PRODUKSI KAYU BULAT DAN NILAI HARAPAN LAHAN JABON (Anthocephalus cadamba) DI PT INTRACA HUTANI LESTARI
Abstract
The decline in the quality and quantity of natural forests requires plantation forests as timber suppliers. Jabon is one type of fast growing plant that is expected to meet national wood demand because the type jabon has a fast growing nature and quality of wood is relatively the same as sengon. Some of the advantages of jabon are: rapid growth, adaptability to various places of growth, silvicultural treatment is relatively easy, relatively resistant to pests and diseases. The study was conducted for the purpose of knowing roundwood production and land expected value of Jabon (Anthocephalus cadamba) in PT Intraca Hutani Lestari. This research was conducted at PT Intraca Hutani Lestari in Tana Tidung, North Kalimantan for 3 months effective with several stages of field orientation, preparation of research plan, literature study, data collection, data simulation and writing of research result. Analysis of the data used by using the formula of volume, increment and value of land expectation. The result of calculating the potential of A. candamba stand with spacing of 3m X 3m showed that effective harvesting was done at age 8 with total volume of 199.61 m3 ha-1; MAI of 24.95 m3 ha-1year-1 and CAI of 24, 49 m3 ha-1year-1with an average diameter of 31 cm. To calculate the land expectation value on A. cadamba plant shows the greatest value at 8 years old with a value of Rp59,916,283.
Penurunan kualitas dan kuantitas hutan alam memerlukan hutan tanaman sebagai penyuplai kayu. Jabon merupakan salah satu jenis tanaman fast growing yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhan kayu nasional karena jenis jabon memiliki sifat cepat tumbuh dan kualitas kayu yang relative sama dengan sengon. Beberapa kelebihan jabon antara lain: pertumbuhan cepat, mudah beradaptasi pada berbagai tempat tumbuh, perlakuan silvikultur relative mudah, relative tahan terhadap hama dan penyakit dari Penelitian ini dilakukan untuk tujuan mengetahui produksi kayu bulat dan nilai harapan lahan pengusahaan jabon (Anthocephalus cadamba) di PT Intraca Hutani Lestari. Penelitian ini dilakukan di PT Intraca Hutani Lestari di Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara selama 3 bulan efektif dengan beberapa tahapan yakni orientasi lapangan, penyusunan rencana penelitian, studi kepustakaan, pengumpulan data, simulasi data dan penulisan hasil penelitian. Analisis data yang digunakan dengan menggunakan rumus volume, riap dan nilai harapan lahan. Adapun hasil dari perhitungan potensi tegakan A. candamba dengan jarak tanam 3m X 3m menunjukan bahwa pemanenan yang efektif dilakukan pada umur 8 dengan total volume sebesar 199,61 m3/ha, MAI sebesar 24,95 m3/ha/thn dan CAI sebesar 24,49 m3/ha/thn dengan rata-rata diameter sebesar 31 cm. Untuk perhitungan nilai harapan lahan pada tanaman A. cadamba menunjukan nilai terbesar pada umur 8 tahun dengan nilai sebesar Rp.59.916.283
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Anonim. 2010. Rencana Kerja Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (RKUPHHK) HTI PT IHL 2011-2020. PT Intraca Hutani Lestari, Kab.Tana Tidung
Anonim. 2012. Penyebab Banyak Orang Beralih Menanam Jabon. Firmansyahbetawi.wordpress.com/. Diakses pada tanggal 12 Oktober 2015.
Darusman, D., Hardjanto. 2006. Tinjauan Ekonomi Hutan Rakyat. Prosiding Seminar Hasil Penelitian Hasil Hutan. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan.
Fautsmann, 1849. Metode Perhitungan Nilai Harapan Lahan atau Land Expectation Value, Germany.
Indrajaya, Y., Siarudin, M. 2013. Daur Finansial Hutan Rakyat Jabon di Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut Jawa Barat. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol10 No.4, Desember 2013. Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor.
Krisnawati H.,M.Kallio dan M.Kanninen. 2011 Anthocephalus cadamba .Miq: Ekologi, Silvikultur dan Produktivitas. CIFOR. Bogor. Indonesia.
Lahjie, A. M. 2010. Analisis Sosial dan Ekonomi Pengelolaan Hutan. Materi Kuliah. Program Pascasarjana Universitas Mulawarman, Samarinda.
Mansur, I. 2013. Prospek Pengembangan Jabon untuk mendukung Pengembangan Hutan Tanaman. Makalah disampaikan dalam Seminar dan Pameran Hasil-Hasil Penelitian “ Prospek Pengembangan Hutan Tanaman (Rakyat), Konservasi dan Rehabilitasi Hutan, 23 Oktober 2013, Manado.
Mansur, I dan F. D. Tuheteru. 2011. Kayu Jabon. Buku.Penebar Swadaya. Jakarta. 118 p.
Musmuliadi, Abubakar M. Lahjie, B.D.A.S Simarangkir dan Yosep Ruslim. 2017. Bioeconomic and Enviromental Valuation of Dipteocarpa Estate Forest Based On Local Wisdom in Kutai Kartanegara, Indonesia. Jurnal Biodiversitas Vol.18, No.1.
Onrizal dan Nurdin Sulistiyono. 2002. Penilaian Tegakan Hutan Tanaman Industri. Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara, Medan.
Padri, M.H, Burhanuddin dan Ratna Herawatiningsih. 2015. Keberadaan Fungsi Mikoriza Arbuskula pada Jabon Putih di Lahan Gambut. Jurnal Hutan Lestari (2015). Vol.3 (3): 401-410. Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura, Pontianak.
Pamoengkas, P dan Juniar. 2011. Pertumbuhan Meranti Merah (Shorea leprosula Miq) dalam Sistem Silvikultur Tebang Pilih Tanam Jalur (Studi Kasus di Areal IUPHHK-HA PT Sari Bumi Kusuma, Kalimantan Tengah dalam Jurnal Silvikultur Tropika 2(1): 9 – 13.
Ruchaemi, A. 2002. Ilmu Ukur Kayu dan Inventarisasi Tegakan. Laboratorium Biometrik Hutan Fakultas Kehutanan. Universitas Mulawarman Samarinda, Samarinda.
Rahmayanti, Syofia, Suhartati dan Aprianis Eni. 2009. Jenis-Jenis Tanaman Lokal Potensial Sebagai Bahan Baku Pulp. Prosiding Ekspose Hasil-hasil Penelitian BPHPS Kuok Tanggal 15 Juni 2009, Pekanbaru.
Wasis, B., Mulyana, D., Winata, B. 2015. Pertumbuhan Semai Jabon (Anthocephalus cadamba) pada Media Bekas Tambang Pasir Dengan Penambahan Sub Soil dan Arang Tempurung Kelapa. Jurnal Silvikultur Tropika. Vol. 06 No.2 Agustus 2015. Fakultas Kehutanan IPB, Bogor.
DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v5i1.4052
Article Metrics
Abstract view : 2734 timesPDF - 4325 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.






