PENGARUH CAMPURAN LIMBAH KAYU RAMBAI DAN API-API TERHADAP KUALITAS BIOPELLET SEBAGAI SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF DARI LAHAN BASAH

Muhammad Faisal Mahdie, Darni Subari, Sunardi Sunardi, Diana Ulfah

Abstract


Bio-pellet made of Rambai and Api-api waste wood is an environmentally acceptable alternative energy. Aims of the research are 1) Produce bio-pellet as an alternative energy from wet land area, 2) analyze bio-pellet characteristics, 3) determine the quality of bio-pellet produced.. The results of research are, the highest moisture content of bio-pellet is B treatment (mixed of 70% Rambai and 30 % Api-api wood waste), 7.019 %  and the lowest is A treatment (100 % Rambai wood waste), 5.335 %. The highest density is A treatment, 0.532 gr/cm3 and the lowest is B treatment, 0.483 gr/cm3. The highest caloric value is A treatment, 4,706.94 cal./gr and the lowest is C treatment (mixed of 30 % Rambai and 70 % Api-api wood waste), 4,223.273 cal./gr. The highest ash content is B treatment, 4.947 %  and the lowest is A treatment, 2.617 %. Volatile matter of A treatment show the highest value 21.332 % and the lowest is D treatment (100 % Api-api woods waste), 13.553 %. The highest bonded carbon is C treatment 76.673 % and the lowest is A treatment 70.717 %.

Biopellet dari campuran limbah kayu rambai dan limbah kayu api-api merupakan salah satu energi altrernatif yang ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Menghasilkan biopellet sebagai energi alternatif dari lahan basah (2) Menganalisa karakteristik biopellet, 3) Menentukan kualitas produk biopellet yang di hasilkan. Hasil  Penelitian kadar air biopellet tertinggi terdapat pada perlakuan B (70% limbah kayu rambai+30% limbah kayu api-api) sebesar 7,019% dan kadar air  terendah pada perlakuan A (100% limbah kayu rambai ) yaitu 5.335 %.  Kerapatan  tertinggi terdapat pada perlakuan  A, 0.532 gr/cm3 dan kerapatan terendah terdapat pada perlakuan B yaitu 0.483 gr/cm3.  Nilai kalor tertinggi terdapat pada perlakuan A sebesar  4706,940 kal/g dan yang terendah pada perlakuan C (30% limbah kayu rambai+70% limbah kayu api-api) sebesar 4223,273 kal/g.  Kadar abu tertinggi terdapat pada perlakuan B sebesar 4,947 % dan yang terendah terdapat pada perlakuan A sebesar 2,617%.  Nilai zat terbang tertinggi terdapat pada perlakuan A yaitu sebesar 21,332 % dan yang terendah terdapat pada perlakuan D  (100 %  limbah kayu Api-api) yaitu sebesar 13,553 %. Kadar karbon terikat tertinggi  terdapat pada perlakuan C yaitu sebesar 76.673 % dan terendah terdapat pada perlakuan A sebesar 70,717 %.


Keywords


Rambai wood waste; Api-api;wood waste; Bio-pellet; Limbah Kayu Rambai; Limbah Kayu; Api Api; Biopellet

Full Text:

PDF

References


Adapa P, Tahe L, Schoenau G. 2009. Compression characteristies of Selected Ground Agricultural Biomass. Agricultural Engineering International the CIGRE Journal Manuscript 1347. Vol XI

American Society For Testing dan Materials. 2002. ASTM Standar Coal dan Coke D5. Philadhelpia.

Bantacut T, Hendara D, Nurwigha R. 2013. Mutu Biopellet dari Campuran Arang dan Sabut Cangkang Sawit. Jurnal Teknologi Industri Pertanian. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Belonio. AT. 2005. Rice Husk Gas Stove Handbook. Iloilo City: Central Philippine University.

Hansen, MT, Jein AR, Hayes S, Bateman P. 2009. English Handbook for Wood Pellet Cambustion. Intelligent Energy for Europe.

Hartoyo. 1983. Pembuatan Arang dan Briket Arang Secara Sederhana dari Serbuk Gergajian dan Limbah Industri Perkayuan. Puslitbang Hasil Hutan. Bogor.

Hendra D. dan Pari G. 2000. Penyempurnaan Teknologi Pengolahan Arang. Laporan Hasil Penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Balai Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Bogor.

Heyne. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia Ke-1. Jakarta. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Departemen Kehutanan Jakarta.

Hill. C. 2006. Wood Modification: Chemical, Thermal and other Processes. John Wiley and Sons. Inc. England 239 p.

Lehtikangs, P. 2001. Quality Properties of Pelletised Sawdusti Logging Residues and Bark Biomassa and Bioenergy 20 (5): 351-360.

Liliana, W. 2012. Peningkatan Kualitas Biopellet Bungkil Jarak Pagar Sebagai Bahan Bakar Melalui Teknik Kerbonisasi. Tesis Fakultas Teknologi Pertanian. IPB.

Nugrahaeni, Jl. 2008. Pemanfaatan Limbah Tembakau (Nicotiana tabacum, L) untuk Bahan Pembuatan Briket sebagai Bahan Bakar Alternatif. Fakultas Teknologi: IPB.

Nurwigha, R. 2012. Pembuatan Biopelet dari Cangkang Kelapa Sawit dengan Penambahan Arang Cangkang Sawit dan Serabut Sawit sebagai Bahan Bakar Alternatif Terbarukan. Fateta, IPB. Bogor.

Ohman, M, Nystrom I, Gilbe C. 2009. Siag Formation During Combustion of Biomassa Fuels. International Conference on Solid Biofuels. Beijing.

PP. No. 5. 2006. Tentang Kebijakan Energi Nasional.

Prihandanar, Hendroko. 2007. Energi Hijau Jakarta Penebar Swadaya.

Rahman. 2011. Uji Keragaan Biopellet dari Biomassa Limbah Sekam Padi (Oryza sativa sp) sebagai Bahan Bakar Alternatif Terbarukan [Skripsi]. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor.

Roos, Joseph A. Brackley, Allen, M. 2012, The Asian Wood Pellet Markets. Gen Tech Rep, PNW-GTR-861. Portland, OR. U.S. Departement of Agriculture, Forest Service, Pasific Northwest Research Station. 25p.

Speight, JG. 2005. Handbook of Coal Analysis. New Jersey: John Wiley and Sons, Inc.

Sudrajat. 1982. Produksi Arang dari Briket Arang serta Prospek Pengusahanya. Balai Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Departemen Pertanian Bogor.

Wijayanti D.S. 2009. Karakteristik Briket Arang dari Serbuk Gergajian dengan Penambahan Arang Cangkang Kelapa Sawit [Skripsi]. Medan. Departemen Kehutanan. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v4i3.3618

Article Metrics

Abstract view : 40 times
PDF - 276 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Hutan Tropis Indexed by :

    

 

Jurnal Hutan Tropis is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License