therefore, this study aims to assess the feasibility of mangrove syrup business, analyze marketing strategy and then review the prospect of developing mangrove syrup business. The study was conducted in early 2016 in the village of Margasari. The selecting of the respondent was done purposively to “Cinta Bahari” group. This group is the only group that carries on mangrove syrup business. Financial analysis performed by calculating HPP, NPV, BCR, BEP and the PP while the marketing strategy analysis and prospect of mangrove syrup development is a descriptive qualitative. The results showed that mangrove syrup business financially was feasible. This was indicated by the value of HPP was Rp 4,950 per bottle, while the selling price was Rp8,000 per bottle, NPV> 0, BCR> 1, BEP was Rp 4,950, which means profitable  and PP faster than the life of the project. Furthermore, the group marketing strategies to 4 elements of the marketing mix showed that the place, product and promotion strategy needed improvement, while the pricing strategy had been carried out correctly. Based on this research, mangrove syrup business has good prospects to be developed.

Sirup mangrove merupakan salah satu produk unggulan di Desa Margasari. Sirup ini terbuat dari daging buah pidada yang terkenal dengan rasa asam, manis dan segar. Kandungan vitamin A, B1, B2 dan C cukup tinggi sehingga sangat baik buat kesehatan. Meskipun rasanya enak dan manfaatnya cukup banyak, akan tetapi sirup mangrove belum banyak dikenal masyarakat luas, khususnya di Provinsi Lampung. Karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan usaha sirup mangrove, menganalisis strategi pemasaran sirup mangrove dan mengkaji prospek pengembangan usaha sirup mangrove. Penelitian dilakukan pada awal tahun 2016 di  Desa Margasari. Penentuan responden dilakukan secara purposive sampling terhadap kelompok cinta bahari. Kelompok ini merupakan satu-satunya kelompok yang menjalankan usaha sirup mangrove. Analisis finansial dilakukan dengan menghitung HPP, NPV, BCR, BEP dan PP sedangkan analisis strategi pemasaran dan prospek pengembangan sirup mangrove dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara finansial usaha sirup mangrove layak untuk dijalankan. Hal ini ditunjukkan dengan nilai HPP sebesar Rp 4.950 per botol sedangkan harga jual sebesar Rp8.000 per botol , NPV > 0, BCR > 1, BEP sebesar  Rp 4.950 yang berarti menghasilkan keuntungan dan PP lebih cepat dari umur proyek. Selanjutnya strategi pemasaran yang dilakukan kelompok terhadap 4 unsur bauran pemasaran menunjukkan bahwa strategi tempat, produk dan promosi memerlukan perbaikan sedangkan strategi harga sudah dilakukan secara tepat. Berdasarkan hasil penelitian, usaha sirup mangrove memiliki prospek yang cukup baik untuk dikembangkan.


Keywords


sirup mangrove; buah pidada; analisis financial; strategi pemasaran; mangrove syrup; pidada fruit; finansial analysis; marketing strategy

Full Text:

PDF

References


Alma, B. 2005. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Alfabeta: Bandung.

Dewi PDP, Sukerti NW, Ekayani IAPH. 2014. Pemanfaatan Tepung Buah Mangrove Jenis Lindur (Bruguiera Gymnorrizha) Menjadi Kue Kering Putri Salju. Bosaparis (2)1: 1-10.

Firdaus, Y. 2011. Peranan biaya promosi dalam meningkatkan volume penjualan. Studi kasus pada salah satu perusahaan pembiayaan di Palembang. Jurnal Ekonomi dan Informasi Akuntansi (1)2: 143-152.

Gittinger, J. 1986. Analisis Proyek Pertanian. Jakarta: UI-Press

Gunarto. 2004. Konservasi Mangrove Sebagai Pendukung Sumber Hayati Perikanan Pantai. Jurnal Litbang Pertanian 23(1): 15-21.

Kotler P, Brown L, Adam S., Burton S and G Armstrong. 2008. Marketing. Pearson: Australia.

Kotler, P. 2000. Manajemen Pemasaran. Jilid 2. Bumi Aksara: Jakarta.

Manalu RDE, Salamah E, Retiaty F, Kurniawati N. 2013. Kandungan Zat Gizi Makro Dan Vitamin Produk Buah Pidada (Sonneratia Caseolaris). Penelitian Gizi dan Makanan (36)2: 135-140.

Priyono A, Ilminingtyas D, Mohson, Yuliani LS, Hakim TL. 2010. Beragam produk olahan berbahan dasar mangrove. Semarang: Kesemat.

Pujawan, IN 2004. Ekonomi Teknik. Penerbit Guna Widya: Surabaya.

Sabana, C. 2014. Kajian Pengembangan Produk Makanan Olahan Mangrove. Jurnal Ekonomi dan Bisnis (14)1: 40-46

Syaparuddin, D. 2013. Kajian Pembuatan Sirup Buah Pidada Merah (Sonneratia Caseolaris). Tugas Akhir. Universitas Syiah Kuala: Banda Aceh.

Tjiptono, F. 2007. Strategi Pemasaran. Andi: Yogyakarta.

Umar, H. 2005. Studi Kelayakan Bisnis. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.

Wahyukinasih, MH. 2013. Skripsi. Analisis Kelayakan Usaha Industri Rumah Tangga Berbasis Hasil Hutan Bukan Kayu dari Ekosistem Mangrove di Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur. Fakultas Pertanian Universitas Lampung.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v4i1.2880

Article Metrics

Abstract view : 1913 times
PDF - 1286 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.