ANALISIS KUALITAS AIR PADA SUMBER MATA AIR DI KECAMATAN KARANGAN DAN KALIORANG KABUPATEN KUTAI TIMUR

Iin Sumbada Sulistyorini, Muli Edwin, Adriana Sampe Arung

Abstract


The purpose of this study was to determine the water quality based on some parameters of physical, chemical and biological properties of the three springs. One location site in the district of Kaliorang and then two location site in the District of Karangan. Landscape characteristics in the two districts almost equal in the hills with a small incision. Likewise, the third location of water sources is a hilly area of karst (limestone). Karst landscapes not only provide material goods, biodiversity, but also providers of ecosystem services such as clean water, the water regulator and the potential of the upper and lower surfaces such as caves. The results showed that the physical quality of water from the three water sources meet the quality standards required. From the results of laboratory testing, chemical water quality at three locations contain BOD (Biochemical Oxygen Demand) and COD (Chemical Oxygen Demand) is relatively high. The high value of BOD and COD indicated that the water conditions have polluted by the accumulation of organic materials, especially the litter of the forest vegetation. Furthermore, for total coliform and fecal coliform although the amount is below the threshold quality standards required, but its existence in the water indicates the contamination of water sources by sewage as from agricultural run-off, animal feces containing the bacteria, viruses, or disease-causing organisms more, Based on the designated class of water, the springs at the third location is very suitable for use as irrigation, facilities or infrastructure freshwater fish farming, recreation, and other designation that requires the same quality standards. As for the water designation for drinking water must through the processing or specific treatment.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air berdasarkan beberapa parameter fisik, kimia dan biologi dari tiga sumber mata air, yaitu satu lokasi di kecamatan Kaliorang dan dua lokasi di Kecamatan Karangan.Karakteristik bentang alam di dua kecamatan hampir sama, yaitu merupakan perbukitan dengan torehan kecil. Begitu juga ketiga lokasi sumber air merupakan kawasan perbukitan Karst (Batu kapur). Bentang lahan Karst bukan hanya menyediakan bahan-bahan material, keanekaragaman hayati, tetapi juga penyedia jasa ekosistem seperti air bersih, pengatur tata air dan potensi atas dan bawah permukaan seperti gua-gua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas fisik air dari ketiga sumber air memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan. Dari hasil pengujian laboratorium, kualitas kimia air di tiga lokasi memiliki kandungan BOD (Biochemical Oxygen Demand)  dan COD (Chemical Oxygen Demand) yang relatif tinggi. Tingginya nilai BOD dan COD mengindikasikan bahwa air tersebutt dalam kondisi tercemar oleh akumulasi bahan organik terutama seresah dari vegetasi hutan diatasnya. Selanjutnya untukTotal coliform dan Fecal coliform walaupun jumlahnya di bawah ambang batas baku mutu yang dipersyaratkan, namun keberadaaannya di dalam air menunjukkan adanya kontaminasi sumber mata air oleh limbah seperti dari limpasan pertanian, kotoran hewan yang mengandung bakteri, virus, dan atau organisme penyebab penyakit lainnya. Berdasarkan kelas peruntukkan air, sumber air di ketiga lokasi sangat sesuai untuk digunakan sebagai irigasi, sarana atau prasarana budidaya ikan air tawar, rekreasi, dan peruntukkan lainnya yang mempersyaratkan baku mutu yang sama. Sedangkan untuk peruntukkan air sebagai bahan baku air minum terlebih dahulu harus melalui pengolahan atau treatment tertentu.


Keywords


air; mutu; potensi; karst; water; quality; potential; karst

Full Text:

PDF

References


Adji, T., N., 2006., Kondisi Darah Tangkapan Sungai Bawah Tanah Karst Gunungsewu dan Kemungkinan Dampak Lingkungannya terhadap Sumberdaya Air (Hidrologis) karena Aktivitas Manusia, Seminar UGK-BP DAS SOP, Fakultas Geografi UGM.

Anonimus. 2011. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur no. 02 tahun 2011 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.

Anonimus, 2013. Kutai Timur Dalam Angka. Badan Statistik Daerah, Kabupaten Kutai Timur, Sangatta.

Brinkman, R., Garren, S., J., 2011. Karst and Sustainability. Karst Management. DOI : 10.1007/978-94-007-1207-2_16 dalam Budiyanto, E. 2013. Peran Penting Kawasan Karst, makalah, UGM.

Chiras, D. And J.P. Reganold. 2005. Natural Resource Conservation, dalam Wiryono (peny.). 2013. Pengantar Ilmu Lingkungan. Pertelon Media. Bengkulu.

Dendang, V. 2013. Identifikasi Potensi Ekowisata Desa Karangan Hilir Kecamatan Karangan Kabupaten Kutai Timur. Skripsi Program Studi Kehutanan, STIPER, Sangatta.

Gunn, J., 1981, Hydrological Processes in Karst Depression, Z. Geomorph. N.F, (25)3,313-331 dalam Haryono, E. 2001. Makalah Seminar Nasional Teknik Sipil. UGM, Yogyakarta.

Haryono, E., M.P. Hadi, S.W. Suprojo dan Sunarto. 2000. Kajian Mintakat Epikarst Gunungkidul untuk Penyediaan Air Bersih, Laporan PHB VIll, LIT -UGM, Yogyakarta.

Hill, M.K. 2010 Understanding Environmental Pollution dalam Wiryono (peny.). 2013. Pengantar Ilmu Lingkungan. Pertelon Media. Bengkulu.

Herlambang, Arie. 2006. Pencemaran Air dan Strategi Penangulangannya, JAI vol. 2 nomor 1. Peneliti Pusat Teknologi Lingkungan, BPPT.

Manan, S. 1976. Pengaruh Hutan dan Manajemen DAS. Bogor: Departemen Manajemen Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

Odum, E.P.1971.Fundamentals of Ecology. Third Edition. Saunders College Publishing. Philadhelphia, dalam Wiryono (peny.). 2013. Pengantar Ilmu Lingkungan. Pertelon Media. Bengkulu.

Peavy et al. 1985. dalam Effendi (peny.). 2003. Telaah Kualitas Air : Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Kanisius, Yogyakarta.

Soerjani, Mohamad dkk. 2005. Lingkungan Hidup (The Living Environment). Restu Agung. Jakarta.

Suryatmojo, H., 2006. Strategi Pengelolaan Ekosistem Karst di Kabupaten Gunungkidul. Seminar Nasional Strategi Rehabilitasi Kawasan Konservasi di Daerah Padat Penduduk. Fakultas Kehutanan UGM

Wiryono, 2013. Pengantar Ilmu Lingkungan. Pertelon Media. Bengkulu.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v4i1.2883

Article Metrics

Abstract view : 2477 times
PDF - 3292 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Hutan Tropis Indexed by :

    

 

Jurnal Hutan Tropis is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License