KUSKUS (Phalangeridae) DI PAPUA: ANTARA PEMANFAATAN DAN KONSERVASI
Abstract
Kuskus adalah salah satu satwa yang menjadi target perburuan yang dari waktu ke waktu yang cukup marak dilakukan di Papua. Tetapi menurut peraturan yang berlaku di Indonesia, kuskus termasuk dalam jenis hewan yang dilindungi dengan undang-undang. Tulisan ini mengkompilasi hasil berbagai studi tentang pemanfaatan kuskus dan dampaknya terhadap usaha pelestarian kuskus dalam menunjang konservasi satwa liar di Papua. Tujuan pemanfaatan kuskus yaitu dijual sebagai hewan peliharaan dan dikonsumsi sumber protein hewani keluarga. Perburuan kuskus dilakukan dengan menggunakan alat buru yang bervariasi mulai dari tradisional sampai modern. Perburuan kuskus dengan cara menebang pohon pakan dan tempat berlidung kuskus berdampak negatif terhadap perusakan habitat dan penurunan populasi kuskus di alam. Oleh karena itu tindakan perlindungan kuskus perlu terus dilakukan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan plasma nutfah yang ada, aplikasi kearifan tradisional masyarakat setempat dan mendukung usaha domestikasi kuskus.
Kata kunci: Kuskus, konservasi, perburuan, PapuaFull Text:
PDFReferences
Dimomonmau, P.A. 2000. Eksplorasi Jenis-Jenis Kuskus Di Pulau Moor Kecamatan Napan Weinami Kabupaten Nabire. Skripsi Sarjana Kehutanan Faperta UNCEN. Manokwari
Farida W.R, Semiadi G, Wirdateti, Dahruddin H. 2001. Pemanfaatan Kuskus (Phalanger sp.) oleh masyarakat Timor Barat, Nusa Tenggara Timur. Biota 6 (2): 85-86.
Flannery T.F. 1994. Mammals of New Guinea. Australia: Reed Books.
Lee, R.J. 2000. Impact of subsistence hunting in North Sulawesi, Indonesia and conservation options. In J.G. Robinson & E.L. Bennett (Eds.), Hunting for Sustainability in Tropical Forests. (pp. 455-472) New York: Columbia University Press.
Menzies J.I. 1994. A handbook of New Guinea marsupials and monotremes. Papua New Guinea: Christen Press Madang.
Norris, C.A. 1999. Mammals species: Phalanger lullulae. Amer Soc Mammalogy 620: 1-4.
Pattiselanno F. 2003. The wildlife value: example from West Papua, Indonesia. Tiger Paper 30 (1): 27-29.
Pattiselanno F. 2004. Dukungan potensi biologi terhadap ekoturisme di Taman Nasional Laut Teluk Cenderawasih. Media Konservasi
:99-102
Pattiselanno F. 2006. The wildlife hunting in Papua. Biota 11 (1): 59-61.
Pattiselanno, F. 2014. Karakteristik kuskus totol biasa (Spilcuscus maculatus) dalam penangkaran masyarakat di Nabire, Papua. Fauna Indonesia 13(1): 30-34
Petocz RG. 1994. Mamalia darat Irian Jaya. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Prescott-Allen R & Prescott-Allen C. 1982. What’s wildlife worth? Washington: International Institute for Environment and Development.
Sinery A.S. 2006. Jenis kuskus di Taman Wisata Gunung Meja Kabupaten Manokwari.
Biodiversitas 7 (2): 175-180.
Singadan, R.K. 1996. Notes on hybrid Spotted Cuscus, Spilocuscus maculatus X Spilocuscus kraemeri (Marsupilia: Phalangeridae). Science in New Guinea 22
(2): 77-82.
DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v3i1.4167
Article Metrics
Abstract view : 5748 timesPDF - 1734 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.






